Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Alexander Dan Angel 1



Pov Alexander


Semakin malam semakin membuat udara yang dingin menusuk ke kulit kami berdua, hari ini adalah hari dimana aku percaya bahwa masih ada orang yang rela membantu ku meskipun berbahay sekalipun. Agnes wanita yang ayah nya telah meninggal karena baku tembak waktu itu. Wanita yang dulu sangat membenciku, wanita yang dulu sangat tidak ingin melihatku, sekarang malah orang yang membantu ku, orang yang melarikan diri bersamaku.


Aku tahu ini tak adil baginya, aku menempatkan posisinya dalam bahaya. Dua kali aku menempatkan dia dalam bahaya, dan kali ini dia rela membantu ku karena merasa bersalah kepadaku. Aku tak tahu aku harus bagaimana lagi menolaknya juga tak mungkin waktu itu, dan sekarang kami dalam bahaya. Aku yakin saat ini foto wajah kami sudah tersebar dimanapun. 


“ kamu wanita yang tangguh, kenapa kamu rela membahayakan dirimu sendiri demi aku?” dari tadi semua pertanyaan itu tak ada henti henti nya berputar putar di oatk ku, tapi sayangnya aku sama sekali tak menemukan jawaban apapun dari semua yang aku pikirkan.


“ Apa hanya karena bersalahmu kau rela mengorbankan semua yang telah kamu capai...” Saat ini kami berdua tengah bersembunyi di sebuah motel kecil yang mungkin seorang polisi tak mungkin datang kemari.


Angel terlelap dalam tidurnya, aku merasa kasihan karena ini juga tak mudah dilalui oleh seorang waktu yang hidupnya tenang dan damai. Aku menatapnya dengan jantung yang tak karuan saat ini, jantung ku terasa berdebar hebat. Melihatnya memejamkan matanya seakan membuat tangan ku ingin menyentuhnya. Aku membuang nafasku berulang kali menormalkan jantung dan pikirakanku, tapi sayang semakin ku membuangnya debaran ini semakin kuat.


“ Apa aku jatuh cinta kepadanya?” aku bertanya pada diriku sendiri memastikan ini memang debaran cinta bukan debaran menakutkan karena kami berdua telah kabur dari penjara yang mengerikan.


“ Tidak! Tidak! Ini tak mungkin terjadi, aku tak ingin dia menganggapku bereng*ek karena mencintainya...” Meskipun pada nantinya kami akan mungkin saling jatuh cinta, tapi untuk saat ini aku tak bisa menyatakan cinta itu.


Aku berjalan ke depan kaca dengan pikiran yang mencari cara untuk berlindung, aku yang ingin menghubungi kakek serasa ada halangan tangan karena takut nomer nya juga akan di selidiki oleh para polisi. 


“ apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tak mungkin hanya mengandalkan Angel. Aku harus mencari cara agar bisa menumukan kakek. Angel sudah membawahku kabur dari sana maka aku akan harus bisa melindunginya saat ini. Tapi bagaimana aku menemukan mereka?” Aku harus mencari tahu keberadaan mereka.


Malam semakin larut tapi sayangnya mataku masih tak ingin terpejam aku masih terjaga dengan pikiran yang kacau. Aku memikirkan cara menemukan perlindungan serta pikiranku terbayang bayang adikku Nicolas. Dimana dia? Apa dia masih hidup?.


“ Nic kamu dimana? Apa kabarmu?” Terkadang aku merasa sangat bersalah kepadanya, andaikan aku tak selalu menutupi kesalahannya mungkin ini tak mungkin terjadi.


Tapi apa yang aku lakukan mungkin akan di lakukan oleh kakak lain diluar sana, melindungi sang adik meskipun adiknya merasa bersalah. Aku berulang kali membuang nafas, mengusap wajahku dengan kasar. Menahan rasa sakit yang tercipta.


