
" Bry ada apa? Kenapa kita harus buru buru pergi…" Sarah dan Leon kini di dorong untuk segera pergi meninggalkan markas besar itu dengan segera.
" Jangan banyak bertanya dulu nanti aku jelaskan kepadamu!"
Sarah kini diam dengan terus mengikuti langkah Bryan dan beberapa orang yang juga cepat bergerak meninggalkan tempat tersebut. Tak ada yang bertanya apapun mereka hanya fokus untuk segera masuk dengan terburu buru.
" Jenderal sepertinya orangmu itu sangat mengincar putra ku…" Zac dan Jenderal Excel kini berada di dalam satu mobil dengan mereka saling berhadapan satu sama lain dengan pemikiran yang sama.
" Anda benar Tuan, kejadian dimasa lalu sepertinya akan terulang kembali!" Excel melirik kearah Abhi dia ingat betul seperti apa orangnya yang dulu ingin menangkap komplotan para mafia yang sekarang menjadi keluarganya itu.
" Kau menyindirku heh?"
" Tentu saja saya tidak berani…" Jawabnya dengan tersenyum tipis.
" Jangan mengusikku sebaiknya kau urus orang mu itu, jangan hanya mengurus istri istrimu dan meminta bagian uang bulanan saja kepada kami, tapi di saat bekerja hasil nya Nol besar…" Sindirnya dengan telak membuat Excel tak bisa berkutik dalam perkataan Abhi.
Zac hanya tersenyum sinis mendengar kedua orang yang pernah bekerja dalam satu kantor itu kini saling menyindir dan saling ingin menjatuhkan satu sama lain. Sedangkan Abhi bukan orang yang mudah menerima orang menyindirnya dia tentu saja akan membalas perkataan orang itu dengan tepat hingga membuatnya mati kutu tak berdaya.
Sedangkan beberapa polisi yang ada di sana kini hanya bisa terdiam dengan keterkejutannya melihat sebuah rumah yang begitu besar di tengah hutan yang begitu lebat di daerah sana. Rumah itu dipenuhi dengan pagar besi yang begitu menjulang tinggi.
Alexander yang ada disana juga sama halnya terkejut karena dia juga baru tahu bahwa di dalam hutan yang tak pernah dijangkau orang kini ada sebuah rumah yang begitu megah serta besar.
" Sir apa kita masuk? Tapi sepertinya rumah ini tak ada penghuni sama sekali…" Seorang polisi yang ada di sana kini menghampiri komandannya untuk menanyakan apa yang harus mereka lakukan saat ini.
" Kau yakin rumah ini tak ada orang? Tapi jika dilihat dari sini rumah ini terawat rapi seperti setiap hari dibersihkan."
" Lalu apa yang harus kita lakukan Sir?"
" Sebaiknya kita masuk untuk melihat ada orang atau tidak di sana…" Orang itu mengangguk menuruti perintah dari komandannya.
Para polisi itu kini masuk dengan segera membuka gerbang itu, orang yang ada di sana merasa heran ketika gerbang itu tak di kunci, gerbang itu terbuka dengan suara alarm yang tiba tiba berbunyi keras.
Semua orang yang ada di sana saling melihat dengan heran ketika alarm tiba tiba menyala dengan suara yang begitu keras.
" Sial…" Umpatnya. " Rumah ini jelas ada orangnya, ayo segera masuk aku yakin orangnya ada di dalam sana."
Semua para polisi kini dengan segera berlari masuk ke dalam rumah yang sudah terbuka lebar gerbangnya, mereka kini saling berlari menuju ke sebuah pintu yang tertutup. Salah satu dari mereka kini membuka pelan pintu itu dan seakan keberuntungan memihak kepada mereka bahwa pintu itu tak terkunci.
