
" Hanya kali ini Sir saya mohon. Saya tidak ingin kakinya membusuk karena masalah di dalam sel yang akan membuat kita semua disalahkan atas kejadian ini…" Angel seakan tak menyerah kali ini dia ingin tetap mengawasi kaki yang sudah di bedah oleh dirinya.
Kepala Sipir hanya diam dia juga tak tau apa yang harus dilakukan saat ini. Semuanya membingungkan dirinya.
" Jika ada masalah di sini saya yakin bahwa anda orang yang pertama akan disalahkan oleh atasan anda, sebaliknya dengan kami, jika ada masalah disini maka kami juga orang yang akan disalahkan oleh atasan kami."
Jika aku tetap berusaha membawa Alex ke dalam sel tikus maka Dokter ini akan curiga tapi jika aku tidak membawanya maka aku akan terkena amukan dari para atasan dan Jenderal akan segera mendengar bahwa aku tetap menempatkan Alex di ruang rawatnya.
Semuanya membingungkan, Kepala Sipir bimbang di selalu terkena amukan jika dia memilih di antara satu pilihan itu. Dia harus berhati-hati juga.
" Jika anda tetap membawanya ke dalam sel dan terjadi apa-apa para media akan segera mendengarnya dan karier anda saya yakin akan hancur Sir. Maafkan saya bukan saya untuk menakuti anda tapi para penjaga penjara terkadang harus sedikit egois untuk memikirkan karirnya."
Kepala Sipir itu kini bertambah pusing, apa yang dikatakan oleh Angel benar. Jika terjadi apa-apa dengan Alex maka berita itu akan segera menyebar cepat ditambah Alex saat ini masih begitu panas di semua berita. Semua media seakan menunggu kabar selanjutnya tentang keadaan Alex, Komandan Kriminal yang tertangkap karena lalainya dalam bertugas.
" Saya akan merahasiakannya Sir saya janji itu…" Ucapnya dengan cepat sebelum Kepala Sipir itu berbicara.
" Baiklah biarkan dia di sana hanya saja saya minta jangan ada para tahanan yang lain tau karena ini akan membuat kecemburuan bagi mereka aku tak ingin ada pertengkaran atau pertanyaan yang tidak masuk akal dari mereka…" Akhirnya laki laki tua ini mengalah dia mengalah untuk karirnya dan semua nya baik baik saja.
" Saya janji akan merahasiakannya Sir, saya jamin tak akan ada yang tau jika dia masih berada di ruang rawat kami…" Angel sedikit tersenyum.
" Tapi ingat Dokter Angel kau yang meminta ini maka jangan salahkan kami jika terjadi apa-apa denganmu atau dengan tim mu yang lain. Kita tidak pernah tau apa yang terjadi dan apa yang dipikirkan Alex saat ini. Seorang yang berada di posisi terjepit bisa melakukan apapun…" Dia memperingati Angel dengan kata kata yang tak langsung diucapkan oleh laki laki itu.
" Saya tau Sir, saya tidak akan melibatkan tim saya. Saya sendiri yang nanti akan mengawasi Alex dan mengecek kondisinya. Jika ada hal buruk pun maka saya tidak akan membawa tim saya. Biarkan saya sendiri yang menanggungnya…" Suaranya begitu tegas.
" Baik jika begitu, saya tak masalah asal jangan menyalahkan kami jika ada hal buruk. Tapi kami akan tetap memberikan perlindungan dengan pengawasan serta penjagaan yang ketat di sana serta tangan serta kakinya harus kami borgol. Tak ada bantaan di sini Dok."
\=\=\=\=
Alex yang berada di dalam ruangan itu kini cemas dia gelisah dia tak tahu harus bertanya kepada siapa tentang hal yang mengganggu pikirannya saat ini. Berulang kali dia melihat ke arah pintu berharap wanita itu segera datang dan masuk ke sana tapi nyatanya tak ada siapapun yang masuk ke dalam sana.