“ Aku harus kuat menahan ini semua!” aku menguatkan diriku meskipun berulang kali aku merasa gagal dalam hal apapun untuk saat ini.


Bayangan kami waktu itu di hajar membabi buta hingga laki laki itu menyeret Nicolas serta membawa ku ketahanan tiba tiba muncul di benakku. Aku mengepalkan tangan, merasa ini semua karena nya.


“ Kalian akan berurusan denganku nanti. Kita akan bertemu setelah ini, aku akan mencarinya dan menghajar mereka dengan tangan ku sendiri.”


Jantungku kembali berdetak hebat, aku panik ketika aku mendengar sirine mobil polisi seakan berhenti di tempat motel kami, dan aku sedikit melihat dan benar tiga mobil polisi telah ada di bawah. 


“ Sial.”


“ Angel bangun! Angel bangun!”


“ Maaf harus membangunkan mu, tapi kita harus pergi dari sini, di bawah ada para polisi yang mencari kita. Aku yakin mereka akan memeriksa semua kamar apalagi identitasmu ada di resepsionis saat ini.”


“ Sial...” Tak ada waktu banyak lagi untuk segera pergi dari sini.


Tak ada yang bolh tertangkap hanya itu yang ada di pikiranku saat ini. Sesaat aku memperhatikan wajah cemas dan ketakutan yang tampak di wajah cantik dari Angel.


“ Angel percayalah padaku kita akan aman, aku tak akan membiarkanmu ataupun aku tertangkap. Aku tak ingin usaha kita sia sia saat ini...” Aku menangkup wajahnya memberikan kenyakinan bahwa kita aman.


“ Ayo kita harus pergi sekarang sebelum kita tertangkap...” Meskipun tadi dia tersenyum dan dia mengangguk aku yakin dia tak mungkin mudah menghilangkan rasa takut yang ada di hati dan pikiraan saat ini.


Kami berdua akhirnya sepakat untuk keluar perlahan memastikan keadaan di luar aman tak ada polisi di lantai ini. Kami keluar dengan segera, memakai topi untuk menutupi kedua wajah kami berdua, jantung kami terasa di pompa begitu cepat ketika kita menunggu lift terbuka.


“ Alex sepertinya kita harus memakai anak tangga, apa kakimu bisa menahan sakit sebentar saja. Jika kita menunggu lift aku yakin kita akan tertangkap...” Benar apa yang dikatakan Angel.


“ Aku akan menahannya!?”


Kita berdua segera berlari kecil menuju tangga berjalan turun dengan sedikit berlari, kaki ku terasa sangat sakit tapi aku berusaha menahannya meskipun berulang kali meringsi kesakitan. Luka pukul, luka jahitan menumpuk menjadi satu saat ini.


Tap! Tap! Tap!


“ Sial.. mereka juga lewat tangga!” kami berdua panik ketika mendengar suara sepatu yang `begitu banyak.


“ Alex kita akan tertangkap!” Aku tahu dia takut tapi aku juga lebih takut ketika kami berdua terjebak lewat sini.


“Cepat! Cepat! Cepat!”


Hanya suara teriakan yang aku dengar, dan tak ada pilihan lain selain memojokan Angel kedinding dengan segera.


“ Maaf! Setelah ini kau bisa marah padaku tapi tak ada cara lain selain ini.”


“ Apa yang akan kau lakukan?”


“ Ayo cepat!”


Aku menempelkan ketubuhnya, memiringkan kepala ku dan menggapai bibirnya dengan cepat, aku yakin setelah ini akan ada tangan yang melayang tapi tak ada jalan lain selain seperti ini. Aku merasakan Angel hanya terdiam dengan tubuh yang kaku tak berkutik dan tak berdaya saat ini. Tapi hanya cara ini untuk menyelamatkan nyawa kami berdua saat ini. Dan hanya kata maaf yang mungkin nanti akan aku ucapkan setelah ini dan aku harap dia tak akan marah padaku.