
" Hubby apa ada masalah? Kenapa kita terburu-buru seperti ini?" Mereka berdua saat ini terpaksa harus kembali ke negara nya.
Seorang telah menunggu nya ada masalah yang sangat serius kali ini Zac tak bisa untuk tak ikut mengambil keputusan. Waktu yang ditentukan hanya besok jadi mau tak mau dia harus segera datang.
" Sayang maafkan aku! Rencana liburan kita harus batal. Kau tahu ini begitu penting aku tak bisa menunda nya, ada seseorang yang sudah menunggu ku dan aku harus berada di sana besok…" Katanya dengan membantu istrinya berkemas.
Zac tampak gusar apa yang dikatakan laki laki tua itu tampaknya mempengaruhi dirinya begitu hebat bahkan dia tak bisa berpikir saat ini. Yang ada di benaknya saat ini adalah dia harus segera tiba di sana dengan segera mungkin.
" Hubby tak masalah sebenarnya jika kita pulang hari ini. Tapi jelaskan kepada ku ada apa sebenarnya? Jika tak ada masalah penting tak mungkin kau gusar seperti ini…" Zac menghela nafasnya begitu kasar dia menghentikan aktivitasnya menatap istrinya yang juga menatap dirinya.
" Untuk sementara aku tak bisa menjelaskan apapun kepada mu tapi nanti jika semuanya sudah jelas dan kami sudah menemukan jalan keluarnya aku janji aku akan katakan padamu."
" Kami? Ini masalah Dio Della Morte?" Val menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. Dia yakin ini masalah kelompok miliknya. " Bryan apa yang terjadi padanya?" Dia yang sekarang bertambah panik.
" Tak ada apa apa dengan Bryan! Dia baik baik saja. Hanya saja saat ini masalah Bryan harus ada aku di sana, jadi kita harus segera tiba agar semuanya tak terlambat…" Zac menenangkan istrinya dia tahu wanita itu pasti akan sangat khawatir kepada putranya.
" Baiklah…" Mereka bergegas beberes dan segera meninggalkan tempat liburan tersebut.
Liburan yang mereka inginkan nyatanya selalu gagal, liburan yang indah aman dan nyaman dan tenang selalu gagal. Mereka tak pernah berhasil dari dulu, liburan mereka selalu berantakan dengan masalah masalah yang selalu muncul di kehidupan mereka.
Inilah kelompok mafia yang tak akan pernah selalu hidup tenang, mereka selalu memikirkan kelompoknya yang terkadang harus menghadapi masalah. Dan saat ini Bryan putranya yang menghadapi masalah. Sebagai seorang Ayah dia tak mungkin membiarkan putranya dalam bahaya.
Mereka saling terlihat cemas dan khawatir perjalan mereka kembali terasa begitu lama tak seperti biasanya. Mereka saling menggenggam tangan dengan pikiran mereka yang masing masing mereka tahu.
" Honey semuanya akan baik baik saja…" Zac menyakinkan istrinya bahwa semuanya baik baik saja.
" Hubby dia masih terlalu mudah menghadapi masalah, aku yakin dia memang bisa menghadapinya tapi aku sebagai seorang ibu pasti merasakan cemas."
" Aku tahu! Dia tak sendiri di sana. Banyak orang orang kita, ada Abhi, Andre serta Albert bahkan Steve dan Kris juga akan ada disana membantunya jadi please jangan terlalu khawatir. Kau bisa sakit kepala nanti…" Zac menyentuh kedua pipi istrinya memberikan keyakinan bahwa putranya tak seorang diri di sana.
Padahal dia belum tahu masalah apa yang sedang kami hadapi saat ini, jika dia tahu aku yakin Bryan tak akan boleh keluar dari rumah dan akan menyuruh kita membebaskan tahanan.
" Aku percaya padamu Zac. Jangan sampai putra kita kenapa kenapa…" Zac mengangguk dia mendekap istrinya dengan erat.
Tanpa diminta pun dia akan melindungi putranya dengan nyawanya sendiri meskipun dia harus berkorban kehilangan nyawanya dia tak peduli asal putranya bisa ia lindungi.
