
“ Melangkah lah sekuat tenaga! Aku ingin melihat seberapa tekadmu untuk keluar dari sini dan menyelamatkan adikmu yang sebentar lagi akan meledak itu...” Bryan yang tadi menendang Alex hanya membuatnya mengepalkan tangan nya karena dia memang tak bisa untuk bergerak.
“ Kalian memang kejam. Kami hanya melakukan kesalahan satu tapi kalian menyiksa kami seakan kamu pantas untuk mendapatkan siksaan seperti ini...” Katanya dengan sinis. “ Aku bersumpah jika terjadi apa-apa dengan Nicolas atau kakek ku. aku sendiri yang akan membunuh kalian.”
Gelak tawa dari Bryan dan Johan kini sangat menggelegar di ruangan tersebut bahkan Zac hanya tersenyum sinis mendengar sumpah yang dilayangkan oleh Alex untuk mereka saat ini.
“ Kau hanya sampah kecil yang berani menyumpahi kami.”
Tangan Bryan kini meminta cambuk yang besar untuk menyiksa Alex dengan tangan nya sendiri. Plak !! plak!! Plak!!
Suaranya mengerikan ketika cambukan itu mengenai kulit tangan dari Alex dengan cepat. Alex berteriak ketika ia memang masih bisa merasakan pukulan yang dilayangkan oleh Bryan saat ini.
Argh.....
Alex berteriak kesakitan tapi Bryan tak peduli dia terus mengacungkan lambungnya dengan kencang bahkan dia dengan sengaja terus melakukan berulang kali dan tanpa ampun saat ini. Bryan kini menendang perut Alex hingga hanya suara teriakan yang terdengar di ruangan kecil tersebut.
“ Kau harusnya memohon padaku untuk nyawa semua keluargamu bukan malah mengancam kami dengan omong kosongmu. Tak perlu kau merepotkan diri untuk mengancam kami pikirkan saja bagaimana kau bisa keluar dari sini sebelum adikmu mati di sana...” Bryan yang bertanya dengan dia yang menginjak perut Alex dengan keras. Alex hanya mampu menahan nya tanpa bisa melewatinya saat ini. Alex hanya bisa meringis kesakitan.
“ Kalian memang tak pantas hidup...” Alex seakan masih belum cukup berkata kasar pada mereka dia tak peduli sudah berapa cambukan sudah mengenai kulitnya. Tapi dia masih saja terus mengatakan hal kasar pada mereka.
“ Tampaknya kau masih ingin tahu seberapa besar kami ingin menghukum mu dengan tangan ku...” Bryan kini meminta kembali cambuk tersebut yang tadi nya sudah diberikan kepada orang yang ada di belakangnya.
Bryan kini kembali memberikan cambukan dengan segera menyentuh kulit Alex hingga dia kembali berteriak dengan kencang. Semua orang yang ada di sana kini sudah dapat melihat bahwa kulit perut Alex serta lengan nya sudah memar karena cambukan tersebut. Rintihan kesakitan bahkan terdengar di telinga mereka bahkan mereka tak memiliki rasa iba melainkan suara kesakitan dari Alex adalah hal yang menyenangkan bagi mereka semua.
Alex terasa lemas karena cambukan itu sangat lama mengenai kulitnya. Tapi Bryan belum puas dengan siksaan yang untuk menghukum Alex begitu saja. Alex kini malah meminta sengatan listrik itu kembali hingga membuat tubuh Alex terkejut dengan dia yang hampir pingsan saat ini.
Byuar!!
Bryan menyiramkan air kepada Alex agar laki laki itu kembali tersadar dari rasa yang hampir pingsan nya. semua luka cambukan itu terasa perih bahkan sangat perih. Rasa perih dan panas kini menjadi satu tapi tak di hiraukan oleh laki laki tersebut.
“ Bangun kau pikir kau bisa lari dari siksaan ini meskipun kau hampir pingsan heh?”
“ Kalian benar-benar Psikopat gila...” Alex berteriak yang malah membuat Johan merasa sangat geram pada nya.
“ Kau sangat menguji kesabaran kami...” Johan yang dari tadi hanya melihat kini menarik paksa cambuk itu yang ada di tangan Bryan. Dengan cepat Johan kembali memukul tubuh Alex dengan cambukan yang sangat keras.
