
Plak!! Plak!!
Dua tamparan melayang begitu saja, terasa panas dan kebas di kedua pipi wanita yang saat ini hanya bisa pasrah diperlakukan kasar oleh laki laki tua yang saat ini tengah berdiri di depan nya. Mata mereka kini saling bertatapan dengan sama sama menantang dan seakan saling melawan.
“ Katakan sekali lagi jika kau memang tidak tahu siapa mereka?”
“ Aku memang tidak tahu tentang mereka. Jika Pun aku tahu, aku tidak akan mengatakan kepada kalian...” Teriaknya dengan nada tinggi.
Plak!!
Lagi lagi laki laki itu menampar sang wanita dengan keras. Wanita itu merasakan ada darah segar yang keluar dari ujung bibir nya. panas serta sakit kini sudah menjadi satu. Hancur dan sakit pun bergelut menjadi satu seakan tercampur begitu saja.
“ Jadi kau menyembunyikan siapa mereka?”
“ Meskipun kau membunuhku sekalipun jawaban ku tetap sama...” Ujarnya dengan berteriak kencang.
Laki laki tua itu kembali ingin melayangkan tangan nya tapi kini ditahan oleh seseorang yang dari arah belakang. “ Kakek jangan lakukan lagi ku mohon...” Ujarnya dengan memohon.
“ Alex lepaskan dia tahu siapa mereka tapi dia menyembunyikan nya.”
Alex yang tadi tak ada di sana kini sedikit terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh kakeknya Arya. “ Jika kau terus membelanya Nicolas adikmu dalam bahaya.”
Alex melepaskan tangan itu menatap Angel dengan penuh tanya. “ Biarkan aku yang bertanya...” Suaranya gugup dia juga takut bahwa wanita itu juga tetap tak mengatakan apapun.
Alex menelan ludahnya dengan kasar menatap Angel berharap kali ini dia jujur tentang siapa mereka. “ Angel dengarkan aku.”
“ Sebaiknya kau pergi karena aku tidak akan berkata apa apa kepada kalian. Jadi percuma karena kalian hanya akan mendengar jawaban yang sama...” Angel tetap menolak apa yang ingin dikatakan oleh Alex saat ini.
Alex hanya menghela nafasnya dengan kasar. “ Angel dengarkan aku! Aku mencintaimu dan aku tak mau melihat kau seperti ini jadi ku mohon katakan dengan jujur siapa mereka agar semuanya lebih mudah dan cepat.”
“ Aku tidak mencintai laki laki bajinga* seperti mu dan aku tak ingin memiliki keluarga yang akan selama nya menjadi bajinga* kejam seperti kalian...” Angel berteriak mengatakan apa yang ada di pikiran nya saat ini. Angel yang dari tadi sudah menahan emosinya kini sudah tak bisa bicara baik baik. Saat ini dia mengeluarkan semuanya yang ada di dalam pemikiran nya.
“ Aku lebih baik mati jika harus hidup dengan seorang monster sepertimu...” Sambungnya lagi.
Alex hanya tersenyum sinis meskipun dia sedikit terkejut dan kecewa atas apa yang ia dengar. Hinaan terus keluar dari bibir wanita yang saat ini sudah berantakan tak karuan karena ulah nya.
“ Jadi kau ingin mati!”
Alex yang mundur secara tiba tiba membuat Angel mengerutkan keningnya dengan heran tapi dalam hitungan menit dia tiba tiba berlari dengan dia yang langsung mencekik leher Angel dengan kuat. Alex seakan membiarkan dia kehabisan nafasnya, seakan saat ini dia ingin membunuh Angel dengan tangan nya.
“ Kau mengatakan aku seorang monster? Maka aku adalah monster yang akan mengambil nyawamu...” Ucapnya dengan tajam.
Angel memberontak percuma karena seluruh tubuhnya tak bisa bergerak sedikitpun. Angel yang menatap Alex dengan mata yang berkaca kaca kini telah siap jika dirinya akan mati di tempat ini. Orang yang ia tolong kini akan menjadi orang yang akan membunuhnya.
