
" Sekali lagi terima kasih banyak Tuan Al, saya sangat banyak berterima kasih karena anda mau berdiri di sini bersama kami…" Wajahnya terlihat begitu tenang dengan dia yang sedikit tertawa.
Terlihat jelas bahwa ada kemenangan di mata laki laki tua itu, wajahnya begitu tenang dan lega.
" Tuan Aaron sepertinya saya harus pergi banyak hal yang saya ingin urus. Masalah Alex nanti saya akan kabari anda lebih lanjut."
" Silahkan Tuan Al, saya harap anda selalu membawa kabar baik untuk saya."
" Saya akan selalu membawa kabar baik untuk anda Tuan Aaron…" Senyumnya penuh dengan kelicikan tapi tak ada yang tau bahwa senyum itu menyimpan banyak cara untuk menghancurkan mereka semua.
Mereka hanya menunggu waktu untuk saling menghancurkan, hanya saja untuk saat ini waktu itu belum tepat untuk saling menghancurkan. Mereka dengan sabar menunggu hari yang tepat untuk saling membunuh saat ini.
\=\=\=
" Alex kau sudah lebih baik dari kemarin? Luka mu juga sudah mengering dengan cepat…" Angel yang hari ini memeriksa keadaan Alex mengatakan kondisi luka tembak yang ia dapatkan dari beberapa hari yang lalu.
" Ini semua berkat anda Dok! Terima kasih…" Kali ini wajah Alex terlihat lebih segar dari sebelum nya. Biasanya laki laki ini setiap hari memiliki luka lebam di wajah nya.
Angel tak menjawabnya dia kembali mengambil obat-obatan. " Minumlah ini."
Tanpa bertanya apapun Alex menerima obat yang telah di berikan oleh wanita itu. Hati Alex merasa sedikit senang setidaknya di tengah masalah yang ada saat ini dia begitu senang karena ada sosok yang memperhatikannya. Angel sosok wanita yang sempat dipikirkan olehnya waktu itu, rasa marah Angel yang membuat dinding tebal di antara mereka berdua.
Sedangkan saat ini seakan dinding itu perlahan demi perlahan hancur ketika mereka saling berdekatan, meskipun Angel hanya melakukan tugasnya tapi Alex senang ada yang membelanya di sini. Alex begitu terharu ketika dia melihat ketulusan Angel untuknya, membelanya bahkan sempat memperjuangkan agar dirinya bisa tetap di rawat di sini.
" Sebentar lagi aku harus kembali ke dalam kamarku yang sebenarnya…" Dia tersenyum kecut serta ada kesedihan ketika dia harus sadar bahwa mereka harus berpisah karena mereka tak akan bertemu lagi.
" Kau harus kembali, fasilitas tempat tidurmu beberapa hari terlalu nyaman hingga membuatmu lupa bahwa kau adalah seorang tahanan…" Jawabnya dengan ketus.
Alex tak terlalu mengambil hati apa yang dikatakan oleh Angel, meskipun terdengar kata kata nya sinis tapi Alex yakin itu hanya di bibirnya tapi tidak di hatinya.
" Iya aku tak akan pernah lupa tentang aku yang seorang tahanan…" Angel menghela nafasnya dengan berat lalu menatap nya sebentar lalu kembali fokus dengan perban yang ia ganti.
" Kapan sidang pertama mu?" Tanyanya dengan mengalihkan pertanyaan.
" Entahlah! Aku juga belum tau tanggalnya, mungkin sedang diusahakan pengacara ku."
" Tunggu! Bukankah kamu kemarin menghubungi pengacara mu? Apa dia akhirnya datang kemari?"
" Aku rasa dia datang hanya saja para Sipir mungkin tak mengizinkan kami bertemu. Seorang tahanan seperti ku tak akan mendapatkan fasilitas lebih…" Alex lagi lagi tersenyum getir dia tau apa yang dia lakukan saat ini adalah kesalahan tapi tak ada satu sipir pun yang membantunya padahal jika diingat-ingat Alex juga dengan mudah menuruti apa yang mereka mau sewaktu Alex menjadi kepala komandan kriminal.
