Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pertengkaran 2



" Sayang maaf aku baru-" Tangan wanita itu terangkat ketika suaminya menyapanya dengan senyum seperti tak terjadi apa apa. 


Sang suami hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar ketika istrinya hanya diam dengan mengangkat tangannya untuk berhenti bicara. Suasana seakan mencekam semua orang yang ada di sana merasakan hawa tak enak. 


Mereka yakin ada sesuatu yang akan terjadi tapi entah apa, yang jelas mereka akan mendapatkan amukan dari seorang wanita yang ada di depannya saat ini. 


" Kalian berani pulang, berarti kalian sudah menyiapkan semua yang akan aku tanyakan!" Bariton dingin dari wanita itu membuat semua orang yang ada di sana merinding seketika.


" Sayang nanti kita bahas b-"


" Aku ingin kalian semua menjelaskannya bukan hanya satu orang! Tapi semua…" Ujarnya dengan penuh penekanan.


Semua nya yang ada di sana hanya bisa diam dengan tak bisa membantah, wanita yang ada di depannya kini hanya menunggu mereka menjelaskan semuanya.


" Tapi aku tau dari mana awal ceritanya jika bersama semua orang sayang…" Padahal sang suami saat ini tengah memikirkan cara untuk tidak membongkar semuanya dari awal.


" Bos sebaiknya kita katakan semuanya! Aku rasa Nyonya akan membuat kekacauan jika kita mengatakan dengan jujur!" Andre berbisik pelan di telinga bosnya.


Semua orang yang ada di sana tahu betul bahwa bosnya tak akan membuka semuanya dari awal. Bosnya masih ingin menutupi semuanya dari sang istri, padahal tatapan bos wanitanya saat ini sungguh ingin menerkam mereka hidup hidup.


" Aku tak butuh alasan mu Tua Zac Kozan! Saya ingin mendengar semuanya tanpa terkecuali. Semua nya yang kalian tutupi dari aku, aku ingin mendengarkannya secara langsung…" Tapi tampaknya sang istri paham bahwa suaminya masih belum ingin membongkar semuanya.


" Di sini aku adalah hakim kalian! Jadi aku tak ingin mendengar alasan apapun tentang apa yang kalian sembunyikan dari aku, aku tak ingin kalian bersengkongkol menyembunyikan ini semua…" Sambungnya dengan tetap menatap satu persatu dari wajah mereka yang saat ini tak bisa berkutik.


Zac menghela nafasnya dengan kasar ketika tatapan istrinya saat ini tak bisa di pungkiri bahwa sang istri kini menatapnya penuh dengan kecurigaan dan penuh penekanan.


" Dari mana aku harus menjelaskan nya sayang?"


" Kami juga tak tahu dari mana kami bercerita…" Timpal Abhi yang juga ada di sana. 


Valerie kini malah tersenyum sinis ketika kedua laki laki yang sangat dia percaya kini malah pura pura tak tahu harus cerita dari mana. Valerie sangat mempercayakan anak anak nya kepada sang suami dan sang kakak tapi nyata nya kini mereka seakan bersekongkol hingga membuat putranya harus mendekam di dalam penjara.


" Baiklah! Aku rasa kalian masih ingin menutupi semuanya dari ku dan aku tak masalah jika kalian masih ingin menutupi ku…" Senyum itu membuat semua orang yang ada di sana ketar ketir ketakutan.


" Aku ingin kalian bercerita dari awal, dari siapa Amel dan kenapa dia dibunuh!" Tatapannya kini berubah menjadi tajam dan wajahnya begitu serius.


Deg!!


Semua orang yang ada di sana kini saling menoleh satu sama lain, mereka tak percaya bahwa wanita yang ada di depannya bisa mengetahui tentang siapa Amel. Mereka hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar dengan rasa tak percaya.


" Kamu meremehkan aku Hubby? Apa kamu pikir aku tak tahu?" Kata kata nya sungguh membuat semua orang yang ada di sana mati tak berdaya.


Terpaksa aku harus mengatakan semuanya dari awal. Batin Zac dengan merasa ketar ketir tak percaya.


Siapa yang mengatakan tentang Amel kepada Valerie. Batin Abhi dan Andre yang juga ada di sana.


Habislah kita.  Batin Albert yang juga ada di sana.


