Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Kabur 1



Hai para Readrs setia yang masih menunggu di sini 😊 Mince minta maaf karena lama ga ada kabar di sini karena di dunia nyata rupanya lebih tak bisa di tinggal ☺


Lanjut lagi yuk dengan babang tampan kita ☺ selamat berhalu kembali šŸ˜


__________


" Alex kau masih kuat untuk berjalan lagi?" Alex hanya mengangguk meskipun kaki nya terasa sakit dia masih berusaha dengan sisa tenaga nya saat ini.


" Apa kita sudah jauh?"Ā 


" Sepertinya kita sudah lumayan jauh! Tapi kita harus lari lagi agar tak ada yang bisa menemukan kita. Aku yakin saat ini mereka sedang berusaha mencari kita…" Ucapnya dengan mereka yang masih berjalan pelan dengan Alex yang masih di bopong.


" Kau bisa menghubungi pengacara ku katakan kita butuh bantuan!"


" Tidak! Aku tak bisa menghidupkan ponsel ku, semuanya akan terlacak! Dokter Nathan pasti sudah melacak keberadaan ku saat ini. Kita hanya perlu tempat untuk bersembunyi sementara lalu kita akan pikirkan apa yang selanjutnya kita lakukan."


" Baiklah!" Alex saat ini tak memiliki banyak pilihan saat ini dia lebih memilih mengikuti apa yang dikatakan oleh Angel.


Mereka yang sudah jalan jauh menahan rasa lelah menahan rasa sakit menahan rasa lapar serta dahaga kini mereka lakukan bukan untuk apa apa tapi mereka lakukan agar mereka berdua tak tertangkap lagi.


Ceklek !!!


Mereka berdua kini tiba di sebuah rumah yang dimana Angel selalu tempati. Rumah yang tetap sama seperti dulu tak pernah berubah sama sekali. Sejak kematian sang ayah dia tak pernah kemari karena rumah ini adalah tempat yang dimana masa kenangan paling banyak bagi keluarga mereka.


" Pelan-pelan kau bisa duduk di sini sebentar…" Angel mendudukan Alex ke sebuah kursi. " Sorry rumah nya banyak debu!"


" Tak apa! Apa kita akan bersembunyi di sini?" Alex menatap sekelilingnya yang dimana ada sebuah foto keluarga Angel dengan wajah yang bahagia.Ā 


" Untuk malam ini sebaiknya kita bersembunyi di sini saja dulu, sekarang mereka tak akan sadar jika kita tak ada di sana."


Alex hanya menatap wajah khawatir dari sosok wanita yang telah membawa nya kabur sejauh ini. Alex tau wanita itu saat ini begitu ketakutan rasanya bercampur menjadi satu.


" Apa kamu lapar?" Alex hanya menggeleng ketika Angel menawarkan sesuatu yang mungkin saat ini bisa ditahan olehnya. " Jika butuh sesuatu kau katakan padaku atau kau merasakan sakit?"Ā 


" Tidak ada! Aku hanya butuh kamu di sini!"Ā 


" Aku disini! Sebaiknya kita istirahat sebentar sebelum kita pergi jauh dari mereka. Tidurlah sebentar aku akan ke kamar ku dulu untuk mencari baju ganti dan mencari baju untuk mu!"Ā 


Angel yang tak banyak waktu kini dengan langkah cepat meninggalkan Alex yang hanya termenung memikirkan nasib Angel yang telah mengorbankan semuanya untuk dirinya.Ā 


Seharusnya dia tak mengorbankan semuanya hanya untuk ku, sekarang jabatan nya pekerjaan nya serta nama nya pasti akan hancur dalam sekejap, Angel aku tau kau ingin menolongku tapi kenapa harus sejauh ini…


Alex mengusap wajahnya dengan kasar ketika saat ini dia sadar apa yang mereka lakukan saat ini adalah hal yang paling bodoh dan sangat merugikan.Ā 


Sedangkan Angel saat ini berdiri di depan kaca besar di dalam kamarnya dia menatap dirinya yang seperti bukan dirinya saat ini. Dia menatap menyentuh rambutnya yang berantakan, wajahnya yang kusut serta ada kecemasaan yang tampak jelas di muka ayu nya.