Rintihan kesakitan bahkan keringat serta teriakan memang membuktikan bahwa tubuhnya masih bisa merespon pukulan yang bersarang di tubuhnya. Alex bahkan tak bisa berlari, dia tak bisa menghindar ataupun melawan karena tubuhnya terasa kaku.
Argh.....
Bryan yang melihat Johan berhenti dengan dia yang mengatur nafasnya kini dengan cepat dia kembali menempelkan sengatan listrik. Sengatan itu langsung menjalar ke tubuhnya. Rasa panas dan rasa perih kini tak terhindar dari kulit nya yang sudah mulai terlihat lebam dan luka bekas sengatan yang sangat mengerikan. Tak terasa oleh Alex bahwa air matanya mulai menetes. Dia menyerah dia tak sanggup dengan siksaan seperti ini.
“ Apa kau masih ingin berkata sesuatu atau menyumpahi ku kembali?” Bryan dan Johan kini berdiri tepat di depan. Alex yang masih berbaring lemas hanya bisa memejamkan matanya dengan sisa tenaga yang sudah habis karena merasakan rasa sakit yang ada pada tubuhnya.
Bug!!
“ Kau masih ingin bicara sesuatu? Aku akan sangat senang mendengarkan nya?”
“ Tidak! Ampuni nyawa ku. Aku minta pengampunan...” Lirih nya dengan nada yang benar benar pelan. Untuk berbicara saja sepertinya dia tak sanggup apalagi untuk berbicara yang akan membuat mereka kembali menghukum nya.
“ Kau menyerah? Di mana kesombongan mu itu? Apa sudah pergi?” Bryan menyipitkan matanya memandang Alex yang ada di bawah kaki nya.
“ Tolong maafkan saya.. saya hanya meminta nyawa saya....” Katanya kembali dengan sangat pelan. Tak ada yang harus Alex sombongkan tapi saat ini dia butuh untuk menyerah dengan kondisi yang tak mungkin bisa ia lawan.
“ Lebih baik kau bunuh aku daripada kau menyiksa ku dengan cara yang keji...” Sambungnya dengan dia yang sudah menyerah. Hidup sudah tak berguna karena dia juga tak bisa melawan musuhnya yang berdiri di depan matanya.
“ Aku tidak akan membunuhmu secepat itu...” Bryan tersenyum devil yang sangat menakutkan. “ Meskipun kau memohon untuk nyawamu. Aku tidak akan langsung membunuhmu. Karena aku masih belum puas menghukum mu. Kau harus tahu hukum negara dengan hukum ku lebih mengerikan. Kau sendiri yang memintaku untuk melakukan nya.”
“ Siapa kalian sebenarnya?”
“ Aku dewa kematin yang akan mengambil nyawa kalian dengan siksaan yang lebih pedih dari ini.”
“ Siksa dia sampai dia pingsan lalu bangunkan dia lagi jika dia pingsan...” Perintah Johan kepada orang-orang nya itu.
“ Tidak! Ku mohon jangan lakukan. Aku sudah tidak tahan. Lebih baik kalian membunuh ku dari pada menyiksa ku seperti ini...” Alex lebih baik mati daripada harus menahan rasa sakit yang terus diberikan oleh mereka.
Bryan tertawa. “ Suntikan yang sudah diberikan oleh Paman johan...” Perintahnya lalu dia pergi meninggalkan ruangan tersebut.
“ Bryan jangan lakukan. Katakan pada mereka untuk tidak melakukan apapun pada ku....” Alex berteriak ketika melihat ketiga orang itu malah pergi dari ruangan nya meninggalkan Alex yang terus memohon ampunan.
Sedangkan orang-orang itu mendekat dengan membawa dua jarum suntikan yang siap mereka masukan ke dalam kulit Alex. Mereka tak peduli Alex yang menolaknya mereka terus menyuntikan dengan cara paksa hingga membuat Alex merasakan rasa sakit atas jarum tersebut.
Bersambung besok lagi ya,
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan,
Like 👍
komen ....
Beri ulasan 😍
Jadikan favorit juga boleh kok ya 😍
Share juga bisa kok 😌
Makasih banyak sayang dan Satnight untuk kalian semua 🥰😍