“ Jika aku tak bisa mendapatkan cintamu maka tidak satu laki laki yang bisa mendapatkan nya...” Alex menekan kata kata nya dengan tetap mencekik lehernya dengan kuat.
Alex yang melihat wajah Angel memerah dengan dia yang hampir menutup matanya melepaskan secara kasar dan menghempaskan dengan sangat kencang. Angel yang terbentuk dengan dia yang menahan rasa sakit pada lehernya. Semua orang terkejut melihat Alex yang melupakan begitu saja. Alex yang tadi nya ingin membunuhnya nyata nya tak sanggup ketika melihat orang yang dicintai malah mati di tangan nya.
“ Apa yang kau lakukan? Kenapa kau melepaskan nya?” Arya sedikit mengamuk ia tak percaya cucu nya malah melepaskan ya begitu saja.
“ Kita bisa menggunakan dia untuk memancing yang bernama Nathan itu datang kemari dan sepupunya akan menolong nya. aku yakin mereka akan datang...” Elaknya dengan cepat. Sebenarnya bukan itu rencananya tapi dia sendiri yang tak sanggup melihat Angel mati di tangan nya.
Bayangan mereka yang harus berlari dan bersembunyi kesana kemari serta tawa dan senyum Angel secara tiba tiba terlintas di depan matanya.
Bagaimana bisa aku membunuh orang yang aku cintai serta orang yang sudah mengorbankan nyawa nya untuk ku. mungkin dia tak mencintaiku tapi aku juga tak berhak membunuhnya.
Arya yang melihat guratan penyesalan kini merasa gagal karena rencananya untuk menghilangkan nyawa wanita itu gagal. Karena Alex yang tak bisa membunuh wanita yang ia cintai.
“ Mereka tidak akan pernah datang karena bagi mereka aku bukan siapa-siapa. Aku hanya orang yang merusak semua rencananya jadi percuma kalian memancing mereka dengan ku karena itu tidak akan pernah berhasil...” Angel yang tau kini berkata dengan jalan pikiran nya karena dia yakin tidak akan ada yang mau datang menolong nya.
Arya yang merasa geram kini menghampiri Angel, menarik rambutnya dengan kuat. “ Jadi mereka tidak akan?”
“ Aku bukan orang penting bagi mereka, aku hanya orang yang merusak semuanya. Aku yakin semua rencana mu akan gagal...” Angel meringis kesakitan.
“ Kita lihat. Mereka datang atau tidak.”
“ Jika pun mereka datang bukan untuk menolongku tapi akan membunuh kalian dengan tangan mereka sendiri.”
Plak!!
Lagi lagi Arya menampar Angel dengan kencang. Tapi kali ini tak hanya tanparan melainkan dengan cengkraman pada rahangnya dengan kuat.
“ Mereka yang akan mati, kau sendiri yang akan menjadi saksi bahwa mereka akan mencium kedua kaki ku...” Ucapnya dengan sombong.
Cui!!!
Angel yang sudah tak tahan atas ini semua dengan kasar meludahi Arya yang tepat mengenai wajahnya. Angel muak dengan siksaan ini semua. Dia yang sudah hancur tak ada gunanya hidup di sini lagi.
“ Aku muak dengan kalian yang tak ada habisnya untuk sombong.”
Bug!!
Arya yang merasa terhina kini dengan cepat memukul Angel yang tepat mengenai hidungnya yang membuat Angel kini sudah tak sadarkan diri. Darah segar keluar menetes dari hidung mancung nya yang membuat Arya hanya menatapnya dengan sinis.
Alex yang melihatnya hanya bisa diam tanpa bisa menolong wanita nya. dia sendiri hancur karena ucapan nya yang terus di lontarkan oleh Angel dari tadi.
“ Maaf...” Gumam nya dengan pelan.