
Byuar!!
Bryan dan Antoni kini menyiramkan air kepada kedua orang yang sama sama terikat dengan satu tali di sekujur tubuhnya. Mereka yang tadi pingsan kini segera bangun dengan menatap sekitarnya dengan perasaan yang bingung dan tanda tanya.
“ Akhirnya kalian berdua sadar! Selamat datang di markas kami...” Suaranya dingin bahkan wajah tampan nya kini menakutkan.
“ Kita dimana?” Tanyanya dengan dia yang menahan sesuatu yang terasa sakit.
Mata nya melihat kaki nya yang sudah di balut perban. “ Apa kaki ku?”
“ Kita sudah mengeluarkan peluru yang bersarang di kaki mu dan bahu mu. Aku melakukan itu karena aku tak ingin kalian mati dengan mudah. Kalian harus merasakan penderitaan atas perbuatan kalian.”
“ Dimana Alex dan Nicolas...” Teriaknya dengan sedikit memberontak karena dia ingin sekali melihat kedua cucu nya yang dari tadi sepertinya tak ada di sana.
“ Diamlah Kakek Tua jangan selalu berteriak nanti kau sulit sekali untuk bicara...” Timpal Antoni yang juga ada di sana.
“ Dasar bajingan aku bersumpah Tuhan akan menghukum kalian lebih dari kalian menghukum kita...” Sumpahnya malah membuat kedua laki laki yang ada di sana tertawa keras.
“ Sejak kapan kau menjadi religius sekarang?”
“ Mungkin sejak nyawa nya ada di tangan kita bos...” Kedua orang itu kini kembali tertawa mengejek.
“ Dasar bajingan. Jika aku tahu akar masalah ini ada padamu dan pada Sarah wanita itu. Aku sudah membunuh nya lebih dulu.”
Bugh!! Bugh!! Dua pukulan kini melayang begitu saja. Bryan merasa geram karena ucapan dari Aaron yang terus saja berkata untuk membunuh wanita nya Sarah.
“ Dengar Aaron kau di sini hanya akan menjadi boneka ku yang siap untuk aku bunuh jadi jaga bicara dan jangan bertingkah...” Bryan yang tadi mencengkram dagu nya kini dilepaskan dengan paksa.
“ Bryan jangan kurang ajar kepada nya..” Erik yang ada di sana kini tak terima melihat bos nya di perlakukan seperti itu oleh Bryan.
Bug!!
Bryan dengan kasar menendang dagu Erik hingga keras yang membuat dirinya hampir tersungkur ke belakang beserta Aaron. Untuknya Erik serta Aaron terlalu pandai menyimbangkan tubuhnya agar mereka tak terjatuh saat ini.
“ Lebih baik kalian berdoa agar aku tak membunuh kalian lebih dulu.”
“ Lebih baik kau bunuh kami dari pada kami kau siksa seperti ini...” Minta nya dengan tegas dan cepat.
“ Ayolah Erik aku masih ingin main-main dengan mu.”
Bryan memberikan kode pada Antoni untuk membantu mereka untuk berdiri. Antoni dengan kasar membangunkan mereka berdua yang tadi duduk di lantai kotor. Bryan menyuruh dua orang masuk dengan cepat sedangkan dia kini tengah duduk di salah satu kursi dengan tingkahnya yang sombong.
Dua orang yang masuk itu memiliki tubuh yang tinggi badan yang kekar serta kulitnya yang hitam dia tersenyum miring melihat kedua orang yang terikat menatap dirinya dengan penasaran. Laki laki itu bernama Butter,Batter, laki laki kembar yang selalu menjalankan eksekusi untuk para musuhnya.
Butter hanya tersenyum senang hatinya bersorak senang harus menyiksa para musuh-musuhnya dengan cara yang tak bisa dibayangkan sama sekali.
“ Apa yang akan mereka lakukan?” Tanya nya dengan panik ketika melihat mereka memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri serta mengepalkan tangan nya yang hampir terdengar suaranya.
Kedua orang itu kini maju secara bersamaan dan Aaron serta Erik kini juga mundur. Mereka yang maju tapi membuat lawan mereka semakin mundur hingga membuat mereka menabrak dinding yang membuat mereka tak bisa lari dari sana.
