
Pov Sarah
Aku Sarah wanita satu satu nya yang mungkin terluka lebih besar dari mereka semua yang ada di sini, aku disini untuk menemukan orang yang sudah tega membunuh adikku maupun paman ku, aku disini bukan karena hal lain meskipun hati ini berkata ada cinta di dalam sana.
Aku bukan orang bodoh yang akan menyimpan cinta kepada orang yang bersikap kasar kepada ku bahkan orang yang mungkin saat ini sedang aku curigai dia adalah pelaku dari pembunuhan yang mengorbankan keluargaku.
Tapi apa aku salah jika aku berharap bahwa orang yang aku kenal adalah pelaku utama dari ini semua. Tapi sepertinya harapanku malah di salah artikan dengan orang yang mungkin saat ini menatapku, aku sadar dari tadi ada yang menatapku dari ujung duduknya tapi aku berusaha untuk membiarkannya.
Aku tadi memang ingin menjelaskan kepadanya tentang isi hatiku tapi sepertinya apa yang ingin aku katakan tak ada artinya, apa yang ingin aku utarakan tak dianggap, jadi disinilah aku sekarang duduk dengan tenang dan menganggap dia tak ada seperti dia menganggapku tak ada.
" Apa kau masih ingat wajah dari Mantan kekasihmu yang bernama Nicolas itu? Jika kau tahu kau bisa tunjukan foto Kakak nya juga…" Laki laki Gondrong ini mungkin pimpinan Tried, dari suaranya yang tenang dari wajahnya yang tenang sebenarnya dia seperti menyimpan kekejaman yang tak bisa dikatakan.
Aku baru tahu bahwa api yang melambung tinggi itu karena ledakan bom yang dipasang olehnya untuk membunuh tikus tikus yang sengaja ingin merusak rumput hijau mereka selama ini. Aku tadi mendengarnya dia berkata seperti dengan seorang diujung telponnya, kata katanya masih aku pikirkan tidak mungkin jika hanya seekor tikus mereka harus memasang bom di rumput hijau mereka.
" Aku masih ingat betul wajah dari Nicolas bahkan mungkin di ponsel ku masih ada fotonya, tapi jika Anda bertanya tentang foto Kakaknya aku sungguh minta maaf aku tak tahu karena aku belum sempat bertemu dengan Kakak nya…" Aku berkata jujur karena memang aku tidak tahu wajah dari Kakak nya.
Masalah foto bukan karena aku menyimpannya tapi tadi aku sengaja mencarinya di media sosial dan menyimpannya untuk berjaga jaga jika mereka semua ingin bertanya tentang wajah mereka.
" Baiklah, di sini ada Jenderal Excel yang juga membawa salah satu foto dari adik seorang Komandan yang saat ini kita curigai, jadi aku ingin kau tunjukan kepada kami secara bersamaan."
Aku termenung apa Jenderal berbintang ini juga salah satu orang orang nya atau dia juga seorang Mafia yang berkedok Polisi atau apa, aku juga tak tahu. Sejak aku dikelilingi para Mafia aku tahu bahwa semuanya tak ada yang benar benar murni menjalankan tugas mereka semua seperti memakai topeng untuk menutupi wajah asli mereka.
" Apa dia bisa kita percaya jika aku memberikan foto Nicolas? Maksudku dia tidak membocorkan kepada siapapun."
" Apa yang kau pikirkan Nona?"
" Entahlah tapi terkadang kita harus berhati hati dalam memilih orang untuk membantu kita. Terkadang orang yang kita percaya saja bisa saja menjauhi setelah tahu kebenarannya bahkan ada yang sengaja datang untuk mencari informasi lalu menjualnya demi kepentingan sendiri. Tapi maaf Sir saya berpikir seperti ini karena para Polisi seperti kalian kadang tak pernah murni membantu orang seperti saya."
