
“ Bagaimana kalian sudah menemukan Bryan dan Antoni...” Arya kakek tua itu saat ini sedang duduk di kursi goyang nya memejamkan matanya menunggu kabar dari orang orang nya yang saat ini sedang mengejar kedua orang mata mata.
“ Maaf Tuan Arya kami tak berhasil menemukan mereka...” Arya yang dari tadi memejamkan matanya kini langsung membuka nya dengan tatapan yang begitu nyalang.
“ Apa? Kalian tak menemukan nya?”
“ Mereka cepat sekali kaburnya Tuan, kami sudah menelusuri semua daerah sekitar tapi tak ada satu di antara mereka yang kami dapatkan...” Ucap orang itu dengan gugup serta bergetar, hanya karena tatapan yang menakutkan orang itu bergetar hebat.
Arya kini berdiri berjalan menghampiri dua orang yang membawa kabar yang tidak menyenangkan saat ini, harapannya hanyalah angin kosong.
Plak! Plak!
Kedua orang itu kini terkena tamparan yang keras hingga membuat orang itu kini langsung mengeluarkan darah segar dari ujung bibirnya.
“ Berapa banyak orang yang ada bersama kalian tadi hah?”
“ Ada sepuluh orang bos.”
“ Sepuluh orang?” Arya mengulangi kata kata nya. “ Sepuluh orang membawa dua orang saja tak mampu, dasar tolol.”
Arya begitu geram. “ Kalian disini ada banyak tapi kalian tak bisa melihat gerak gerik dari mereka berdua, kalian tak sadar mereka lah penyusup yang ada disini. Apa saja yang kalian kerjakan selama ini. Aku membayar kalian mahal bukan hanya untuk tidur, tapi untuk mengintai apa saja yang membahayakan di sekitar ku.”
“ Maafkan kami Tuan kami lalai dalam hal ini, kami kecolongan maafkan kami.”
“ Kau yang bertugas disini, kau yang memiliki anak buah yang aku percaya tapi kau tak tau bahwa ada dua orang yang siap menikam ku dengan pisau rumahku sendiri, apa saja yang kamu kerjakan James?”
“ Tuan mereka terlalu pintar bersandiwara dan membolak balikan keadaan, kami sungguh tak sadar bahwa mereka orang penyusup yang ingin menghancurkan kita. Aku salah Tuan, aku siap dihukum tentang ini.”
Semua orang memang menyadari kepintaran sandiwara yang dilakukan oleh kedua orang yang saat ini menjadi penyusup itu. Berbulan bulan kedua orang itu ada di sekitar sana tapi hari ini Arya baru menyadari bahwa ada pengkhianat diantara mereka semua.
“ Sekarang dimana Erik?” Arya meredam emosinya karena percuma, meskipun dia marah dan membunuh mereka semua kedua orang itu sudah bisa kabur dari mereka semua.
“Sejak tadi kita tak melihat Erik.”
“ Kami tadi berpisah Tuan. Saya mengejar Antoni dan Erik mengejar Bryan.”
“ Panggil Erik dan katakan untuk segera menemui ku.”
“ Tuan maafkan saya yang datang terlambat...” Erik yang masuk kini mendengar bos nya mencari dirinya.
Arya menoleh ke arah Erik yang tak siapapun di belakangnya. Arya mengepalkan tangan nya menahan rasa marah karena semua orangnya tak ada yang berhasil membawa orang yang dicari saat ini.
“ Kau juga tak berhasil membawa salah satu dari mereka?, mengecewakan.”
“ Bos maafkan saya yang tak bisa membawa nya tapi saya memiliki kabar lain.”
“ Apa?”
Erik kini membisikan sesuatu yang membuat wajah murung dari Arya kini terlihat senang bukan main. Ada senyuman nya di ujung bibinya, senyuman devil yang siap menemukan target nya saat ini.
“ Kau yakin dengan rencanamu itu?”
“ Percayakan kepadaku Tuan, saya pastikan ini semua pasti berhasil. Dan aku yakin tebakan ku benar.”