“ Kalain tak akan bisa lolos dari kita...” Senyum nya mengerikan ketika tangan mereka berdua secara bersamaan mencekik Aaron dan Erik dan mengangkat tubuh mereka.
Kaki Aaron dan Erik kini menendang apa saja yang kena tapi nyatanya hanya angin yang mereka tendang. Tubuh Butter dan Batter kini terlalu sulit untuk mereka gapai. Aaron dan Erik yang sudah memerah kini memilih untuk pasrah di banding untuk memberontak karena memberontak pun juga percuma karena mereka tak bisa menjangkau kedua orang yang berbadan hitam tersebut.
Bugh!!
Kedua orang itu kini melihat Erik dan Aaron yang hampir kehilangan nafasnya kini dengan cepat melempar tubuh mereka ke arah bos nya hingga membuat kedua orang itu benar-benar tersungkur tepat di depan kaki Bryan dengan mereka yang sulit bangun dan meringis kesakitan.
Bryan hanya tersenyum miring karena melihat kemampuan mereka yang hanya sebatas itu. “ Bangun lawan orang ku. kau ingin membunuhku bukan? Maka bangun dan lawan aku...” Perintahnya dengan suara yang benar-benar mengejek.
Erik dan Aaron kini saling bertatapan dengan rencana yang ada di mata mereka. Kedua orang itu kini bangun dengan cepat dan berlari ingin menyerang Bryan dengan tubuh mereka yang terikat.
Bugh!! Butter dan Batter yang ternyata bisa membaca jalan pikiran itu dengan cepat menyeret mereka menjauhi bos nya dan melempar kan mereka kembali yang membuat punggungnya terbentur meja yang membuat meja itu terbelah menjadi dua.
“ Argh...” Erik serta Aaron berteriak bersamaan merasakan sakit pada tubuhnya yang terkena meja dengan kasar.
“ Harusnya kalian memohon hidup pada kami bukan malah ingin menyerang bos kami heh...” Butter menghempaskan kepala Erik yang tadi sudah berjongkok di depan kedua orang yang masih meringis kesakitan bukan main.
Antoni kini melemparkan alat yang cukup besar untuk mereka. Baater dengan cepat mengangkat alat itu dengan mudah. Erik dan Aaron yang masih merasakan rasa sakit kini sedikit terkejut mereka seakan ingin melarikan diri dari tempat itu tapi tak bisa yang membuat mereka terpaksa hanya bisa menghindari kedua orang kembar yang sangat kejam tersebut.
“ Tidak! Jangan lakukan. Aku ga mau...” Aaron berteriak dia tahu apa yang akan terjadi setelah melihat alat yang sudah ada di tangan mereka.
“ Rasa sakit ini belum hilang jangan lakukan. Ku mohon...” Timpal Erik yang juga tak mau merasakan rasa sakit itu kembali.
Tapi Butter dan Batter tak peduli mereka hanya tersenyum sinis dengan merasa sangat senang. “ Kalian tak ingin merasakan nya? bisakah kalian untuk minta maaf pada bos ku?”
“ Aku minta maaf. Tolong ampuni nyawa kita berdua. Aku hanya orang tua yang selalu membela cucu nya yang sangat aku sayangi. Jika mereka bersalah aku bersedia menyeret mereka ke dalam penjara...” Lirih nya dengan memohon.
Lebih baik mengakui kekalahan mereka dari pada melawan. Karena melawan pun akan percuma karena tak ada yang bisa mereka lakukan saat ini.
“ Aku akan menyerahkan diri kepada polisi dan menjalankan hukuman ini dengan berat tapi biarkan kami hidup. Aku ingin hidup...” Mohon nya. Erik juga tak akan melawan karena dia masih ingin hidup. Semua orang yang ada di sana kini tersenyum.
“ Ah.... ah... ah....” Sengatan listrik itu kini langsung menjalar ke kulit Erik dan Aaron dengan segera. Kedua orang itu tak butuh waktu lama untuk mereka tak sadarkan diri.
Butter dan Batter tak peduli dengan suara mereka yang memohon untuk tidak melakukan nya. Nyatanta kedua orang kembar tersebut dengan segera melakukan sengatan listrik yang membuat kedua orang itu tak sadarkan diri kembali.