
Semua orang yang ada di sana kini tertawa keras mendengar suara gusar dari musuhnya, semua orang merasa senang karena langkah pertama mereka kini berhasil membuat mereka bingung siapa di balik ini semua.
" Kau licik juga Bryan!"
" Terima kasih atas pujianmu paman…" Dia tersenyum penuh rencana yang siap matang untuk mereka tempuh saat ini.
Banyak rencana untuk mereka lakukan tapi mereka tak ingin terburu buru mereka harus pelan pelan menjalankan misinya agar semuanya berjalan sesuai rencana.
" Bagaimana dengan Nicolas? Apa semuanya baik baik saja?"
" Anda tenang saja Tuan Bryan semuanya berjalan sesuai rencana, sekarang Nicolas seperti anjing yang hanya bisa menggonggong tanpa bisa berbuat apa apa…" Semua nya kini kembali tertawa senang. Tak luput juga dengan Bryan yang juga tersenyum.
" Antoni aku mempunyai satu misi untukmu!" Timpal Andre yang juga ada di sana.
Antoni yang dari tadi diam kini tiba tiba melihat ke arah ayah nya tapi sayangnya di sini tak ada hubungan anak dan ayah. Saat mereka berkumpul dalam tugas mereka harus menjalankan profesional tak ada yang boleh dibedah-bedakan sama sekali.
" Saya?" Antoni sedikit terkejut mendengar namanya dipanggil oleh sang ayah tanpa ditambahi sebutan 'nak'.
" Apa di sini nama Antoni ada banyak?" Andere menyilangkan tangannya di dada menatap dingin ke arah anak mudah yang seperti dirinya saat ini.
" Maafkan saya Tuan Andre! Saya hanya terkejut mendengar anda memanggil saya!" Antoni dengan cepat menetralkan pikiran dia kembali fokus.
" Baiklah ayo ikut aku! Ada yang harus kau urus setelah ini…" Kedua orang itu segera berdiri meninggalkan semua orang yang masih berkumpul di sana.
Bryan masih menatap ke depan lurus dengan pandangan yang berbeda. " Kau seperti Daddy mu, jika saya kau mendengar percakapan mereka waktu itu maka semuanya akan menjadi sasaran amukan dari Singa. Kau tau bukan senjata itu mereka pesan khusus dari kita untuk menghancurkan kita nantinya."
" Aku tau paman dan aku rasa Tuhan masih berpihak kepadaku saat ini. Aku harap Tuhan selalu berpihak kepada kita, agar kita segera mengalahkan para musuh musuh itu."
" Tapi ingat Bryan yang paling dekat dengan bahaya adalah kamu dan Antoni jadi kalian harus hati hati ketika bertindak, jangan ceroboh. Apapun yang membuat mereka curiga maka semuanya akan kebongkar."
" Sebaiknya kita harus segera akhiri ini semua, ini sudah cukup lama untuk kita bermain main. Sebelum semuanya terlambat kita harus segera menuntaskan semuanya."
" Aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh Abhi, sebaiknya kita segera bertindak kita cukup lama membiarkan masalah ini. Lebih cepat maka semuanya lebih baik."
" Tapi paman aku masih ingin memberikan mereka pelajaran…" Tolak Bryan yang tak ingin menyudahi masalah ini.
" Setelah semuanya terbongkar maka kamu bisa membalas mereka dengan cara kita. Jika seperti ini terus mereka bisa saja menemukan siapa orang yang ingin bermian mian dengan mereka."
" Apa yang dikatakan oleh Abhi benar Bry, kita juga tidak semua tau apa yang akan mereka rencanakan, aku rasa sekarang mereka akan lebih hati-hati lagi karena semuanya akan di awasi."
Bryan menghela nafasnya dengan kasar saat ini dia tak memiliki pilihan lain selain dia harus segera menyelesaikan urusan balas dendam ini dengan cepat.
" Untuk masalah Alexander dan Nicolas kamu tenang saja, semuanya akan segera kami selesaikan. Yang terpenting kamu, Antoni serta Albert urus kakek tua bangka itu dan segera selesaikan mereka."
