
" Lepaskan aku…" Katanya dengan emosi.
Andre kini lari menuju ke halaman depan rumahnya yang lebih luas dengan sesekali di susul oleh asisten itu dengan cepat.
" Kau menantang orang yang salah bung!" Asisten itu kini malah berkata dengan nada sombongnya.
Andre tersenyum sinis ketika dia dengan cara terang terangan di remehkan oleh musuhnya saat ini. " Jika aku kalah kau bisa masuk ke rumah ku dan menggeledah rumah ku dengan sesuka mu tapi jika kau yang kalah maka ku pastikan kau sendiri yang akan mendapatkan masalah dari ulah aroganmu…" Katanya dengan nada datarnya.
" Ku pastikan kami akan masuk kerumah mu dan mendapatkan putramu yang kau sembunyikan di dalam sangkar mu."
" Jangan sombong Sir! Majulah dulu dan ukur kemampuanmu itu…" Jawabnya dengan nada sinis.
Polisi itu kini melepaskan seragam polisinya meletakkan senjata pistolnya dia kini sama sama tanpa senjata, dia yang tak memakai seragam kini sama sama seperti Andre, tapi sayangnya polisi yang di depannya tidak tahu siapa lawannya saat ini.
Polisi ini maju satu tangan dengan cepat melayang dan dengan segera Andre dapat menghindarinya, satu tangan kiri kini juga maju tetapi dengan cepat Andre menghindarinya dan lagi lagi hanya angin yang terkena pukulan tanpa bersalah tersebut.
Bug!! Andre membalasnya dengan cepat dia menyasar pukulan wajah polisi itu kembali, dengan satu gerakan cepat tangan itu juga mengenai pelipis matanya. Polisi itu menyentuh pelipisnya yang terasa perih.
Andre dan polisi itu kini saling menyerang saling membalas satu sama lain, mereka seakan ingin segera menjatuhkan lawannya dengan cepat. Emosi yang memuncak kini malah membuat polisi itu kalang kabut sendiri menghadapi tingkah Andre yang lincah seperti ini.
Mereka yang ingin memukul kini malah mereka dengan cepat meraih baju mereka dengan mereka yang bertatapan dengan cepat, mata mereka memancarkan emosi yang tak tertahan saat ini. Kini mereka saling mendorong kencang tetapi kaki Andre begitu cepat menendang dada polisi itu hingga membuatnya mundur hampir jatuh.
" Uhuk.. uhuk…" Polisi itu terbatuk dengan cepat, darah segar keluar sedikit dari mulutnya, beberapa rekannya yang ingin menolong kini langsung di hadang oleh Maria yang ada di sana.
" Jangan ikut campur urusan mereka, atau kalian akan mendapatkan pukulan lebih dari dia…" Ancamnya membuat beberapa polisi langsung terdiam.
" Cih!! Kau meminta bantuan kepada rekanmu? Memalukan…" Cibir Andre dengan mengejek.
" Kalian diam di sana jangan bantu aku, aku bisa menghadapi orang ini…" Teriaknya kepada rekan rekannya yang ingin maju menolongnya.
Rekan rekannya kini hanya bisa diam tak ada yang bisa berkutik. Andre dan Maria kini hanya saling tersenyum di bibir tipis nya setidaknya rencana mereka berhasil untuk memancing polisi ini membuat onar di rumah mereka.
" Maka maju lah dan lawan aku!" Katanya dengan menantang lagi.
Polisi itu mengusap darah segar itu membuangnya dengan kasar, orang itu kini maju lagi dengan cepat dia yang ingin menyerang Andre kini lagi lagi dapat dihindari olehnya,pukulan demi pukulan kini tak mengenai sasaran membuat polisi itu semakin geram.
Bug!! Andre dengan cepat memukul hidung orang itu dan satu pukulan lagi diberikan Andre mengenai dagunya dengan cepat. Andre kini menendang punggung orang itu hingga dia maju dengan rasa sakit, ketika dia maju kini dia menendang perut orang itu hingga dia terbungkuk menahan rasa sakit pada perutnya.
