
" Saya tahu saya salah dalam hal surat itu Sir bahkan saya sadar saya juga salah tak memberitahu anda tentang penyergapan tersebut tapi saya tidak tahu jika rumah itu dipenuhi dengan bom hingga rumah itu meledak."
" Apa kau bodoh atau hanya pura pura bodoh, alarm di sana telah menyalah tanda bahaya akan terjadi tapi kau masih menyuruh mereka untuk masuk dengan cepat dan hanya kau yang tak masuk kesana. Kenapa, apa karena kau sudah tahu bahwa pasti ada jebakan yang telah dipasang disana?"
" Sir anda jangan menuduh saya seperti itu, saya tidak mungkin sengaja mengorbankan mereka saya sungguh tidak tahu apapun yang terjadi, saya berada di luar karena saya ingin mencari yang bisa saya temukan disana Sir. Saya mohon percaya pada saya dan beri saya kesempatan satu kali lagi…" Komandan Alex kini suaranya penuh dengan permohonan dia berharap Jenderal nya bisa berubah pikiran untuk tidak memasukan dirinya ke dalam penjara.
" Jika anda memberi saya kesempatan satu kali lagi saya janji saya akan menemukan pemilik rumah itu dan membawanya di depan anda untuk mempertanggung jawabkan yang telah diperbuat olehnya kepada anggota kita…" Sambungnya lagi dengan berharap ini adalah kesempatan terakhirnya jika dia bisa menemukan pemilik rumah itu maka bukan dia yang akan masuk ke dalam penjara.
" Kau mau mencarinya kemana heh? Ke dalam kuburan?" Excel menahan senyum nya.
" Apa maksudnya?"
" Bom itu adalah bom bunuh diri dan kita semua sudah melakukan tes DNA bawa orang itu adalah Toni orang yang memiliki rumah besar yang ada di sana dan dia juga telah meninggal dalam kejadian kemarin."
Alexander terkejut bukan main lagi lagi dia dibuat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Jendralnya. " Kau tak percaya lihat ini…" Excel melempar satu dokumen yang berisi tentang hasil DNA yang dikatakan tadi.
Alex tak percaya membaca apa yang ada di tangannya, dia sungguh tak percaya bahwa kejadian kemarin adalah bom bunuh diri. Kesempatan untuk kabur saat ini adalah sia sia dia yang ingin menemukan pemilik rumah untuk bertanggung jawab agar dia sendiri tak masuk penjara kini sia sia.
" Kau terkejut?" Excel mengambil berkas itu dan menutupnya dengan kasar.
" Kau tak akan bisa kabur dari tanggung jawabmu jadi menyerahlah jangan banyak argumen dengan ku, karena keputusanku adalah final kau harus masuk penjara dan mempertanggung jawabkan semua kesalahanmu."
Alex kini hanya diam dia tak bisa berkata apa apa lagi, kesempatannya untuk melarikan diri nyatanya harus dipatahkan oleh sebuah kenyataan bahwa pemilik rumah itu telah mati di sana bersama prajuritnya juga. Alex kini hanya bisa pasrah ketika tangannya telah di borgol dikaitkan dengan kasur rumah sakit tersebut.
Excel kini pergi dengan dia yang tersenyum melihat Alex hancur adalah kemenangan awal mereka, setelah ini tak ada yang bisa menghalangi mereka untuk menangkap siapa pelaku yang telah mereka cari selama ini. Alex hanya membeku di tempat tidur dia masih tak percaya semuanya hancur dalam sekejap.
" Maafkan saya Alex tapi saya tidak bisa membantah apa yang disuruh oleh Jenderal Excel kepada ku, sekali lagi maafkan saya…" Ketiga orang itu kini pergi meninggalkan Alex yang masih membeku tidak percaya bahwa tangannya telah di borgol dan dia adalah seorang tahanan sekarang.
Apa yang harus aku lakukan sekaran? Batinnya dengan masih bertanya tanya.
Dia yang harus berbuat apa malah membuatnya menjadi bingung, dia tak tahu harus bagaimana setelah ini tapi sisinya masih saja tak percaya bahwa dia akan merasakan tangan di borgol di saat dia masih terbaring tak berdaya di kasur rumah sakit.
Berita Alex yang di pecat dan di masukan ke tahanan dengan segera menyebar dengan cepat, mereka para tahanan kini menunggu mantan Komandan yang tidak memiliki hati bergabung bersama mereka di sel yang sempit serta berbagi makanan yang rasanya seperti sampa* itu.
Suara sorak dari para tahanan kini membuat ricuh semua orang yang berada di lapangan senang bukan main ketika mendengar apa yang dikatakan oleh orang yang membawa berita itu. Orang orang yang memiliki dendam kepadanya nya tak sabar menunggu dia masuk ke dalam sana.
" Mungkin dia dulu adalah seorang polisi yang tak mungkin kita lawan tapi lihatlah sekarang dia akan sama seperti kita, dia adalah tahanan yang akan sama seperti kita semua…" Orang itu adalah orang yang pernah di hajar habis habisan oleh Alex.
" Aku sudah menunggu waktu yang sangat lama untuk berhadapan langsung dengan orang ini, aku tak sabar menunggu dia bergabung disini bersama kita…" Tangannya mengepal dia menatap sinis ke arah depan.
" Kita akan segera memiliki mainan baru untuk kesenangan kita."
" Kita sudah lama tidak bermain yang membuat kita senang."
" Kau lihat Alex kita semua menunggumu di sini dan kau akan mendapatkan penyambutan kita yang meriah untuk Mantan Komandan yang terhormat seperti dia."
Semua para tahanan sepertinya hampir memiliki dendam kepada Alex karena dia yang kejam dia tak mengenal kata kata tidak,apa yang salah dan apa yang tak sesuai keinginannya maka dapat dipastikan orang itu akan dihajar hingga dia mau mengakui kesalahannya yang terkadang terlalu dibesar besarkan olehnya.
Dia yang masuk penjara adalah hal yang sangat menyenangkan bagi mereka semua karena doa mereka seakan terkabul untuk membalas dendam kepada Alex. Sedangkan Alex masih saja membeku dia masih syok dengan apa yang diterima olehnya.
Kenyataan pahit yang sulit diterima olehnya adalah dia yang masuk penjara dan dia dilepas dari jabatan tersebut. Dia yang membangun ini semua kini hancur seketika, dia yang hancur sangat hancur.
" Ini hanya awal, kau akan bertemu dengan adikmu di dalam sana, ku pastikan kalian akan mendapatkan siksaan di sana yang membuat kalian memohon untuk mati di dalam penjara, kau akan merasakan orang itu yang dihajar tanpa ampun bahkan kau akan merasakan makanan sisa dari orang yang memiliki rasa kasihan padamu…" Bryan yang mendengar kabar bahwa Komandan Alex kini adalah berstatus tahanan.
" Tapi Dad apa Toni benar benar bunuh diri dalam bom kemarin?"
Zac hanya tertawa mendengar pertanyaan putranya. " Jangan terlalu polos Son."
Setingginya jabatan hanya akan kalah dan tak ada gunanya jika kau menyimpan kebusukan, dan itu akan menjadi bumerang bagi kehidupanmu sendiri.
Bersambung Besok ya,mampir di Cinta Buta nya Kemal kepada Cevdav yang mencintai Aslan 🤗