" Sepertinya sebentar lagi bakal ada drama yang panjang karena sidang Alex sudah ditentukan jadi kita harus siap-siap untuk hal apa yang akan terjadi…" Timpal Albert yang juga ada di sana.
" Alex tidak akan mudah di sidang! Ya meskipun jadwal nya sudah ditentukan tapi pihak polisi menolak untuk jadwal tersebut…" Sambungnya lagi.
Semua orang saling bertatapan tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh laki laki yang saat ini sudah duduk di sana dengan wajah yang lelah.
" Apa yang kau maksud dengan menolak jadwal dari pengadilan? Tidak semudah itu kau tau bukan?"
" Ayolah paman meskipun aku seorang dokter aku juga tau tentang hukum, memang tidak mudah untuk menolak jadwal yang sudah ditentukan tapi jika alex berbuat kesalahan maka dengan mudah kami mengundurnya."
" Kesalahan? Apa Alex berbuat salah lagi?" Kini Abhi menatap nya dengan penasaran karena selama ini dia tak pernah tau perkembangan musuhnya yang bernama Alex.
" Yang jelas kesalahannya fatal dan dua kesalahan ini akan membuat para sipir bersikeras untuk menolak persidangan untuk memberikan efek jera kepadanya."
" Tunggu dulu Nathan! Katakan yang jelas kenapa tak ada satupun yang memberi tahu aku jika Alex berbuat salah? Katakan kesalahan apa?"
Drt!! Drt!!
Getaran ponsel Albert membuat dia menatap ke arah ponsel nya dan benar saja dugaan nya tepat, seorang dari pihak pengadilan kini menghubunginya. Sedangkan dia saat ini tidak tau apapun masalah apa yang terjadi.
" Kau lihat pihak pengadilan menghubungi ku!" Albert menunjukan ponselnya yang dari tadi bergetar. " Aku rasa sekarang mereka ingin memberi tahu kabar bahwa para sipir menolak jadwal sidang yang sudah ditentukan dan bagusnya aku tidak tau kesalahan apa yang di buat oleh Alex ini."
Albert lebih memilih untuk mendiamkan panggilan masuk yang dari tadi menunggu sang pemilik ponsel menjawabnya dengan segera.
Nathan yang ada di sana tertawa pelan melihat pengacara yang memiliki nama dan jam terbang tinggi terlihat begitu gusar saat ini.
" Harusnya paman senang setidaknya dia tak bisa bertemu dengan kakek nya itu."
" Itu memang bagus untuk kita Nathan tapi tidak untuk orang pengadilan. Jika mereka sadar aku tak berjuang untuk klien ku maka mereka bisa saja curiga kepada ku dan tak luput mereka akan mulai menyelidiki ku."
" Apa sampai seperti itu paman?"
" Sudahlah katakan saja apa kesalahan Alex kenapa kau bertele tele! Kau mau ayah pukul heh?" Timpal Abhi yang juga tak sabar saat ini.
" Kalian selalu memakai kekerasan untuk mendapatkan informasi yang ingin kalian dengar…" Ujarnya dengan melirik ke arah Ayahnya yang menatap dirinya dengan tatapan datar. " Tapi baiklah karena aku baik hati maka aku akan katakan, kalau Alex."
Nathan menceritakan semuanya dari awal apa saja kesalahan nya hingga dia yang mulai menghasut orangnya untuk membantunya kabur. Semuanya tak luput dari cerita Nathan saat ini. Semua orang yang ada di sana kini mendengar dengan diam.
Sedangkan Antoni dan Andre kini sedang menyusun rencana, mereka berdua akan beraksi malam ini, malam yang sudah di tunggu oleh sosok Andre adalah malam ini.
" Jadi ayah harap kau ikut serta dalam kasus ini."
" Aku akan ikut ayah, nanti aku akan katakan kepada Tuan Bryan…" Antoni mengangguk.
Bertahun tahun dia vakum dari kejahatan dan malam ini dia akan beraksi lagi, di tambah lagi saat ini dia akan beraksi dengan partner yang nantinya akan mengikuti jejaknya.