
"Kalau aku di rumah, aku lebih memilih untuk tidur di dalam kamarku. Semoga aja setelah pernikahan ini aku tidak akan tidur lagi. Aku akan mengajak travelling entah kemana. Anda juga mau masak bareng sama aku? Soalnya aku sendiri hobi memasak," jawab Budiman.
"Oh... Ya... Baiklah kalau begitu. Hari Minggu aku suka keluyuran. Cuma mau ada di sini ya sudah. Aku tidak akan kelahiran lagi dan bisa membuat menjadi orang yang spesial untuk hari Minggu," jelas Adinda.
Beberapa saat kemudian Adinda tersadar. Kalau dirinya lupa melihat jam. Setelah itu Adinda meraih ponselnya dan melihat jamnya tersebut. Betapa terkejutnya Adinda untuk saat ini. Karena ia tidak pernah bangun sesiang ini.
Akhirnya Adinda memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Budiman masih asik di atas ranjang Adinda. Ia tidak percaya kalau dirinya kembali ke sini bersama sang pemilik kamar. Badan sang pemilik kamar sudah tidur di sampingnya.
Hatinya sangat bahagia sekali. Bahkan ia ingin melakukan celebration. Ia ingin menunjukkan dunia Kalau Adinda adalah miliknya.
Setelah membersihkan tubuhnya, Adinda turun dan mencari keberadaan Tia. Ia berkeliling untuk mencari keberadaan Tia. Namun dirinya tidak menemukannya sama sekali. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke dapur.
Di sana Adinda melihat Tia yang sedang membuat kue. Ia segera mendekatinya dan mengembalikan bokongnya di hadapan sang ibu.
"Eh ibu. Aku kira ibu berada di toko," ucap Adinda.
"Nanti saja jam dua belas siang aku buka. Sekarang emang sengaja membuat jadwal uji coba. Soalnya kalau di hari biasa, para pengunjung datangnya jam dua belas siang. Jadi kita buka langsung diserbu sama orang," jelas Tia.
"Bukan begitu Bu konsepnya. Lebih baik ibu buka di jam biasanya saja. Jangan mengganti waktu bukanya. Sebab nanti pada karyawan tidak ada istirahatnya setelah membuka toko. Mereka buka langsung diserbu sama pengunjung. Apalagi jam-jam segitu adalah jam istirahat. Lebih baik buka seperti biasanya saja. Memang sih, di jam seperti itu, akan membeludak dan kehabisan tempat. Terus mereka tidak akan terkejut untuk mendapatkan serangan dari para pengunjung. Mereka sangat kasihan jika itu harus terjadi," jelas Adinda.
Tia akhirnya dengan apa yang dibicarakan oleh Adinda. Tia sendiri adalah seorang chef di berbagai tempat. Ketika waktu muda dulu, Tia sering sekali pekerja hotel ternama. Ia adalah seorang juru masak dari restoran tersebut.
Saat bekerja di sana Tia sering bertemu dengan Malik. Seorang mahasiswa yang penuh dengan kasus. Kasusnya itu bisa-bisa membuat orang tuanya jantungan. Bayangkan saja, hampir setiap hari Malik suka membuat ulah di berbagai macam tempat. Terkadang orang tuanya bingung dengan keadaan putranya sendiri. Dikarenakan Malik orangnya sangat nakal sekali.
Saat bertemu dengan Tia, Malik sudah memiliki seorang kekasih bahkan tunangan. Bagan ia sendiri sering sekali memperlakukan wanita tidak baik. Diam-diam Malik memacari banyak perempuan. Yang di mana perempuan itu adalah anaknya orang kaya.
Hal itu disebabkan oleh pacarnya. Yang dimana pacarnya sudah selingkuh. Sering sekali Malik melihat tunangan berjalan dengan pria lain. Tidak tanggung-tanggung pria itu sangat tua. Sang kekasih diam-diam mengakui perbuatannya karena sudah menjadi hobinya. Malik merasakan sakit hati yang sangat parah. Maka dari itu, Malik sering bergonta ganti pasangan.
