Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pengejaran 11



" Hmm… Bry… Ugh…" Desaha* itu tertahan ketika ciuma* itu turun mengenai leher jenjang Sarah. 


Bryan menggigit nya dengan pelan, menyesa* nya dengan lembut meninggalkan sesuatu yang membekas. Suara yang telah di rindukan oleh Bryan kini membuat sesuatu bangkit di antara kedua pah*. 


Kini mereka saling berpandangan satu sama lain, ada hasra* yang terlihat jelas di mata kedua insan ini. Entah siapa yang kembali memulainya kini ciuma*n yang tadi nya lembut kini semakin liar meminta untuk hal lebih yang ingin mereka lakukan.


Sarah yang seakan kini secara tiba tiba sadar melepaskan ciuma* itu, sedikit mendorong pelan tubuh Bryan yang sudah menempel sepenuhnya di tubuh Sarah. Bryan menatapnya dengan heran dengan mengerutkan kening.


" Bryan kita di rumah sakit…" Sarah sadar sebelum hasra* nya tak bisa dikendalikan dia memilih untuk mundur.


Bryan menggaruk kepalanya yang tak merasa gatal karena apa yang dilakukan juga membuatnya hilang akal. Bryan juga menatap sekelilingnya bahwa ia juga baru sadar bahwa mereka berada di tempat yang salah.


" Maafkan aku! Maafkan aku! Aku juga hampir kehilangan akal!" Ujarnya dengan merasa malu sendiri.


" Kau ini untung tak ada yang melihat kita berdua tadi."


" Mendekatlah! Aku hanya ingin memeluk dirimu! Sarah mendekat dengan cepat masuk kedalam pelukan hangat yang dirindukan dari sosok kekasihnya itu.


Sedangkan di luar pintu ada sepasang mata yang melihat aksi mereka yang saling berpelukan dengan mesra, kedua mata itu menatapnya dengan tajam, menatapnya dengan penuh amarah yang meliputi hatinya saat ini.


" Brengse*…" Umpatnya dengan cepat pergi dari sana.


***


" Apa? Kau mengatakan apa? Bagaimana bisa ini terjadi?" Nathan dengan nada tinggi memarahi seseorang yang ada di ujung telepon nya. " Aku akan segera kesana!" Nafasnya tak beraturan dia mengusap wajahnya dengan kasar dia panik.


" Ada apa? Apa sesuatu terjadi?" Abhi yang ada di sana kini bertanya dengan cepat.


" Apa ada yang tidak beres?" Timpal Suhu cantik yang juga ada di sana.


Nathan menghele nafasnya dengan kasar menatap wajah kedua orangnya secara bergantian. " Alex kabur dari tahan!"


" APA?" Kedua orang itu sama sama terkejutnya dengan mereka cepat berdiri dari duduknya.


" Ada kemungkinan dia dibantu salah satu dokter yang ditugaskan di sana."


Bruak!!


" Kurang ajar! Dia akan mati di tangan ku jika tertangkap!"  


" Dia seorang dokter wanita Yah!"


" What?" Abhi dan Monica di buat terkejut kembali.


Nathan membuang nafasnya dengan kasar ketika di tatap secara tajam oleh kedua orang tua nya. " Angel dokter yang aku percaya atau tangan kanan ku. Aku tak menyangka dia berani berbuat nekad seperti ini, padahal aku mengirimnya kesana untuk menyiksa Alex karena Ayahnya gugur dalam bertugas."


" Apa maksudmu?"


" Ayah nya seorang polisi anak buah dari Alex yang mati karena waktu itu baku tembak tapi aku tak menyangka sepertinya ada cinta di antara kedua orang itu…" Nathan kecewa terdengar jelas dari suaranya yang begitu berat.


Orang yang dipercaya kini telah mengkhianati nya secara terang-terangan saat ini. Hatinya terasa sakit seakan tertusuk pisau, matanya juga terasa panas.


" Cinta memang membuat semua orang bodoh…" Monica yang berkata dengan kesal kini meninggalkan ruangan putranya.


