Ex Husband Is Broken

Ex Husband Is Broken
Pergerakan 30



Kamu,


Adalah orang yang pertama membuatku,


Hancur seperti kaca yang tak bisa,


Di satukan.


Angel 


****


Angel yang tadi pingsan kini mulai tersadar dengan darah yang mulai mengering di hidungnya. Semuanya terasa sakit, kepalanya masih pusing, hidungnya juga sangat sakit bahkan mata nya masih berkunang kunang. Angel mulai menetralkan matanya mencoba melihat apa yang ada di sekelilingnya yang tak ada siapapun di sana, saat ini dia hanya seorang diri yang masih terikat dengan menyedihkan.


“ Aku harus mencari cara agar bisa keluar dari sini...” Katanya dengan pelan.


Angel kini berusaha sendiri ingin melarikan dari ini semua. Semakin ia bertahan tampaknya tak ada guna nya saat ini. Angel kini mulai menggigit pelan tali yang ada di pergelangan tangan nya. dengan susah payah ia berusaha melepaskan nya.


Dengan dia yang terus berusaha membuatnya sedikit demi sedikit tali itu lepas dari pergelangan tangan nya yang satu. Dengan cepat dia kembali membuka tali yang satu nya menempel di tangan kanan nya. 


“ Aku harus segera lari dari sini...” Katanya dengan pelan.


Tapi dia juga bingung karena dia harus berhati hati saat ini. Angel kini tahu bahwa lawan nya bukan orang yang sembarangan dan saat ini hanya dia yang harus menyelamatkan nyawa nya sendiri bukan orang lain.


“ Tapi jika aku ketahuan habis lah aku!” Gumam nya dengan dia yang bimbang. “ Tapi jika kau tak keluar akan sama saja aku akan mati di sini...” Sambungnya lagi.


“ Aku harus tetap pergi dari sini, bagaimana pun caranya aku harus keluar dari tempat ini...” Ujarnya dengan bersungguh sungguh.


Tekadnya kini bulat dia harus pergi untuk menyelamatkan nyawa nya yang mungkin saja mati di tangan orang yang sudah ia tolong saat ini. Angel tak peduli apa pandangan orang nanti kepadanya yang terpenting saat ini adalah nyawanya yang harus selamat dari orang orang yang jahat seperti mereka. 


Dengan menghela nafas yang berat dia mulai berjalan menuju pintu yang dari tadi tertutup rapat. Dengan hati yang sudah bulat dan keyakinan dia kini siap menghadapi semuanya sendiri. Kekerasan dan goresan luka yang diberikan Alex kepadanya mampu membuat ia sadar bahwa Alex bukan lah orang yang tepat untuk ia tolong.


Ceklek!! 


Sebelum ia mencapai pintu secara tiba tiba pintu itu terbuka dengan seseorang yang masuk membawa makanan untuk dirinya. Dengan jantung yang berdegup cepat serta ketakutan kini mata mereka saling bertatapan dengan tubuh Angel yang sedikit bergetar.


“ Angel.”


“ Alex.”


“ Kau bisa melepaskan ikatan itu? Kau mau kemana?”


Jantung Angel seakan tak berhenti untuk berdetak cepat. Tatapan Alex kini begitu tajam dan garang. Tak ada tatapan yang biasanya terpancar untuk dirinya. Alex yang mendekat kini berjalan mundur seketika dengan dia yang ketakutan bukan main. 


“ Alex.. lepaskan aku.. aku ingin pergi dari sini...” Ujarnya dengan dia yang terus berjalan mundur hingga dirinya terbentur dinding yang ada di belakang.


Tubuhnya bergetar hebat dia yang ketakutan serta menahan sekujur tubuhnya yang terasa sakit atas siksaan yang sengaja diberikan oleh Arya serta Alex tadi. Alex yang berjalan mendekat tak menjawab apapun melainkan menatap dirinya yang seperti melepaskan kulit kulitnya saat ini.


“ Kau mau kabur dari sini?” Alex mencengkram kedua lengan Angel begitu kencang hingga membuat Angel harus merasakan sakit.


“ Alex lepaskan ini sakit...” Ujarnya dengan memohon. 


“ Dengar Angel! Sampai kapanpun kau tak akan bisa kabur dari sini karena aku akan menjadikanmu sebagai tawananku...” Katanya dengan tersenyum devilnya.


“ Aku tidak mengenal dirimu yang seperti ini. Kenapa kau begitu tega menyakitiku sampai seperti ini. Apa salahku? Aku memang tidak tahu siapa mereka! Apa aku salah jika aku memang tidak tahu?” Angel kini untuk kesekian kalinya meneteskan air matanya.


Rasanya bertahan disini percuma, menolong orang yang ada di depan nya juga adalah keputusan yang sangat salah. Berbicara pelan juga tak ada guna nya, tapi untuk saat ini Angel mengatakan apa yang harus nya ia katakan dari tadi.


“ Aku hanya seorang bawahan mereka yang tidak dekat dengan mereka. Aku hanya pernah bertemu Bryan beberapa kali tapi bukan berarti aku mengenal mereka. Kenapa kau berubah banyak. Apa aku salah jika aku berkata bahwa aku memang tidak tahu mereka?”


Alex terdiam dengan pandangan yang sudah berubah. Pandangan yang tajam serta sinis tadi kini berubah menjadi luluh. Cengkraman yang kencang tadi kini sedikit mengendur ketika melihat air mata dari Angel yang semakin deras membasahi pipinya.


“ Kau banyak berubah. Kau tahu aku sangat nyaman dengan kelembutanmu tapi kau sekarang seperti monster yang mengerikan yang membuatku takut padamu. Apa kau sebenarnya seperti ini?” Sambungnya dengan menunduk.


“ Jangan takut padaku! Aku seperti itu karena kau tak berkata jujur padaku hingga aku takut apa yang dikatakan kakek ada benarnya, jika kau bersandiwara di sini untuk mengelabui kami semua...” Nada tinggi serta dingin tadi kini berubah menjadi lembut dan pelan. Inilah sosok Alex yang dikenal Angel.


“ Jadi kamu lebih percaya dengan tuduhan kakek mu itu? Apa aku selama ini terlihat hanya bersandiwara? Apa kau tak melihat susahnya payah kita bersembunyi kesana kemari hingga orang yang aku percaya mati membela kita. Apa itu tidak cukup untuk membuktikan bahwa aku tak bersandiwara?”


“ Tapi kau tak mencintaiku?”


“ Bukan karena aku tak mencintaimu aku lalu bersandiwara tentang ini semua Alex. Aku tak mencintaimu karena dari aku menganggapmu sebagai saudara ku bukan laki laki yang aku cintai.”


Patah hati, hanya itu yang Alex saat ini rasakan. Wanita yang telah dia pikir bahwa ia mencintainya kini malah mematahkan hatinya. Wanita yang rela kehilangan semuanya nyatanya hanya memiliki rasa ‘kasihan’ bukan cinta yang diharapkan selama ini.


“ Saudara?” Ucapnya dengan tersenyum sinis.


“ Apa tak ada alasan lain selain kata saudara?”


“ Aku memang hanya menganggapmu saudara tak lebih. Selama aku dekat dengan mu aku malah merasakan sosok kakak laki laki yang menyayangi ku, bukan sosok laki laki yang aku jadikan sebagai kekasih. Aku menolongmu dan rela kehilangan semuanya karena aku-“


“ Kasihan padaku?” Potongnya dengan cepat.


“ Tidak!” Elaknya.


“ Kau kasihan padaku bukan?” Teriaknya dengan kencang serta tubuh Angel yang dibenturkan ke dinding dengan keras.