Aku mengatakan apa yang ada di isi kepala ku karena aku sedikit trauma tentang informasi apapun yang bisa menjadi petunjuk siapa pembunuh adikku.
" Waktu itu aku datang ke kantor membawa bukti sebuah rekaman CCTV dan berharap Polisi segera menemukan mereka bertiga tapi nyatanya mereka berkata mereka merusakan rekaman itu dan mereka sama sekali tak bisa melihat para pelaku. Saat ini pun saya juga merasa trauma karena saya takut anda akan melakukan hal yang sama."
Aku melihat ketua itu menghela nafasnya dengan kasar jantung ku berdetak lebih cepat dari biasanya tadi aku yang mengatakan semuanya tak terlalu gugup tapi hanya dengan melihat ketua itu menghela nafas membuat jantungku tak karuan saat ini.
" Sarah dia ada di pihak kita kau tenang saja…" Aku mendengar suara Bryan tapi aku berusaha untuk menahan kepala ku untuk tak melihat ke arah nya.
" Apa yang di katakan oleh Bryan benar dia berada di pihak kita jadi kau bisa percaya kepadanya…" Bisikan lembut itu membuat ku menatap kearahnya dengan segera. Laki laki tampan ini mungkin salah satu orang kepercayaan mereka.
" Dia orang yang akan membantu kita, jadi percaya saja pada kita. Jika dia membuang atau menjual informasi yang kita punya aku bersumpah akan membunuh orang ini di depan mu…" Aku tahu itu sumpah yang bersungguh sungguh.
Ketua itu menatapku tak berkedip suaranya yang tegas wajahnya yang bersungguh sungguh membuatku yakin bahwa semuanya akan aman jika aku memperlihatkan wajah dari Nicolas. Aku sekarang mengangguk dan mengambil ponsel yang ada di saku baju ku.
Aku tadi mungkin menolaknya tapi sekarang aku seperti terhipnotis dengan tatapan ketua itu yang seakan menggerakan tangan ku untuk mengambil bukti yang mungkin akan menjadi petunjuk bagi mereka semua.
Aku dan Jenderal itu kini sama-sama memperlihatkan sebuah foto yang kami punya saat ini, foto yang membuat mata ku seakan hampir terlepas dari wajahku, aku yang berharap bukan dia pelakunya kini malah di bongkar di depan semua orang. Foto yang kami bahwa adalah foto yang sama,satu orang yang memiliki wajah yang sama.
Deg!! Deg!! Deg!!
Jantungku berdetak cepat seakan ingin lompat kepalaku pusing kaki ku terasa lemas aku tertegun dengan foto yang di bawah itu adalah sama.
" Jadi benar dia adalah adik dari Komandan mu itu!" Aku hanya mendengar kata kata itu.
" Tak ku sangka orang terdekatnya adalah pelaku selama ini yang kita cari…" Aku mendengar suara Bryan yang berbicara dengan dia yang menatapku.
Sekarang aku sungguh tak berani menatap kearahnya aku begitu malu dengan apa yang terjadi di depanku, orang yang pernah ada di hatiku, orang yang pernah dekat denganku kini mungkin menjadi tersangka utama atas pembunuhan yang mengerikan itu.
Aku meneteskan air mata ku dan begitu bodohnya aku malah terisak dalam tangisanku, bukan karena aku masih mencintainya tapi aku menyesal karena cintaku dan kehidupanku malah membuat adikku dan pamanku menjadi korban pembunuhan.
" Ini adalah orang yang sama, Nicolas. Saat ini tersangka utama kita adalah Nicolas, sedangkan sang Kakak nya Alex akan segera kami bereskan karena aku yakin dia benar benar menutupi semua kasus ini."
" Aku tak menyangka orang terdekat ku adalah orang yang melakukan hal ini…" Aku terisak dalam tangisan yang begitu menyesal karena pernah bertemu dan menjalin hubungan dengan orang itu.