“ Lalu kau sudah melakukan rencanamu itu?”
Erik tersenyum licik ketika bos nya bertanya dengan harapan bahwa rencananya itu sudah dilakukan orangnya saat ini.
“ Anda ingin melihatnya?”
“ Tentu, ini kabar yang sungguh menggembirakan. Pasti aku ingin melihat nya.”
“ Mari Tuan ikut dengan saya.”
James dan satu orang yang ada disana kini sama sama heran kabar bahagia apa yang mampu mengubah expresi marah yang ada di wajah Arya kini berubah menjadi senyum bahagia. Semua orang mengikuti langkah Erik keluar.
**
“ Apa masih tak ada pergerakan dari mereka?” Albert kini menghubungi seseorang yang dari tadi mengintai orang besar yang saat ini ditempati oleh Arya dan beberapa orang nya.
Albert tau keberadaan klien nya itu karena dia yang pura pura bertanya dan dengan rasa percaya dirinya bahwa Albert adalah hanya sebatas pengacara dengan mudah memberikan alamat yang ditempati saat ini.
“ Tak ada pergerakan apapun bos, aku rasa Alex belum tahu keberadaan kakeknya saat ini. Disini tak ada yang terlalu penting. Semuanya berjalan biasa tak ada yang mencurigakan.”
“ Baiklah kalian awasi saja mereka siapa tau dua atau tiga jam kedepan ada yang membuat kita akan menyergapnya.”
“ Baik bos, tapi tunggu dulu, ini ada satu mobil masuk dengan tiga orang yang ada didalamnya.”
“ Apa orang penting yang datang?”
“ Hanya asistennya bos, tapi ini mencurigakan bos. Dia datang dengan tersenyum senang seperti dia habis mendapatkan undian yang besar.”
“ Cari tau siapa tau dia sudah menemukan keberadaan Alex tapi tunggu, jika kakek tua itu mendapatkan kabar bahwa Alex kabur dengan seorang teman nya pasti dia memberi tahu ku atau bertanya padaku, tapi ini dia tak berkata apa apa kepadaku. Jadi kemungkinan besar ini tak ada hubungan nya dengan Alex tapi ada hal lain yang membuat orang itu senang saat ini.”
Albert menunggu apa yang dilihat oleh orang orang nya saat ini. “ Tunggu sebentar bos sepertinya ada satu orang yang bertahan di dalam mobil. Tadi ada tiga orang yang ada di dalam mobil tapi hanya dua orang yang keluar.”
Semua orang kini menunggu kejutan apa yang membuat Erik asisten serta tangan kanan dari laki laki tua Arta bisa tersenyum bahagia seperti ini.
“ Kau sudah menemukan jawabannya?” Albert sungguh tak sabar menunggu apa yang terjadi.
“ Tak ada apapun bos, tapi tunggu mereka keluar berjalan menuju ke mobil. Aku rasa kejutan itu ada di mobil yang telah di bawah Erik tadi.”
“ Jika bukan Alex siapa yang datang menemui Arya saat ini.”
“ Kau tak bisa melihatnya? Atau kau bisa maju lebih dekat?”
“ Erik aku tak sabar dimana dia?”
“ Di Belakang bos.”
“ Di belakang?” Erik mengangguk.
Arya berjalan dengan tak sabar terlihat jelas wajahnya begitu terlihat senang. Erik membuka mobil belakang nya dan dengan senyum yang begitu senang melihat nya.
“ Kau seharusnya memberikan rasa nyaman kepada tamu kita Erik.”
“ Ayo keluar...” Erik dengan cepat menyuruh seseorang yang ada disana keluar dengan segera.
“ Nona Sarah.” teriaknya yang tertahan dan terkejut siapa yang ada di antara mereka saat itu.
Bersambung besok lagi ya,
Selamat malam minggu buat kalian yang sedang berada di mode kencan 😁, selamat berleyeh leyeh untuk para emak ema cantik 😍,
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen ....
Beri ulasan 😍
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
Makasih banyak sayang dan Satnight untuk kalian semua 🥰😍