
Albert yang keluar dari ruangan Aaron setelah berbincang bincang banyak, kini sedikit berhenti ketika melihat beberapa orang masuk ke dalam rumah itu dengan membawa sebuah kardus besar. Bahkan mereka tergesa-gesa ketika melihat Albert yang berdiri di ambang pintu itu.
Sang asisten dari Aaron menunduk sebentar memberikan hormat kepada Albert yang berdiri di depan pintu ruangan bosnya. Sang asisten yang mengawal mereka menyuruh mereka cepat masuk dengan segera.
" Apa yang mereka bawah sebanyak itu?" Tanyanya dengan rasa penasaran.
" Anda tidak perlu tahu Tuan Al karena ini bukan tugas anda bertanya tentang urusan pribadi…" Jawabnya dengan ketus.
" Ini memang bukan tugas saya tapi saya penasaran dengan apa yang mereka bawah hanya itu saja."
" Sebaiknya anda kerjakan tugas anda dan saya mengerjakan tugas saya juga. Kita sama sama memiliki tugas masing-masing jadi anda tak perlu ikut campur dalam tugas saya…" Sang asisten inu begitu ketus kepada Albert dari awal mereka memang memiliki hubungan yang gak baik.
Albert tertawa pelan. " Kau bisa saja tak mengatakan kepada saya apa yang mereka bawah tapi jika bertanya kepada Tuan Aaron maka saya yakin dia akan mengatakan apa yang saya tanyakan."
Sang asisten balik tertawa di sana. " Jika anda memang yakin dengan pemikiran anda seperti itu kenapa anda tidak bertanya langsung saja kepada Tuan Aaron…" Tantangnya balik.
" Kau ingin bukti?" Albert juga menantangnya saat ini.
" Silahkan jika anda memiliki rasa percaya diri maka silahkan bertanya kepada Tuan Aaron. Tapi jika Tuan Aaron tak menjawabnya anda jangan bersedih…" Ejeknya dengan tersenyum sinis.
" Kau…" Albert maju dengan dia yang ingin mencengkram baju asisten itu tapi dia mengurungkan niatnya ketika dia mendengar suara pintu yang berada di belakangnya terbuka.
Ceklek!!!
" Tuan Al ada apa ini?" Tanyanya dengan bingung. Dia yang dari tadi mendengar keributan di luar ruangannya membuat nya penasaran hingga dia keluar dari ruangannya.
" Tuan Aaron!" Ucapnya dengan tertahan.
" Ada apa Erick?" Aaron kini bertanya langsung kepada sang asisten karena ia melihat bahwa ada persitegangan antara kedua laki laki itu.
" Tidak ada Tuan Aaron hanya saja Tuan Albert merasa penasaran dengan apa yang orang-orang kita tadi bawah…" Erik tersenyum miring melirik kearah Albert yang saat ini belum berbalik menatap Aaron. Aaron mengerutkan keningnya.
Albert langsung berbalik menatap Aaron yang saat ini menatapnya dengan kening mengkerut. " Tuan saya hanya bertanya kepada asisten anda tentang apa yang dibawah oleh orang-orang anda tadi."
" Erik?" Panggilnya karena dia sendiri juga tak tahu apa yang dibawah oleh orang nya.
" Maaf Tuan!" Hanya dengan kata itu membuat Aaron mengerti dengan apa yang di bawah.
" Tuan Albert sebaiknya anda jangan bertanya tentang apa yang mereka bawah karena selain itu bukan urusan anda juga itu masalah pribadi saya. Tolong urus saja masalah hukum jangan terlalu masuk ke dalam lingkupan saya."
" Maaf Tuan Aaron saya tidak berniat ikut campur masalah pribadi anda hanya saja saya tadi melihatnya dan saya bertanya kepada Erik. Tapi jika Erik dan anda merasa terganggu atas pertanyaan saya maka maafkan saya. Lain kali saya tidak akan bertanya apapun lagi…" Jawabnya dengan merasa kesal.
Dia kalah baru kali ini Albert kalah dan merasa begitu kesal. Dia melirik ke arah Erik yang saat ini begitu mengejeknya dengan senyuman penuh kemenangan.
" Maafkan saya Tuan Al saya tak bermaksud menyinggung anda tapi ini adalah masalah pribadi saya. Suatu saat nanti anda akan tahu jika waktunya tiba…" Aaron merasa tak enak hati ketika dia mendengar suara sinis dari Albert yang mengatakan penuh dengan penekanan.