" Katakan dengan sejujurnya! Dari awal hingga Bryan dan Antoni masuk penjara!" Lagi lagi Valerie menatap mereka dengan serius.


***


Pagi ini semua orang yang ada di sel tikus terlelap dalam tidurnya tapi deru langkah beberapa orang yang masuk ke dalam sana membuat telinga nya mendengar dengan jelas. Bryan yang memejamkan matanya tak benar benar tertidur sebenarnya dia terjaga.


Tap! Tap! Tap! Tap!


Deru langkah beberapa orang yang masuk ke dalam sel begitu banyak, tapi langkah mereka tak masuk ke dalam sel Bryan melainkan masuk ke dalam sel orang yang ada di depan Bryan.


Byuar!!! 


Suara teriakan dan suara air yang disiram ke arah orang itu membuat semua orang yang ada di sana langsung terbangun dengan segera. Pagi mereka di melihat beberapa algojo yang memakai topeng untuk menutupi wajah mereka.


" Bangun…" Satu orang dari algojo itu menarik paksa orang itu hingga orang itu bangun dari tidurnya.


" Ada apa lagi ini?" Tanyanya dengan gugup.


Bug!! 


Sebelum orang itu berkata apa apa lagi satu orang itu sudah memberikan pukulan tepat di ulu hatinya dengan cukup keras. Orang itu menunduk menahan rasa sakit pada perutnya.


Dua orang algojo yang ada di sana juga mengajar orang itu dengan membabi buta bahkan mereka sengaja mengeroyok satu orang yang tak berdaya. Teriakan ampunan dan memohon untuk mati pun terdengar menyayat hati yang mendengarnya.


" Hei lepaskan kami! Jangan berani melawan satu orang itu tapi lawan kami…" Semua orang yang ada di sana kini berteriak dengan memukul besi penjara hingga ada keributan di sana.


" Dasar bajing*n! Kalian polisi yang tak memiliki hati…" Sambungnya lagi.


Bryan hanya diam mendengar teman temannya yang ada di sana kini mulai memberontak tak karuan di sana tapi nyatanya para orang orang itu masih saja menghajar orang itu hingga mereka sudah tak mendengar teriakan orang yang dihajar membabi buta itu.


" Kalian ingin membunuhnya karena dia mengetahui siapa pembunuh dari kasus nya. Kalian menghajarnya karena dia tak ingin mengakui kesalahan orang lain. Hentikan atau aku akan naikkan kasus ini kepada pengacara ku…" Bryan yang duduk santai tanpa melihat ke orang orang itu.


Apa yang dikatakan Bryan kini membuahkan hasil mereka semua berhenti menghajar orang itu. Kedua algojo itu kini melempar orang itu yang sudah tak berdaya hingga terjatuh ke lantai dengan pingsan.


Semua algojo langsung berbalik menatap ke arah Bryan dengan tatapan tak suka. Untuk pertama kalinya ada yang membongkar maksud dari mereka.


" Jaga bicaramu! Jika dia tak membuat ulah maka kami tak akan menghukumnya…" Satu algojo menghampiri Bryan yang masih berada di dalam sel tersebut.


Bryan tersenyum sinis dengan melirik ke arah algojo itu. " Kau pikir aku bodoh! Dia sudah mengatakan semuanya kepada kami. Jadi kalian tak perlu menutupinya."


Algojo yang ada di sana hanya diam tak berkutik kembali, mereka tak menyangka tahanan yang dihajar pada akhirnya membuka semuanya. Bryan bangun dari duduknya berjalan mendekat ke arah algojo yang berdiri di sana, kini mereka hanya dibatasi oleh besi besi sel tersebut.


" Sekali lagi kalian menghajar ku pastikan kalian akan menyesal…"Ancamnya dengan serius.


" Kau mengancam kami? Jika kami laporkan maka kamu akan dihukum lebih lama…" Ancam balik.


" Saya tidak takut komandan!" 


Hai semuanya selamat hari jumat menuju hari weekends ya 🙂 jangan lupa yang belum kasih vote dan hadiah bisa kasih hari ini 🙏 jangan lupa mampir juga di Forget Love Wanita Binal 18+ yang ada di Fiz*z*o ya 🙏 makasih semuanya 🤗