Lalu bagaimana ceritanya Malik bisa menikahi sang ibunda dari Adinda? Malik sebenarnya dijebak oleh pacarnya sendiri. Saat itu Malik sendiri tidak menyangka kalau dirinya terkena jebakan. Sang mantan tunangannya, sengaja memberikan obat perangsang ke dalam minumannya.
Tia yang saat itu sedang pulang ke rumah ternyata ditarik oleh Malik. Ia di bawah kamar hotel. Disanalah Malik memperkosa Tia habis-habisan.
Menyesal, tidak ia tidak menyesal sama sekali. Bahkan dirinya sangat bangga telah mendapatkan wanita yang masih segel. Ia berjanji akan mempertanggungjawabkan gadis itu.
Masalah ini malik ceritakan kepada sang ibu. Betapa terkejutnya sang Ibu saat itu. Namun apa daya, Malik langsung mendapatkan tiket untuk melamar Tia. Ia menuju ke sana dan membicarakan tentang pernikahan ini.
Malik dan Budiman sebenarnya memiliki sifat yang sama. Sama-sama kocak dan polos. Budiman adalah orang yang tepat untuk Adinda. Karena dengan sendiri adalah seorang pria yang menjunjung tinggi perasaan seorang perempuan.
Memang, Budiman sendiri merasakan cinta yang nikmat. Yang di mana kita itu tidak pernah dirasakan oleh Kanaya. Ia mendapatkan kasih sayang tulus dari Adinda tanpa pamrih.
Budiman juga tidak menyangka bisa menikahi wanita yang cerdas seperti itu. Ia sangat bersyukur sekali mendapatkannya. Jarang ada wanita menerima sang pria dan tidak pilih-pilih. Bahkan ketika terjadi pemerko*saan itu, Adinda sendiri tidak pernah trauma sama sekali. Adinda mengatakan kalau sudah terjadi ya terjadi. Mau kembali pun juga percuma. Bahkan dirinya siap lahir batin untuk melayani Budiman di berbagai bidang.
"Bagaimana pernikahanmu bersama Budiman untuk saat ini?" Tanya Tia.
"Seperti ini Bu. Aku tidak bisa menyangka kalau menikahi seorang pria yang banyak masalah. Jujur aku akan mendampinginya hingga masalah satu persatu selesai. Aku rasa Budiman itu orang sangat baik sekali. Tapi dirinya dimanfaatkan oleh Gilang dan juga Kanaya. Inilah yang membuat aku yang merasa ketika mengetahui semuanya. Sekarang ada dua pilihan di dalam hidupku. Mau lanjut atau pergi," jawab Adinda yang membuat Tia tersenyum.
"Kalau untuk ibu sendiri, lebih baik kamu lanjutkan saja. Jangan pernah untuk menyerah. Ibu yakin setiap masalah pasti ada penyelesaiannya. Tapi kamu harus mendampingi Budiman. Jangan pernah menyerah di waktu-waktu tertentu. Kalau kamu menyerah, Budiman tidak akan bisa menyelesaikan masalah pribadinya itu. Berikan dia support untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi," jelas Tia yang sengaja tersenyum melihat Adinda.
"Iya Bu, aku tahu itu. Aku sendiri tidak akan pernah meninggalkannya walau sedetik saja. Apa salahnya aku bersama Budiman untuk saat ini? Cepat atau lambat aku akan menjadi gunjingan para tetangga. Soalnya tetangga sudah mengetahui siapa Budiman sebenarnya," ujar Adinda.
"Sebenarnya nggak ada masalah kamu sama dia. Yang menjalani pernikahan adalah kamu. Kamu jangan pernah menyerah sama sekali. Jika kamu menyerah mereka akan bersorak-sorai dan mencibir. Mereka tidak akan menyelesaikan masalah. Malahan mereka hanya bisa bertemu dengan dan melihatmu menderita," sahut Tia.
"Jika aku nggak kuat. Aku akan memutuskan pindah ke apartemen. Jujur, aku sendiri tidak ingin menghadapi orang-orang seperti itu. Lebih baik aku mencari pekerjaan lainnya yang bisa menghasilkan uang," kesal Adinda tidak yang tidak ingin mendengar kata-kata pedas dari mulut tetangga.
"Pindah ke apartemen mana?" tanya Tia.