Alex menatap ke arah Angel ketika secara tidak langsung wanita itu menawarkan dirinya untuk membantunya, padahal kemarin dia yang terus terang tidak akan membantunya sedikitpun tapi sekarang dia yang menawarkan secara sukarela.
" Katakan kau ingin aku melakukan apa? Aku bisa membantumu!"
" Kau yakin?" Angel mengangguk dengan cepat.
Alex menatap sekelilingnya dengan hati hati, mencari kamera yang mungkin di letakkan di sana saat ini. " Aku mau kau membantuku untuk kabur dari sini!" Gumam nya dengan pelan.
" Kau gila!" Angel yang langsung berdiri ketika laki laki yang dikira akan berubah itu nyatanya masih suka memanfaatkan kedekatan mereka.
" Kau tadi yang menawarkan diri untuk membantuku dan yang aku butuhkan saat ini adalah keluar dari sini. Hanya itu. Selain itu aku tak butuh apapun…" Alex menatap Angel dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sedangkan Angel hanya menggeleng dengan pelan dia tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh laki laki yang satu ini. Dia yang ingin berbuat baik kepadanya nyatanya masih ingin dimanfaatkan olehnya.
" Kau tak berubah Alex, kau masih saja memanfaatkan orang untuk kepentinganmu. Kau yang meminta ku untuk membawa mu kabur dari sini, kau kabur dengan senang lalu nasibku yang akan menjadi buronan yang akan menggantikan posisimu di sini…" Angel berkata dengan nada sinisnya dia tak menyangka orang yang dia bela nyatanya masih bisa berbuat seperti ini kepada dirinya.
" Jika kau membawa ku kabur dari sini mana mungkin aku membiarkan kamu di tangkap mereka, aku juga bukan orang yang bodoh Angel. Aku akan membawamu kemana aku pergi…" Tawarnya lagi.
" Dan kau lari dari rasa tanggung jawabmu kepada para prajurit yang mati sia-sia. Mereka rela mengorban nyawanya untuk melindungi dirimu, tapi lihatlah dirimu sungguh memalukan…" Cibirnya dengan dingin.
" Angel kau tak akan mengerti posisiku, ji-"
" Kau yang tak mengerti tentang posisimu. Harusnya kau terima hukumanmu bukan malah berpikir untuk kabur dari sini. Aku yang membantumu di sini, aku rela berbicara kepada kepala sipir agar kau tak di beri hukuman tambahan tapi kau malah ingin memanfaatkan kebaikanku saat ini. Seharusnya aku tak pernah berbuat baik kepadamu…" Angel yang mengatakan itu kemudian membereskan alat-alatnya yang kemudian membawanya pergi dari sana.
" Angel.. Angel…" Teriaknya dengan berusaha dia yang ingin menghentikan langkah wanita itu.
Tapi dia yang setia diborgol itu nyatanya tak bisa berbuat apa-apa selain dia hanya berteriak dengan memberontak pun juga percuma karena dia juga tak bisa berbuat apa-apa saat ini.
" Sial.. Sial…" Umpatnya dengan kesal.
Alex yang berpikir bahwa dokter itu akan mau membantunya kini hilang sudah, harapannya untuk kabur kini lenyap karena penolakan dari orang yang dia pikir akan membantunya.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang? Angel pasti akan sangat marah padaku, seharusnya tadi aku tak mengatakan apapun padanya…" Menyesal tak ada gunanya. " Sial.. sial…" Sambungnya dengan dia yang merasa kesal saat ini.Dia telah menyesal karena pikirannya harus dikatakan kepada wanita itu.
Sedangkan Angel merasa kesal karena laki laki yang ditolong itu kini mana ingin memanfaatkan kebaikannya. " Dia tak akan pernah berubah aku yakin dia tak akan pernah berubah…" Ucapnya dengan kesal saat ini sekaligus tak menyangka dengan apa yang dia dengar tadi.