Sedangkan Albert sendiri yang pagi ini berangkat ke tempat firma nya merasa mobil belakang telah mengikutinya dari kemarin. Dia menghela nafasnya dengan berat ketika di sadar bahwa beberapa hari ini mobilnya telah diikuti.
" Seorang Albert pengacara terkenal dan kepercayaan Zac Kozan pimpinan sebuah kelompok harus diikuti seperti buronan. Mengesalkan…" Desis nya dengan kesal.
Baru kali ini ada yang berani mengikuti kemana dia pergi dan baru kali ini ada yang mengintainya.
Drt!! Drt!! Drt!!! Getaran di ponselnya membuatnya dia langsung menggeser panggilan itu.
" Kau sedang diikuti seseorang? Kau punya masalah dengan siapa?" Seorang dari ujung sana langsung bertanya ketika panggilan itu terangkat.
" Kau ada kasus baru yang membuat lawan tidak terima rupanya. Kenapa tak kau bantai saja mereka?"
" Aku membiarkan mereka mengikutiku beberapa hari ini Kris jadi aku memberikan pekerjaan kepada mereka…" Jawabnya dengan tenang.
" Jangan membiarkan semut berjalan menghampirimu Al, jika semut itu bisa menggapaimu maka kau yang akan kalah. Sebelum kau kalah kau harus memutus para semut itu…" Nasehatnya.
" Aku tahu! Tapi ini sudah perintah dari Paman bahwa aku harus membiarkan mereka mengikuti ku. Di belakang mobil mereka juga ada tiga mobil yang mengikuti ku juga, itu orang orang kita. Hanya saja mereka seperti orang asing."
" Benarkah? Aku tak tahu bahwa kau juga membawa orang orang kita di belakangmu…" Kris tampak terkejut.
" Datanglah ke Firma ada Bryan di sana ada sesuatu yang akan dibahas dengan Bryan kau bisa bergabung jika mau."
" Baiklah kita bertemu di sana."
\=\=\=
" Sayang aku pergi dulu kau jangan keluar dan hati hati. Ingat jika ada yang-"
" Ada yang bertamu jangan di buka dan jika ada apa-apa yang mencurigakan segera hubungi kamu…" Dia memotong perkataan kekasihnya dengan cepat.
" Wanita pintar!" Bryan memeluk erat dengan dia yang merasa gemas karena kekasihnya hafal apa yang akan ia katakan.
" Pergilah dan hati-hati…" Mereka saling melepaskan pelukan itu dengan saling bertatapan.
" Aku sangat merindukan mu sebenarnya aku tak ingin pergi tapi Paman Al menyuruh ku datang."
" Pergilah Sayang tak masalah jika kau pergi nanti kita bisa bertemu lagi setelah urusan mu selesai."
Bryan tak sabar dia yang dari tergoda kini menggapai bibir kekasihnya menekan tengkuknya agar mereka saling memperdalam ciuma* itu. Ciuma* penuh kerinduaan itu harus mereka rasakan dengan terburu buru.
" Sayang pergilah…" Sarah melepaskannya meskipun dia tak rela melepaskan ciuma* tersebut.
" Kau harus menggantinya nanti malam…" Bisiknya dengan sekali menggigit telinga Sarah saat itu.
" Dasar kau mesum…" Dia memukul dada Bryan.
Bryan hanya tertawa yang kemudian mencium kening Sarah. " Aku pergi…" Dia kini melangkah pergi meninggalkan Sarah di dalam Apartemen miliknya.
Bryan pergi menemui Albert semalam dia yang mendapatkan kabar bahwa ada seorang yang ingin bertemu dengannya dan orang itu tahu betul tentang Geng yang dikepalai oleh Aaron laki laki tua yang berkata bahwa dia adalah kakek dari dua musuhnya saat ini.
" Meskipun mereka lebih kuat dari ku! Aku tak peduli aku akan tetap balas dendam kepada mereka…" Ucapnya dengan sungguh sungguh dengan tekad yang kuat.