
“ Bangunkan mereka...” Pintahnya yang membuat kedua orang kembar itu kembali menyiramkan air ke badan mereka hingga membuat mereka kini tersadar kembali dengan rasa yang benar-benar terkejut.
“ Jangan lakukan ku mohon. Ampuni nyawa kami. aku hanya orang tua...” Aaron cepat tersadar dan meminta untuk ampunan untuk dirinya sendiri.
Bryan hanya tersenyum sinis dengan menatap kedua orang itu dengan tatapan datar beserta tatapan dingin nya saat itu. Bryan tak menanggapi apa yang mereka katakan dia hanya melihat kesenangan menyiksa lawan nya dengan cara perlahan tapi pasti sakit.
“ Lakukan lagi...” Perintahnya yang membuat kedua orang kembar itu tersenyum devil nya.
“ Tidak! Ku mohon jangan lakukan.”
Argh.....
Mereka kembali berteriak dengan keras ketika sengatan listrik kembali menyasar tubuhnya dengan cepat. Sengatan listrik yang terus menempel kini akhirnya membuat kedua orang itu kembali pingsan dengan luka lebam di lengan nya.
“ Cih!! Hanya sebatas itu kemampuan mereka bertahan. Bangunkan mereka lagi. Jangan beri dia ampun karena dia tadi sudah dengan berani menyentuh Sarah dan melakukan hal yang sama pada nya....” Geram nya dengan nada emosi.
Bryan masih ingat betul permohonan sang kekasih agar mereka tak melakukan hal itu tapi mereka sama sekali tak menghiraukan nya. bryan juga masih ingat betul wajah kekasihnya yang menahan rasa sakit serta panas karena kejutan listrik tersebut.
Byuar!!
Batter kini menyiramkan air kepada mereka dengan air yang lumayan panas hingga membuat kedua orang terkejut bukan main ketika mereka bangun.
“ Panas.. panas...” Teriaknya mereka ketika mereka sadar bahwa itu air panas yang mereka terima.
“ Siapa kalian sebenarnya? kenapa kalian begitu tega melakukan kepada kami bahkan kalian seperti sudah biasa melihat kami seperti ini...” Erik dan Aaron penasaran kenapa semua orang yang menyaksikan mereka disiksa tak membuat mereka bergidik ngeri melainkan mereka sudah terbiasa melihat adegan demi adegan dengan rasa yang menyenangkan.
Bryan kini tertawa dengan di susul oleh Antoni serta kedua orang kembar. Tawa mereka begitu mengerikan, tawa nya begitu menakutkan, tawa mereka menggelegar di setiap sudut ruangan kecil yang mereka tempati saat ini.
“ Aku adalah dewa kematian kalian. Siapa yang mengusik kami maka inilah balasan nya.”
“ Nyawa dibalas nyawa. Mata dibalas mata...” Timpal Antoni.
“ Tidak! Ku mohon jangan bunuh kami. ..” Bryan hanya tersenyum sinis ketika melihat mereka menderita kesakitan bahkan melihat mimik wajah mereka yang memohon untuk tidak membunuh nya.
“ Aku masih muda, masa depan ku masih panjang. Mungkin aku salah telah menjadi asisten Tuan Aaron tapi setelah ini aku akan menyerahkan diri dan pergi dari kehidupan mereka semua....” Perkataan Erik malah membuat Bryan tertawa kembali dengan cukup keras.
“ Jadi kau menyesal telah menjadi asisten ku?” Tanyanya dengan nada kesal nya. bagaimana dia tak kesal mendengar orang yang paling dekat dengan nya mengatakan rasa penyesalan telah bergabung dengan nya setelah kejadian seperti ini.
Erik tak menjawabnya melainkan berkata lain pada Bryan. “ Aku juga memiliki beberapa aset yang mungkin bisa kau ambil untuk pertimbangan nyawa ku. aku akan membayar mahal nyawa ku untuk tetap hidup. Aku tidak akan menuntut kalian ataupun apapun. Aku rela melepaskan semuanya demi nyawa ku...” Erik menawarkan apa yang ia punya saat ini. Bahkan dia kehilangan semua harta nya demi membayar nyawa nya untuk tetap hidup.
“ Aku tak butuh aset mu...” Ucapnya dengan tegas. Bryan memang tak butuh aset-aset itu. “ Aku hanya butuh nyawa mu bukan aset kecilmu itu...” Sambungnya dengan menatap datar.