Jantungnya tak karuan saat ini, dia berpikir keras apa yang dilakukan oleh Angel saat ini seharusnya tak perlu dilakukan karena dia bisa bertahan di sel tikus dengan seorang diri, dia tak masalah jika dia tetap berada di sana itu lebih baik dari dia yang harus bergabung dengan mereka yang satu kamar dengannya.
Angel apa yang kau lakukan sebenarnya kau membahayakan tugasmu sendiri, kau tak perlu melakukan ini.
Aku malu dengan diriku sendiri.
Hatinya seakan tertusuk saat ini, jika saja dia tak melakukan kesalahan untuk menutupi semua kesalahan adiknya mungkin ini semua tak terjadi dan dia juga tak mungkin berada di fase terendah saat ini. Dia begitu malu dengan dia yang begitu kejam kini malah ingin di tolong oleh orang yang sudah di ancam dan terluka karena dirinya.
Ceklek!!
Suara pintu yang terbuka membuatnya menatap ke pintu dengan cepat. Langkah kaki itu begitu tenang, wajah ayunya begitu santai tak ada hal yang membuatnya kecewa atau berdebat sepertinya.
" Kamu akan tetap di sini, berada di pengawasan ku jadi aku mohon jaga sikapmu karena aku sudah berjuang agar kau tetap boleh di rawat…" Meskipun terdengar sinis di nada bicaranya tapi Alex tau bahwa dia tulus membantunya.
" Kamu berhasil bicara dengan Kepala Sipir?"
Angel membuang nafasnya dengan berat sebelum dia berkata. " Jika aku sudah berkata seperti itu maka saya berhasil bicara dengan nya. Jadi jangan membuat ulah yang membuat aku malu, kau mengerti bukan?"
Alex tertegun dia begitu sangat memperjuangkan dirinya bahkan tadi dia juga membelanya memarahi rekannya yang melakukan operasi tanpa obat bius tersebut. Alex begitu tersentuh hatinya terasa diremas saat ini. Dia malu karena tadi sempat membahayakan nyawa orang yang begitu membela nya saat ini.
" Angel kenapa kamu melakukan ini? Seharusnya kau membiarkan aku di bawah oleh mereka kau tak perlu repot-repot menemui Kepala Sipir dan memohon kepadanya."
Angel yang ingin melangkah pergi tak jadi dia menatap ke arah Alex yang juga menatap ke arahnya. " Aku melakukan ini sebagai seorang Dokter bukan sebagai teman atau orang yang kau kenal. Saya akan melakukan hal yang sama jika orangnya pun bukan kamu. Jadi jangan merasa bangga karena saya melakukan ini hanya untukmu."
" Saya tau tapi tidak seharusnya kamu melakukan ini semua. Aku merasa sangat malu di depanmu. Kau orang yang aku ancam tadi tapi kau orang yang berjuang untuk membela ku di sini, seakan aku sungguh tak memiliki hati saat ini…" Dia tertunduk dengan rasa malunya dia benar benar malu di depan Angel saat ini.
" Bagus jika kamu merasa kau tak memiliki hati. Dari dulu kau memang tak memiliki hati Alex…" Ucapnya dengan sinis yang kemudian dia pergi dari sana.
Alex hanya bisa menatap ke punggung Angel yang keluar dari ruangan itu, dia tak tau harus berkata apalagi yang jelas saat ini dia begitu sangat malu dan merasa dirinya berada di harga diri yang sangat hancur. Harga dirinya seakan hilang dari wajahnya. Orang yang ingin dilukai tadi nyatanya malah membela nya dengan sungguh-sungguh.
Angel maafkan aku! Aku sungguh minta maaf. Meskipun aku tahu kata maaf tak ada gunanya saat ini.
Vote dan hadiah juga sudah mulai masuk hari senin kemarin ya makasih yang sudah bagi dan yang belum sempat bagi ayo bagi untuk mince makasih 😚