Andre kini membiarkan siku miliknya merasakan punggung orang itu dengan cukup keras, beberapa kali siku itu mengenai punggung itu hingga membuat orang itu jatuh ke tanah dengan tengkurap. Polisi itu kalah dengan cepat, polisi itu kini terkapar tak berdaya di bawah kaki Andre yang menang dalam pertarungan ini.
Polisi itu membalikan tubuhnya dia terbatuk batuk dengan beberapa kali menyentuh dadanya yang terasa sakit karena mengenai tanah dengan keras. Andre menatapnya tanpa belas kasihan dia menatapnya dengan ingin sekali membunuh polisi yang ada di bawah kakinya saat ini.
" Hanya segitu kekuatanmu? Kau terlalu cepat meremehkan lawanmu bung, sekarang kau sendiri yang berada di bawah kaki ku…" Andre berjongkok dengan menepuk pipi polisi yang sedang meringis kesakitan.
***
" Borgol aku?" Bentaknya Zac saat ini.
" Saat ini mungkin saya tak bisa memborgol anda tapi lain waktu saya pastikan saya akan membawa anda dengan hukuman yang lebih berat dari ini…" Katanya dengan nada sinis.
Zac tertawa keras di sana. " Kau pikir saya takut dengan ancamanmu? Saya bukan orang yang pantas kau ancam Sir, sebaiknya kau cari tahu dulu siapa lawanmu?" Tantangnya.
" Aku tak peduli kau siapa dan kau menjabat sebagai apa tapi jika kau bersalah maka hukum akan tetap berlaku denganmu dan tak ada satu orang pun yang bisa melindungi mu sekalipun itu jabatanmu."
Sepertinya apa yang dikatakan oleh komandan itu harusnya ia terapkan kepada dirinya sendiri, kata kata itu pantas untuk dirinya sendiri saat ini bukan untuk seorang pimpinan mafia yang tak pernah mengusik kehidupan orang lain.
" Harusnya kau mengatakan itu kepada dirimu sendiri Sir, kau terapkan kata kata itu untuk dirimu bukan untuk diriku. Jika kau bersalah pun tak peduli dengan jabatan apa yang aku duduki saat ini yang jelas jabatanmu tidak akan mampu menolongmu…" Kata kata itu kini dibalikin lagi ke komandan itu membuat komandan itu diam seribu bahasa.
Apa maksud orang ini berkata seperti ini atau sebenarnya dia tahu kalau aku ada kaitan dari ini semua. Batinnya dengan gelisah.
" Kenapa wajah anda terlihat gelisah? Saya tidak bermaksud apapun hanya membalik apa yang anda katakan,jadi anda tak perlu takut jika anda tak bersalah…" Balasnya lagi.
" Kita pergi dari sini,percuma di sini. Kita cari buronan kita ke tempat lain."
Rekan rekannya yang di bawah tadi kini mengangguk dengan cepat mereka meninggalkan tempat dimana komandan itu takut untuk dikuliti masalahnya sendiri oleh laki laki gondrong itu. Zac menangkap ada kegelisahan dan ketakutan di wajahnya membuat Zac yakin bahwa dia ada sangkut pautnya dari semua masalah ini.
Zac dan Val kini menatap kepergian beberapa polisi itu sebaliknya dengan Andre dan Maria yang juga menatap mereka semua pergi dengan salah satu rekannya yang harus dibopong. Mereka memukul mundur para polisi dengan cara mereka masing masing saat ini, tak ada yang mampu melawan mereka saat ini.
Mereka seperti kembali kemasa dulu ketika musuh mereka adalah seorang polisi hanya bedah nya saat ini polisi melindungi orang yang salah dan para mafia ingin membongkar pembunuhan berantai tersebut.