" Apa yang aku lakukan Ayah? Apa Ayah akan mendukungku jika Ayah ada disini saat ini?" Penyesalan sepertinya tak akan pernah bisa datang di awal.


" Apa aku sudah melakukan hal yang benar? Semuanya akan hancur ketika mereka sadar bahwa aku berada di balik ini semua!" Angel berjalan mondar mandir dia sebenarnya takut tapi semuanya sudah terjadi.


" Tak ada jalan lagi selain melanjutkan apa yang sudah aku mulai, dari kemarin aku sudah memikirkan semuanya maka hari ini aku harus siap menanggung semua resiko yang ada. Karier yang aku bangun akan hancur dalam hitungan jam, nama yang aku buat maka akan kotor dengan ini semua. Ayah maafkan aku! Maafkan aku yang telah menodai namamu juga saat ini tapi aku harap Ayah tau alasannya dan Ayah akan mendukung apapun alasanku!"Ā 


Tak ada yang perlu disesali karena semuanya sudah terjadi. Angel saat ini dengan cepat berganti pakaian, mencari apa saja yang bisa dia bawah, dengan dia yang juga sedikit berlari mencari baju mendiang Ayahnya untuk dikenakan oleh Alex yang juga sudah menunggu.


***


" Ini rumahnya Dokter Alex!" Tunjuk salah satu pihak polisi yang saat ini sudah mengepung rumah kecil tersebut.


" Cepat masuk dan cari mereka sampai dapat!"Ā 


Bruak!!


Pintu itu di tendang keras membuat suara benturan yang cukup mengerikan didengar saat ini. Semua para polisi yang ikut serta segera berlari masuk mencari seseorang yang saat ini menjadi buronan. Semua orang yang ikut andil dalam misi ini segera berpencar mencari kedua orang yang telah kabur dari tahanan, mereka menelusuri semua ruangan mencari mereka, mengacak-acak rumah kecil itu tapi tak mendapatkan apapun saat ini, yang mereka cari pun tak ada di dalam ruangan manapun.


" Sir kami tak menemukan mereka dimanapun tapi kami menemukan baju ini?" Salah satu dari mereka membawa baju tahanan yang dikenakan oleh Alex malam itu.


" Semalam pasti mereka berada disini! Cari mereka aku yakin mereka belum jauh dari sini!" Ucapnya dengan geram karena mereka gagal menemukan kedua orang itu.


Duar!!!Ā 


Semua para polisi yang ingin berlari keluar kini terkapar dengan tak sadarkan diri ketika ledakan kecil yang bertubi tubi mengenai mereka saat ini. Rumah yang awal nya kokoh kini sedikit hancur karena ledakan kecil yang sengaja dipasang oleh Angel maupun Alex saat malam tadi.


Beberapa polisi yang tadi berdiri tak jauh dari tempat ledakan kini terkapar di lantai dengan tak sadarkan diri, ada beberapa polisi yang terluka karena mereka terpental cukup keras.


" Sial… mereka memasang ledakan disini! Kita harus segera pergi sebelum kini mati konyol di sini!" Perintah pimpinan misi saat ini.


Para polisi yang tadi sudah sempat keluar kini masuk kembali membantu rekannya untuk segera keluar dari rumah yang mungkin bisa menewaskan mereka saat ini. Polisi yang masih belum sadarkan diri pun kini juga tak luput mereka bawah keluar dari sana.


" Cepat! Cepat! Cepat!" Teriaknya salah satu orang yang sudah berada di luar rumah kecil itu.


Duar!! Duar!!


Dan benar ledakan besar kini terjadi, semua orang yang ada di luar kini menunduk dengan mendekap kepala mereka masing masing agar tak terkena pecahan rumah yang sudah menjadi kobaran api yang begitu tinggi.


" Kau benar Alex mereka pasti akan datang kesana!" Kedua orang yang mungkin saat ini belum jauh dari sana mendengar ledakan itu serta melihat ada kepulan asap yang berasal dari rumah kecil miliknya.