
" James,, akhirnya kau datang juga."
James yang baru turun dari sepeda nya kini merasa heran karena banyak orang yang mengepungnya dengan segera. James merasa ada yang aneh tentu saja ini aneh.
" Ada apa?" Tanyanya dengan bingung dengan menatap mereka semua dengan dia yang benar benar tak tahu apa yang terjadi saat ini.
" Tuan Aaron mencarimu dengan marah-marah…" Salah satu dari mereka memberi tau nya.
" Ada apa?"
" Entahlah! Tapi tadi Erik juga di hajar sepertinya dia marah besar kepada Erik dan kepadamu."
James di tambah bingung saat ini karena dia juga tak tahu apa yang terjadi karena seingat nya dia pergi tadi semua nya baik baik saja.
" Sepertinya ada sesuatu yang hilang dan Tuan Aaron menyalahkan kalian berdua."
" Dan bisa jadi Erik menuduhmu saat ini…" Bisiknya yang membuat James melotot tak percaya.
" APA?"
" Jamess!!!!" Suara teriakan dari seseorang yang saat ini berdiri di ambang pintu membuat semua orang langsung menatap dengan susah diartikan.
James juga menatapnya dengan tajam, mata mereka saling bertatapan dengan tatapan yang sama sama tajamnya.
Tap! Tap! Tap!
Erik yang tadi berdiri dengan dia yang menahan rasa sakit pada perutnya kini langsung berlari menghampiri James yang berdiri. Rasa sakit itu seakan hilang begitu saja dari tubuh nya.
Bug!!!
Suara tendangan yang tepat kini membuat James langsung tersungkur dengan satu sepeda nya yang tadi berada di belakangnya. James kini ambruk di atas sepeda miliknya yang juga ambruk di sana. James meringis menahan rasa sakit pada punggungnya.
" Bangun!" Erik dengan kasar menarik baju James hingga membuatnya juga bangun dengan terpaksa. " Kau harus menanggung semuanya!"
" Hei katakan ada apa ini?" James menghempaskan tangan Erik yang dari tadi mencengkram baju nya.
" Jangan merasa kau tak tahu apapun! Dengar kau yang harus bertanggung jawab semuanya…" Erik tak ingin menjelaskan apapun saat ini.
Bug!! Bug!!
Erik yang tak ingin suka basa basi kini dengan cepat memberikan bogem mentah kepada James, dia butuh penjelasan agar dia tau masalahnya saat ini. Tapi sepertinya Erik yang tak ingin menjelaskan apapun, Erik menjelaskan dengan tindakan yang begitu kasar.
Erik yang begitu menyerangnya dengan kasar dan tanpa ampunan sama sekali, sedangkan James berusaha untuk melindungi dirinya dari serangan brutal dari Erik. Dapat terlihat jelas bahwa Erik melampiaskan kemarahan dan dendam kepada James ketika dia yang di hajar oleh bosnya tadi.
" Tunggu dulu! Tolong jelaskan ada apa ini? Kenapa kau seperti ini?" Dia masih berusaha untuk meminta penjelasan semua orang yang ada di sana.
Tapi sepertinya Erik tak suka dengan penjelasan kata kata dia lebih suka dengan penjelasan tindakan.
" Aku tak butuh menjelaskan apapun! Kau memang harus menerima hukuman ini…" Erik kembali menyerangnya dengan brutal.
James yang juga akhirnya kembali menyerang dan sesekali dia berusaha untuk melindungi dirinya dari pukulan rekannya itu. Mereka memang sedang berusaha membuktikan bahwa salah satu dari mereka saat ini adalah orang yang sedang bermain-main dengan mereka saat ini.
Semua orang yang melihatnya kini merasa bingung antara ingin memisahkan mereka dan antara mereka yang membiarkan mereka saling menyerang saat ini. Sedangkan ketiga orang yang melihatnya kini merasa kemenangan ada di depan mereka. Hati mereka merasa senang karena rencana awal nya kini telah berhasil meskipun ini masih awal.