“ Kau bisa melihat semua aset ku bahkan ada beberapa saham yang bisa kau ambil jika kau membiarkan aku hidup...” Erik masih ingin bernegosiasi tentang harga nyawa nya yang ingin dia berikan.
“ Dasar bodoh!” Cibirnya. “ Kau pikir mereka akan melepaskan mu setelah semua harta mu untuk nya. laki laki gondrong tadi juga mengambil semua milik ku tapi apa mereka tetap menghukum ku disini.”
Erik terdiam mendengar apa yang dikatakan bos nya itu. Memang benar Zac telah mengambil semuanya dengan suka suka hatinya tapi mereka tetap saja mereka siksa seperti ini bahkan nyawa mereka sekarang adalah hal yang utama untuk mereka ambil dengan senang hati.
“ Jika begitu katakan pada siapapun aku minta ampunan untuk nyawa ku. aku akan melakukan apapun agar aku bisa bebas dari sini...” Dia memohon dengan sungguh-sungguh.
“ Tentu! Apapun aku akan melakukan nya untuk nyawa ku sendiri.”
“ Kau! Awas kau Erik...” Aaton merasa kesal karena asisten nya memilih untuk membunuh mereka untuk menyelamatkan nyawa nya sendiri.
Bryan tertawa sinis dia kembali mendekat dengan rahang yang sudah terkatup. Tangan nya mengepal dengan kuat. Dadanya t\=bergemuruh amarahnya naik begitu saja mendengar apa yang di katakan oleh Erik.
Bugh!! Bugh!!
Bryan dengan cepat memukul wajah Erik dua kali hingga membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya.
Uhuk!! Uhuk!!
Erik terbaru dengan darah yang keluar begitu saja. “ Aku tak suka pengkhianat. Kau rela mengkhianati orang yang sudah membesarkanmu dan orang yang memungut mu dari sampah. Apalagi aku yang akan membunuhmu. Kau akan mengkhianati ku setelah aku melepaskan mu...” Ujarnya dengan dia yang berjongkok mencengkram baju nya yang sudah basah karena air atau pun keringat.
“ Aku tidak akan mengkhianatimu aku bersumpah. Setelah apa yang kau suruh selesai aku akan pergi dari sini. Aku akan menetap di tempat lain dan tak akan mengenal kalian lagi...” Erik masih menawarkan sesuatu untuk hidupnya. Dia tak peduli mendapatkan tatapan yang mengerikan dari bos nya yang melotot ke arah nya sekarang.
“ Kau benar-benar menjijikan...” Aaron mencibirnya dengan menatap tak menyangka bahwa orang yang dulu pernah ia tolong bahkan ia besarkan hingga mempunyai semuanya kini malah ingin menyelamatkan dirinya sendiri tanpa mau memikirkan dirinya yang pernah menyelamatkan nyawa nya.
“ Diamlah orang tua...” Ujarnya dengan penuh penekanan.
“ Aku akan membunuhmu Erik...” Aron tak terima dia kini juga menekan kata-katanya. “ Jangan percaya dengan laki laki ini. Bagaimanapun aku pernah memberikan dia hidup tapi lihatlah sekarang dia malah ingin menyelamatkan dirinya sendiri tanpa memikirkan aku dan yang lain.”
Erik menghela nafasnya dengan berat ketika permohonan nya serta tawaran yang begitu banyak tak dapat di hiraukan oleh Bryan. “ Sudah ku bilang bahwa aku tak butuh uangmu atau saham mu. Aku hanya butuh nyawa mu yang ingin aku bunuh di sini...” Suara nya dingin.
“ Kau memang gila...” Erik berteriak dengan kencang bahkan dia tak berbasa-basi lagi. Semua rencana nya telah gagal untuk apa berbaik lagi dengan Bryan.
Bryan hanya tersenyum kecil. “ Aku memang gila. Sangking gilanya saat ini aku ingin memotong tangan mu yang sudah berani menyentuh Sarah ku.”
“ Aku.. tidak...” Gugup nya karena dia tak percaya bahwa apa yang dilihat saat ini begitu mengerikan.
Bersambung besok lagi ya,
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen ....
Beri ulasan 😍
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
Makasih banyak sayang dan Satnight untuk kalian semua 🥰😍