" Kalau begitu saya permisi Tuan karena banyak yang harus saya kerjakan…" Aaron mengangguk dengan dia yang tak enak hati.
Albert segera pergi dengan rasa kesal dia berjalan dengan cepat karena dia yang ingin terburu-buru keluar dari sana.
Sial.. awas saja kalian nanti.. kalian akan membayar rasa kesal ku ini…
" Tuan Al tunggu…" Seorang yang mengejarnya kini memanggilnya dengan dia yang langsung berhenti.
Albert berbalik dengan cepat. " Ada apa lagi heh?" Dia tak basa-basi kali ini.
Erik yang memanggilnya kini malah tertawa keras di sana. Tawanya penuh dengan ejakan yang tersimpan dan itu membuat Albert mengepalkan tangannya.
" Tenang dulu Tuan Al. Kita bisa bicara baik-baik. Aku tak bermaksud apapun hanya saja aku ingin mengatakan bahwa jangan terlalu percaya diri karena ini akan membuat anda terluka dan sakit hati…" Katanya dengan senyum mengejek.
" Lebih baik kau diam dan jangan banyak bicara…" Ucapnya dengan sinis. " Jika tak ada yang kau katakan sebaiknya saya pergi."
" Tunggu dulu Tuan Al saya hanya ingin berkata, meskipun anda adalah orang yang dipercaya Tuan Aaron tentang kedua cucunya tapi sebaiknya anda jangan terlalu ikut campur mendalam dalam hidup kami karena itu akan membuat anda dalam bahaya. Tadi mungkin Tuan Aaron masih memikirkan nasib kedua cucu nya jika tidak maka saya pastikan hanya akan tinggal namanya saja…" Bisiknya tepat di telinga Albert saat ini.
Albert tersenyum kecut ketika dia malah diancam oleh orang yang tak tahu dia siapa sebenarnya. " Jadi sekali lagi saya peringatkan jangan ikut campur dalam urusan pribadi kami, anda hanya perlu mengurus kedua cucu Tuan Aaron. Pikirkan saja bagaimana Alex bisa bebas dan Nicolas bisa segera ditemukan."
Albert dan Erik bertatapan dengan tatapan tajam. " Anda mengancam saya? Anda terlalu berani mengancam orang yang berasal dari negara ini? Saya akui anda terlalu berani saat ini dan saya juga tak peduli dengan ancaman anda karena saya Albert orang yang tak pernah takut dengan siapapun apalagi dengan anda."
" Saya pastikan bahwa saya akan mengetahui semua apa yang berurusan dengan masalah pribadi atau masalah hukum. Mungkin tadi Tuan Aaron tak mengatakan nya tapi nanti saya akan pastikan saya tahu tentang semuanya. Semua yang kalian lakukan saya akan tahu…" Erik diam dengan pandangan tajamnya.
Albert berbalik dengan dia yang ingin pergi tapi belum dua langkah dia berbalik lagi menghampiri Erik. " Kau belum tahu bukan bahwa tadi Tuan Aaron juga sudah mengatakan semuanya tentang masa lalu keluarga nya, tentang Nicolas yang seorang psikopat dan tentang Alex yang masuk ke dalam polisi hanya untuk melindungi adiknya. Tuan Aaron berkata sendiri tanpa aku memintanya untuk bercerita. Jadi aku rasa bukan hal yang mudah bagi ku tentang tahu masalah pribadi kalian, jika aku sudah mengincar apa yang ingin aku tahu, maka aku akan mendapatkannya bagaimanapun caranya. Entah itu dengan cara lembut atau dengan cara yang kasar…" Katanya dengan tersenyum sinis.
Albert berbisik pelan. " Jangan mengancamku karena kau tak mengenalku, kau tak tahu siapa aku. Jadi lebih baik kau yang hati hati dengan sikapmu. Karena aku bisa berbuat gila tergantung orang yang memperlakukan ku seperti apa."
Albert langsung berbalik dengan segera pergi meninggalkan rumah tersebut. Tadi dia yang merasa kesal kini merasa sedikit senang karena dia bisa berbalik mengancam asisten sombong itu.
Vote dan Hadiahnya boleh kali ya 😁 tinggalkan jejak kalian semua 🙏 Mampir juga di Cinta Bernoda Darah ya makasih 🥰🤩