Mr. Budiman Is My Husband

Mr. Budiman Is My Husband
BAB 119



Seorang gadis cantik sangat boring sekali. Bagaimana tidak? Dua jam sebelumnya, gadis cantik itu mengirimkan pesan ke kakaknya. Ia ingin meminjam salah satu mobilnya. Namun apa daya hingga saat ini sang kakak tidak menampakkan batang hidungnya.


"Kamu kenapa Nda?" tanya Kamila yang baru saja datang sambil menatap Sang Putri agak kecewa.


"Aku tidak apa-apa ma. Hari ini aku rencananya pengen keluar. Mobilku sedang masuk bengkel hari ini. Berhubung aku belum membeli mobil lagi. Aku ingin meminjam mobilnya Kak Budiman. Dari tadi pintu kamarnya sudah aku ketuk hingga berkali-kali. Hingga tanganku menjadi lecet seperti ini," jawab Andara sambil kesal terhadap Budiman.


"Apa kamu belum tahu? Kalau Budiman sekarang bersama Adinda sedang mengadakan kencan di pusat perbelanjaan," tanya Kamila.


"Apakah itu benar?" tanya Andara balik.


"Itu benar. Hubungan mereka sudah banyak kemajuan. Mama sangat bersyukur sekali atas keajaiban seperti ini. Doa mama perlahan terkabul secara pelan-pelan. Semoga saja Adinda bisa mengandung anak Budiman," jawab Kamila yang dibarengi oleh senyuman Andara.


"Amin," ucap Andara dengan tulus. "Semuanya sudah berakhir ma."


"Belum berakhir. Masih ada Gilang dan juga Kanaya. Mama masih bingung sama kedua orang itu. Bisa-bisanya mereka merencanakan sesuatu agar Budiman jatuh hingga terperosok jauh. Sedari dulu keluarga Gilang memang tidak menyukai Budiman. Hal ini dikarenakan kakakmu itu memiliki otak jenius. Apapun yang dikerjakannya selalu sukses. Ketika Budiman naik menjadi CEO di perusahaan, kedua orang tua Gilang menjadi sakit hati dan akan membalas semuanya kepada Budiman," jelas Kamila yang membuat Andara terkejut.


"Kok begitu ya ma? Orangnya. Jadi orang kok sangat jahat sekali," tanya Andara.


"Nggak di Budiman saja. Sekarang yang mama dengar dari papamu. Adinda diincarnya juga. Entah ada setan apa mereka ingin menghancurkan Adinda dengan sangat kejam. Tapi sahabatmu itu memiliki kelebihan lain. Yaitu sahabatmu lebih memegang ilmu teknologi. Maka dari itu setiap jejak langkah Gilang, Adinda sudah mengetahuinya. Semoga saja mereka bisa lepas dari jeratan Gilang memiliki ambisi ingin menghancurkan orang-orang sekitarnya," jelas Kamila sambil mendoakan mereka agar tidak masuk ke dalam perangkap Gilang.


"Mending kamu nggak usah mikirin soal itu. Lebih baik kamu lurus saja dan raih semua cita-citamu. Kamu akan meraih S3 selesai kakakmu dari London. Di sini siapa yang akan mengurus perusahaan pembuatan kaleng? Sementara papamu sedang sibuk mengurus perusahaan kakek nenekmu di negeri orang. Selesai Budiman masuk ke dalam perusahaan itu, Budiman akan memegang semuanya," tutur Kamila agar anaknya tidak mengikuti jejak sang kakak untuk kuliah di London.


"Baik. Aku akan mengalah untuk kakak. Di sini berarti aku bersama Kak Tio dan juga Papa. Setelah itu aku akan tinggal di negeri orang. Semoga saja Adinda segera mendapatkan momongan. Biar Adinda tidak lama-lama di London," celetuk Andara.


"Ngapain juga kamu ngomong seperti itu? Kamu itu sangat aneh sekali. Biarkanlah mereka kuliah di sana hingga selesai. Mama tahu kalau mereka memiliki otak di atas rata-rata. Kemungkinan besar mereka akan mengambil beberapa fakultas. Karena mereka sanggup untuk melakukannya," ujar Kamila yang membuat Andara matanya membulat sempurna.


"Apakah kamu masih ingat tentang cerita di Harvard?" tanya Kamila yang berusaha mengingatkan Andara pada masa lalunya.


"Yang mana?" tanya Andara balik sambil mengingat kejadian di masa lalunya.


"Kamu tahu cerita kuliahmu bersama Adinda di Harvard. Pas kalian selesai wisuda, kamu memilih untuk pulang dulu. Kamu berpesan kepada Adinda agar pulang jangan lama-lama. Apa yang Adinda lakukan? Hampir dua tahun Adinda sendiri telah menghilang dari peredaran mata kita. Ternyata Adinda telah mengambil beberapa fakultas. Kami sekeluarga dan keluarganya Adinda sangat kebingungan sekali. Tapi mama bersyukur Kalau Adinda memang berusaha meraih semua itu dengan jerih keringatnya sendiri. Kamu harus bangga memiliki kakak ipar seperti Adinda. Selain itu kamu mendapatkan reward dan bisa banyak belajar untuk memimpin perusahaan dari Adinda. Bagaimana caranya Adinda bisa dicintai oleh para karyawannya. Bahkan satu kantor pun memuja atas kecerdikan Adinda," tambah Kamila yang memberikan nasehat kepada Andara.


"Aku sudah banyak belajar dari dia. Aku sekarang sedang mempraktekkannya. Semoga saja Adinda bisa meraih cita-citanya. Sedari dulu Adinda itu orangnya gigih sekali. Makanya di usianya yang masih muda sudah bisa mendapatkan semuanya," ucap Andara.


"Semangat jangan pernah menyerah sedikitpun. Kamu nggak boleh iri hati sama Adinda. Kamu juga nggak boleh menyakiti Adinda hanya karena kesuksesannya. Karena mama tidak mau kamu hancur hanya ambisi semata. Kamu bisa mengambil ilmunya dan menerapkannya di berbagai bidang. Insya Allah semuanya akan terkabul. Adinda juga tidak akan pernah pelit ilmu kepada siapapun. Jangankan ilmu, uang juga dia tidak pernah pelit. Dia sering banget berbagi kepada orang-orang yang berada di bawahnya," pesan Kamila terhadap Andara.


"Ma, Bagaimana pandangan Mama terhadap Kanaya dan juga Adinda?" tanya Andara yang ingin tahu.