Salah satu dari orang yang terdepan kini memberikan isyarat agar mereka mengikutinya, dan beberapa polisi kini masuk dengan senjata di tangannya yang sudah ditodongkan ke arah depan. Ada beberapa orang yang masuk untuk mengecek rumah besar itu.
Semua orang yang ada di sana lagi lagi dibuat melongo tak percaya ketika melihat isi rumah yang dikelilingi benda benda antik, lukisan satu ekor Singa yang juga ada di depan untuk menyambut kedatangan mereka semua.
Duar!!
Duar!!
Ledakan yang tiba tiba membuat komandan itu juga terpental cukup jauh dari tempat dia berdiri, ledakan itu menghancurkan seluruh bangunan yang ada di sana. Komandan yang tergeletak di tanah kini menatap kearah kobaran api yang langsung melambung tinggi, rumah yang indah tadi kini hancur lebur.
Komandan itu merangkah dengan pelan dia tak berdaya dengan dia yang tergeletak di tanah dengan tengkurap. Dia ingin menuju ke arah rumah yang menghancurkan seluruh anggotanya yang ada di dalam sana.
" Orang orang ku ada di sana, kalian-" Komandan itu tak dapat melanjutkan ucapannya ketika rasa pusing yang menyerangnya kini membuat dia pingsan seketika.
Rasa pusing itu karena benturan yang cukup keras di kepalanya yang membuat darah langsung keluar dari kepala Alexander dengan cepat. Kini dia tak sadar kini dia pingsan dengan dia yang menyaksikan bawahannya lebur menjadi abu ketika ledakan itu mengenai rumah besar itu.
Semua orang yang bergerak tadi kini langsung menghentikan mobilnya menatap keluar jendela melihat kepulan asap yang menjulang tinggi ke langit. Kepulan hitam yang membuat wajah mereka tersenyum senang.
" Bos kejutaan kita sepertinya membuat mereka harus pergi dengan cara seperti ini…" Albert yang mengendarai mobil itu kini menarik ujung bibirnya dengan senang.
" Ucapkan selamat tinggal kepada orang orang mu."
" Sepertinya pihak polisi akan mengalami duka yang begitu mendalam nanti…" Timpal Andre.
" Jadi kejutan yang kalian maksud adalah?"
" Ledakan yang membuat semuanya akan hancur, kau pikir aku senang markas ku di sentuh orang lain. Siapa yang menyentuh markas ku maka mereka bisa masuk dan tak akan bisa keluar dengan selamat, jadi jangan salahkan aku yang menyambut tamu ku seperti cara ini…" Zac berkata sinis dia memang tidak menyukai siapapun yang datang ke markas tanpa diundang seperti ini.
Sedangkan bom bom itu sudah dipasang sejak dulu hanya untuk berjaga jaga mereka tak menyangka bahwa bom itu akan diaktifkan sekarang. Dan ledakan besar kini telah terjadi di hutan ini.
" Bryan api apa itu?"
" Entahlah aku tak tahu.." Bryan sebenarnya tahu tapi dia tak ingin memberi tahu kepada Sarah dia tak ingin wanita itu merasa takut karena dikelilingi orang orang yang kejam seperti mereka.
" Aku tak menyangka Paman menyiapkan kejutan seperti ini untuk para penyusup yang ada di sana."
" Mereka pantas mendapatkannya karena mereka sungguh tak tahu diri sudah berani mengusik markas kita…" Jawaban dari Bryan membuat William menatapnya dengan tak percaya.
Sejak kapan orang ini bersikap menakutkan seperti ini. Batin William.
Aku akan mengikuti alur dari Dad, jika Dad adalah ketuanya di masa dulu aku akan menjadi ketua nya di masa sekarang. Tak akan ada kata kata ampun bagi mereka yang sudah berbuat jahat kepada kelompok atau keluarga ku. Kejahatan akan aku balas dengan seribu kali lipat nyawa akan dibalas dengan nyawa.
Mampir di Cinta Buta nya Kemal ya sayang 🤗