
Malam ini terasa begitu dingin, malam yang terlihat mendung membuat suasana seakan semakin gelap tiada cahaya bintang dan cahaya bulan saat ini. Malam yang dingin itu kini menembus kulit dari wanita yang sedang berdiri di atas balkon dengan menatap ke arah atas dengan pandangan biasanya.
Hatinya terasa kosong, tak ada sosok laki laki yang selalu ada untuknya. Dia hanya seorang diri meskipun di sana banyak orang yang menemaninya. Semua orang yang dicintainya seakan pergi begitu saja pergi meninggalkan dirinya saat ini. Hatinya benar-benar kosong saat ini.
" Sarah kamu belum tidur?" Suara lembut dari arah belakang membuat Sarah menoleh seketika dengan senyum yang begitu tulus.
" Mom aku tak bisa tidur jadi aku minum kopi dan terjebak di balkon dengan menatap langit-langit malam…" Katanya dengan dia yang kembali menatap ke depan.
" Apa ada yang kau pikirkan sehingga kamu tidak bisa tidur?" Sarah menggeleng dia tak ingin menjadi beban bagi wanita cantik yang saat ini berada di sampingnya.
" Tidak Mom! Aku hanya sedang ingin menikmati malam ini di sini…" Elaknya padahal hatinya saat ini sedang tak karuan dia sangat memikirkan kekasihnya yang entah sudah berapa hari ini tak ada kabar.
" Sarah jangan berbohong, terlihat jelas di matamu bahwa kau sedang memikirkan sesuatu, apa kau sedang memikirkan Bryan?" Sebuah pertanyaan yang membuat Sarah kini diam.
Sarah menghela nafasnya. " Mom jangan salah paham tentang aku yang memikirkan Bryan, aku hanya tak ingin dia terluka. Bryan orang yang baik Mom dia tak pantas terluka karena aku, kemarin aku pernah melarangnya untuk menyudahi dendam ini tapi nyatanya dia malah tak mendengarkan aku. Aku akan merasa sangat bersalah jika ada hal yang terjadi kepadanya…" Sarah mengatakan apa yang ada di pikirannya.
Dia memang tak tenang karena dia takut laki laki itu saat ini terluka, sudah berapa hari ini dia tak mendapatkan kabar apapun dari kekasihnya dan itu membuat hatinya semakin cemas tak karuan.
" Aku tau kau cemas seperti apa sekarang Sarah, hanya saja kau tak bisa tiba-tiba menghentikan balas dendam ini. Saat ini masalah ini tak hanya menjadi masalahmu tapi menjadi masalah kita semua. Adikmu sekarang itu tak hanya milikmu tapi juga milik kita, orang kita. Jadi tak bisa kau secara tiba-tiba menghentikan misi ini."
" Aku tau Mom, hanya saja aku terkadang aku takut jika terjadi sesuatu dengan Bryan…" Suaranya melemah dia tak ingin kehilangan orang yang dicintai lagi.
Semua orang yang dicintai harus pergi untuk selamanya dan itu membuat hidupnya hancur tak karuan tetapi di saat dia bertemu dengan Bryan hidupnya berwarna dan itu membuat dia sekarang takut kehilangan orang itu.
" Sayang Mommy Val tau apa yang sedang kau pikirkan, dan Mommy paham betul apa yang kau rasakan tapi untuk saat ini kita sebagai wanita yang ada di tengah-tengah keadaan seperti ini harus banyak berdoa untuk keselamatan mereka. Kamu baru saja seperti ini tapi Mommy ini sudah bertahun-tahun berada di lingkaran mereka. Meskipun terkadang aku merasakan ketakutan seperti yang kamu rasakan dan kita juga harus siap apapun yang terjadi pada kita…" Val menatap ke depan dia tau apa yang dirasakan wanita itu karena dia pernah berada di fase dia ketakutan seperti saat ini.
Sarah menghela nafasnya dengan berat dengan dia yang juga menatap ke depan dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Semenjak kelompok ini tak beraktivitas aku juga merasakan ada kesenangan tersendiri hidup ku tenang tak ada kendala apapun, tapi di saat kelompok ini hidup lagi hati ini menjadi tak tenang. Terkadang aku juga ingin menghentikan para laki laki itu hanya saja aku sadar bahwa apa yang mereka lakukan bukan kesalahan mereka, mereka seperti ini karena ada orang yang sengaja masuk ke dalam sana sehingga membuat mereka seperti ini sekarang…" Val juga tersenyum kecut ketika dia mengingat masalahnya yang dulu lebih berat dari ini.
" Bahkan kami pernah berada di fase paling rendah, berada di titik dimana semuanya hancur. Saat ini Kakak ku yang dituduh sebagai pengkhianat oleh mereka. Kau bisa bayangkan aku berdiri diantara dua kubu yang akan saling menyerang, berada di kubu yang paling sulit untuk menerima semuanya. Sedangkan Kakakku hanya satu orang yang berusaha mencari kebenaran dan membersihkan nama nya saat itu. Pertengkaran, darah, persembunyiaan, pembunuhan seakan setiap hari kami lihat…" Val mengingat kejadian dimana dulu Abhi pernah menjadi tersangka utama disana karena dituduh sebagai pengkhianat.
" Mom perjuanganmu lebih sulit dibanding aku rupanya…" Dia tersenyum tipis apa yang dikatakan Sarah benar. Uji cinta Val dan Zac saat itu terlalu berat bagi mereka berdua. Restu hingga pertengkaran dan pembunuhan seakan menjadi warna perjalanan cinta mereka berdua.
Val tersenyum getir ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Sarah. " Apapun yang terjadi kau harus ingat ada kami disini yang akan selalu menggenggam tanganmu untuk saling bersatu. Kami tak akan pernah meninggalkan orang yang sudah kami sepakati untuk melindunginya."
" Aku tak tau apa yang harus aku katakan saat ini, kalian terlalu baik bagi ku. Kemarin aku berada di titik kehilangan yang begitu rapuh, merasa semua orang yang aku sayang Tuhan begitu kejam mengambilnya tapi sekarang Tuhan telah mempertemukan aku dengan orang yang baik seperti kalian semua. Aku tak bisa membalas semua kebaikan kalian semua, hanya mampu kata yang aku katakan terima kasih untuk kebaikan ini semua…" Sarah menatap wanita cantik itu dengan mata yang berkaca-kaca.
Val menggenggam erat tangan nya dengan dia yang juga merasakan bahwa wanita itu juga merasakan kesedihan yang begitu dalam. " Kita sekarang adalah keluar tak perlu kau mengucapkan terima kasih karena satu keluarga harus saling melindungi bukan."
Val memeluk Sarah dengan erat merasakan tubuh wanita itu sedikit bergetar dia tahu kehilangan orang yang disayangi adalah pukulan yang begitu berat. Tapi tak ada yang bisa mengubah jalan takdir tak ada yang bisa mengubah apa yang sudah menjadi garisan tuhan.
" Kau tak sendiri Sarah ada kami yang menjadi keluargamu sekarang…" Ujarnya dengan lembut dengan mengelus punggung wanita itu dengan lembut.
" Terima kasih Mom sudah menjadikan aku bagian keluarga kalian…" Suaranya terdengar begitu berat.
" Jika Mommy boleh tau apa kau memiliki hubungan spesial dengan Bryan?"
Deg!!
Sarah langsung melepaskan pelukan itu ketika sebuah pertanyaan itu terlontar dari ibu kekasihnya. Dia tak tau harus berkata apa, yang jelas saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya tentang hubungan mereka berdua.