" Kamu mau kemana?" Abhi bertanya sebelum sang istri benar benar keluar dari sana.


" Ayo kita kesana! Ibumu akan membuat kekacauan aku yakin dia akan melampiaskan ke semua sipir karena tidak bisa menjaga satu orang…"Abhi tau apa yang akan dilakukan oleh istrinya jika dia merasa kesal seperti sekarang.


Sedangkan Monica menatap garang ke depan tak ada kata ampun bagi siapa yang berani bermain-main dengan kelompoknya saat ini. 


" Dasar bodoh! Kalian menjaga satu orang saja tidak becus! Apa saja yang kalian lakukan ha?" Ocehnya dengan menatap semua orang sipir. 


Monica, Abhi serta Nathan yang sudah tiba disana kini langsung dengan nada tinggi memarahi para sipir yang juga panik berdiri di ruangan kepala tahanan.


" Maafkan kami Nona! Kami akan mencarinya hingga dapat."


Monica tersenyum miring menghampiri salah satu dari mereka yang menjawab perkataan dari nya. " Kau akan menangkapnya? Dengan apa heh?" 


Monica yang mencekik leher orang itu menatap dengan melotot dengan nada yang menakutkan. Di dalam kelompok Dio Della Morte tak ada yang berani menjawab perkataan Suhu jika dia sedang marah seperti sekarang, mereka semua akan menunduk ketakutan.


" Kau tau kami menangkapnya dengan menjebaknya dengan susah payah! Lalu kau akan menangkapnya dengan cara apa?" 


Orang itu seakan hampir kehabisan nafas dia yang sedikit membiru. " Nona tolong lepaskan orang saya! Kami bersalah dan kami meminta maaf!kami akan bertanggung jawab dengan mencarinya" Timpal kepala tahanan yang ingin menyelamatkan bawahannya.


" Uhuk…uhuk…" Monica melepaskan dengan cara yang kasar.


Plak!!


Bug!! 


Bug!!


Monica menamparnya, memukul wajahnya serta perutnya yang membuat kepala sipir itu tersungkur dengan cepat di lantai.


" Dasar bodoh! Kalian ingin mati konyol menangkap Alex dengan tenaga kalian yang tidak punya sedikitpun. Kau melawan ku saja tenaga kalian tak ada, bagaimana berhadapan dengan Alex…" Bentaknya.


" Maafkan kami Nona!" Kepala tahanan itu menyentuh perutnya yang terasa sakit karena pukulan Monica yang terlalu kuat dan kencang.


" Bangun!" Bentaknya lagi. 


" Suhu sudah hentikan!" Abhi yang ingin melerai nya kini malah mendapatkan tatapan mematikan dari wanita yang sudah kesal karena lawannya kabur dari sini.


Abhi mengangkat kedua tangan nya untuk mundur. " Oke! Oke! Aku tidak akan ikut campur, kamu bisa menghajar mereka sesuka mu, kau bisa menjadikan mereka samsak hidup-hidup. Tapi nanti setelah kita tau keberadaan brengse* itu."


" Bu ayolah jangan marah-marah dulu. Aku tau mereka bersalah tapi jangan seperti ini dulu. Saat ini yang lebih penting menemukan kedua target kita…" Timpal Nathan yang juga ada di sana.


" Percuma kau menghajar mereka sekarang, Alex tak akan mungkin kembali kemari jika kita tak segera bertindak mencarinya."


" Alex terluka parah Tuan! Aku yakin mereka berdua tak mungkin bisa kabur jauh dari area sini."


" Apa yang sudah kau lakukan untuk menemukan kedua orang itu?"


" Kami sudah menyebar beberapa tim di semua titik, kedua foto orang itu juga sudah kami sebarkan tapi kami juga tak menyebarkan ke internet karena itu akan memancing kakek tua dari Alex."


" Pintar juga dirimu! Tapi kalian akan tetap menjadi samsak ku jika tak bisa menemukan Alex."


" Sekarang aku ingin melihat CCTV! Siapa tau ada petunjuk dari sana!"


" Tentu Tuan!"