Ini awal dan kalian akan lebih saling menyerang.
Selamat bos rencana anda berhasil.
" Hei sudah hentikan!" Albert yang juga ada di sana kini berusaha untuk memisahkan mereka dengan segera. Tontonan yang bagus harus segera terselesaikan karena waktunya mereka menghadap.
" Lepaskan aku! Aku akan membunuhnya karena dia berusaha untuk membuatku dituduh Tuan Aaron!" Albert kini mengamankan Erik yang dari tadi begitu brutal bahkan tak memberikan James untuk menyerang kembali ke arahnya.
Albert berusaha untuk menahannya saat ini jika dia biarkan James mungkin bisa saja meninggal tapi saat ini mereka masih belum waktunya untuk berakhir karena masih ada rencana rencana lain yang harus dilakukan.
" Dia bisa mati Erik, kau lihat dia sudah tak berdaya di tanah!" Benar saja James memang sudah tergeletak di tanah dengan dia yang tak berdaya, luka lebam sudah memenuhi wajahnya dan tubuhnya saat ini.
" Biarkan saja dia mati…" Erik masih saja memberontak di sana.
" Dengar jika dia mati maka kau tak bisa membuktikan dia yang salah dan kau malah yang terlihat salah di depan Tuan Aaron, karena kau membunuh seorang yang kau limpahkan kesalahan."
Erik diam dia berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Albert benar saat ini.
Jika dia mati maka aku juga yang terkena amarahnya dari Tuan Aaron. Sial..
" Sebaiknya bawah dia di depan Tuan Aaron agar dia juga merasakan apa yang kau rasakan tadi."
Erik kini dilepaskan dengan dia yang menatap ke arah James dengan tajam. James masih berguling di tanah dengan dia yang merasakan sakit pada perutnya yang dipukul berulang kali oleh Erik.
" Bangun kau harus mengaku kepada Tuan Aaron!" Katanya dengan kasar.
James tak bisa untuk memberontak dia hanya bisa pasrah ketika dia malah diseret oleh Erik dengan kasar. Dia berusaha untuk berontak percuma karena tenaganya seakan habis saat ini.
Sedangkan Aaron saat ini merasa pusing karena senjata-senjata yang bisa ia banggakan kini hilang lenyap. Dia hanya menahan rasa marahnya karena dia merasa malu.
Bruak!!
" Tidak mungkin jika mereka yang menipu ku! Aku rasa benar ada yang ingin main-main dengan ku saat ini…" Dia yang merasa tak mungkin kelompok singa yang akan menipunya saat ini.
" Argh… siapa saja yang mencoba bermain main akan habis di tangan ku!" Katanya dengan dingin.
Aaron memijat pelipisnya yang terasa pusing saat ini, dia merasa pusing karena senjata itu palsu padahal senjata itu dia pesan dari kelompok singa yang terkenal di dunia kejahatan.
Ceklek!!
Bug!!
Suara itu membuat Aaron sempat terkejut dia melihat sang asisten yang berdiri di ambang pintu dengan dia yang melempar seseorang yang sudah tergeletak di lantai dengan dia yang berusaha bangun. Aaron dengan cepat menghampiri James yang berusaha bangun.
Bug!!
Dia memukulnya dengan cepat dia yang berusaha bangun kini malah di tendang lagi hingga membuatnya jatuh dengan menahan rasa sakit di perutnya.
" Kau masih punya nyali untuk kembali setelah semua yang kau lakukan hah?" Katanya dengan dia yang berjongkok di depan James yang meringis kesakitan ketika kepalanya ditarik kebelakang oleh Aaron.
" Saya tidak mengerti maksud anda Tuan! Katakan kesalahan saya apa?" Katanya dengan gugup.
Hai para pembaca setia Mince, untuk beberapa hari mungkin Mince up nya cuma bisa satu dulu ya, tapi jangan khawatir hanya untuk beberapa hari saja 😁 makasih 🙏🙏🙏