Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pengancaman 1



" Dokter Angel ada pasien yang harus kau tangani!" Angel yang ada di ruangannya segera menatap ke arah seorang dokter juga.


" Kenapa bukan anda saja Dok? Saya belum selesai dengan laporan saya…" Angel sedikit heran karena tadi Dokter yang satu ini meminta dirinya untuk segera membuat laporan ini segera diberikan kepada pihak rumah sakit tempat mereka bekerja.


" Dia tak ingin aku yang menanganinya, dia ingin anda yang datang untuk mengecek kondisinya…" Angel membuang nafasnya dengan kasar.


" Baiklah! Apa yang terluka?" Angel berdiri dari tempat duduknya dia mau tak mau kini harus mengutamakan seorang pasien.


" Tangan nya serta bekas tusukan di perut nya juga sedikit mengeluarkan darah!"


Angel lagi-lagi membuang nafasnya dengan kasar dia tau siapa pasien yang dimaksud tersebut. Dengan tatapan datarnya dia pergi dari ruangan tersebut menghampiri pasien yang meminta dirinya yang menanganinya.


Ceklek!!


Angel masuk dengan tatapan sinisnya, tak ada senyum yang menghiasi wajah wanita cantik ini. Dia berjalan mengambil semua yang diperlukan olehnya. Sedangkan pasien itu menatapnya dari pertama Dokter itu masuk hingga duduk di depannya.


" Apalagi yang membuatmu terluka?" Tanyanya dengan sinis tapi dia tetap melakukan tugasnya.


" Seperti biasa mereka menyerangku, tapi aku tak apa semuanya akan baik-baik saja jika kau yang merawatnya…" Katanya dengan dia menatap ke arah Angel.


Angel kembali membuang nafasnya dengan kasar. " Jangan membuat masalah karena ini menyusahkan aku!" 


" Aku tahu!"


" Lain kali jika anda terluka sebaiknya jangan meminta ku untuk mengobatinya karena pekerjaan ku di sini tak mengurusmu! Kau dengar itu…" Suaranya yang sedikit membentak membuat sang pasien hanya bisa diam.


" Aku hanya merasa nyaman karena kamu adalah putri dari orang ku dulu, tapi jika itu membuat mu-"


" Aku tak nyaman anda berada disampingku. Saya di sini untuk bekerja bukan untuk main-main…" Potongnya dengan cepat. Meskipun kata-katanya dari tadi terdengar sinis dia masih tetap melakukan tugasnya.


Kini tak ada pembicaraan lain, mereka sibuk dengan apa yang ada di pikiran mereka masing-masing. Angel sibuk dengan tugasnya yang mengganti perban yang ada di perut pasien itu karena luka tusuk yang kemarin.


Apa aku memiliki kesalahan hingga dia sangat membenciku?" 


Benaknya bertanya-tanya meskipun dia sibuk dalam pemikirannya tapi matanya masih sangat mengamati wajah Angel dengan berbagai pertanyaan yang ada.


" Dokter bisakah saya meminta bantuan anda kali ini?" Setelah hampir setengah jam tak ada pembicaraan lagi kini pasien itu membuka suaranya lagi.


" Sudah kuduga bahwa kau akan meminta sesuatu dari ku…" Senyumnya miring dengan sinin. " Katakan?" 


" Aku hanya meminta kamu menghubungi pengacara ku, aku ingin dia datang kemari besok ada yang ingin aku tanyakan kepada nya."


" Kenapa kau tak meminta kepada Sipir untuk menghubungi nya?"


" Aku sudah katakan dari kemarin tapi sepertinya Sipir sengaja tak memberi kabar kepadanya hingga dia tak datang kemari."


Angel menatap pasien itu dengan tatapan datarnya. " Apa anda tau kenapa seorang Sipir tak ingin membantu anda?" Pasien itu hanya menggeleng.



" Karena apa?" Tanyanya dengan dia yang tak tahu maksud dari wanita yang ada di depannya.


" Karena saya rasa sewaktu anda memiliki jabatan yang tinggi anda memiliki sifat yang begitu arogan, pimpinan yang kejam di mata orang-orang di bawah anda, dan sekarang lihatlah tak ada satupun teman yang ada di sini untuk melihat anda atau memberikan dukungan kepada anda…" Angel menekan kata-katanya dengan sinis.


" Sekarang seharusnya anda sadar kesalahan anda di mana. Saya katakan bahwa jabatan anda sekarang tak ada gunanya di sini. Bukan anda yang berkuasa tapi para Sipir yang memiliki hak di sini. Jadi jangan andalkan jabatan yang sudah hilang dari pundak anda."


Pasien itu terdiam dengan tatapan sendunya. " Ini sudah selesai saya harus pergi."


" Tapi-"


" Tak ada tapi Tuan Alex, berusahalah sendiri untuk menghubungi pengacara anda dengan cara anda sendiri. Saya disini tak ingi  debat yang membuat hari saya hancur, bertemu dengan anda saja sudah membuat setengah hari saya hancur."


Angel yang ingin pergi kini tak jadi ketika tarikan tangan Alex yang tiba-tiba menariknya hingga membuat Angel bertambah kesal.


" Saya mohon hanya kali ini, saya hanya ingin bertemu dengan nya. Saya tidak tau harus meminta tolong kepada siapa lagi jika bukan kepada anda."


" Saya tidak ingin ikut campur dalam urusan anda. Saya disini untuk bekerja masalah pasien bukan diminta untuk menghubungi pengacara anda…" Tolaknya dengan keras. " Lepaskan tangan saya."


" Tidak! Saya tidak akan membiarkan anda pergi sebelum anda menolong saya." 


" Jika tidak saya akan berteriak…" Ancamnya.


" Saya mohon tolong bantu saya! Saya tadi melukai tangan saya sendiri agar saya bisa datang kemari dan saya juga sengaja melukai perut saya agar berdarah agar saya bisa bertemu anda…" Lirihnya dengan menatap Angel penuh dengan permohonan. " Saya hanya ingin tahu apakah adikku sudah ketemu apa belum? Hanya itu."


Angel menatap mata Alex ada pancaran permohonan serta kata yang begitu terpendam. " Saya mohon! Jika kamu meminta saya untuk berlutut atas kematian Ayahmu maka aku akan berlutut untuk meminta maaf, jika saya harus memohon dengan mencium kedua kaki anda saya akan lakukan asal anda bisa membantu saya."


Angel menghempaskan tangan nya dengan kasar, dia tak tau harus berbuat apa yang jelas hatinya masih tak tergerak sedikitpun tentang kata-kata yang diucapkan oleh laki laki yang ada di depannya. Angel tak peduli dia menutup mata dan hatinya dia pergi.


Bug!! 


Suara yang keras membuat Angel menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya melihat Alex yang sudah ada di lantai dengan dia yang berlutut dengan menatap ke arah dirinya. Tangannya yang terluka kini digenggam erat oleh dirinya sendiri hingga darah langsung merembes dari telapak tangannya.


" Apa yang kau lakukan?" Katanya dengan setengah emosi.


Alex tak peduli harga dirinya saat ini jatuh di depan wanita ini yang dipikirkan saat ini adalah dia harus bicara kepada sang pengacara. 


" Aku akan melukai diriku sendiri jika kamu tak ingin membantuku!" 


" Aku tak akan pernah membantumu karena itu bukan kewajibanku!" Angel menghela nafasnya dengan berat dia melangkah mendekati Alex dengan dia yang harus menghentikan darah itu kembali.


Maafkan aku jika berbicara baik tak bisa maka terpaksa aku harus melakukan ini.