
"Itu benar lagi. Apa yang dikatakan oleh ayahmu benar. Ibu sampai pusing karena ulah Ayahmu itu. Tapi Ibu sangat beruntung sekali. Setelah menikah ayahmu sembuh dari penyakit Playboy itu. Dan nggak pernah yang namanya selingkuh dengan wanita lain. Kamu tahu yang membuat Ibu tercengang adalah ayahmu bukan pria romantis. Jarang sekali ayahmu memberikan kado-kado kecil buat ibu," jelas Tia yang membuat Adinda ingin tertawa.
"itulah ayahmu. Ayah memang orangnya nggak romantis. Apalagi berkata-kata sayang ataupun cinta. Selama ini ayah tidak pernah mengucapkan itu kepada semua orang. Bahkan mereka tidak tahu kalau Ayah bukanlah tipe yang romantis," tambah Malik.
"Jadi selama ini ayah adalah," ucap Adinda yang menggantung.
"iya ayah nggak pernah romantis. Ayah ngomong kata-kata cinta itu pun dibuat-buat. Tapi mereka percaya tentang hal itu. Yang lebih parahnya mereka ingin menjadi kekasih ayah. Ayah pun sampai bingung dan memutuskan untuk menjadi playboy saja," terang Malik.
"Ayah sangat parah sekali. Baru kali ini aku mendengar pengakuan dari seorang pria yang tidak romantis tapi playboy. Betapa bodohnya mereka saat menjadi kekasih ayah. Kalau aku sudah menendangnya ke angkasa agar tidak bertemu lagi," kesal Adinda yang membuat Malik terkekeh.
"Semua orang itu berbeda. Mereka adalah wanita yang membutuhkan kasih sayang seorang pria. mereka juga tidak tahu, kalau ayah memiliki pacar banyak. Tapi kalau kamu berada di zaman itu. Ayah nggak berani untuk menjadikanmu seorang pacar. Bisa-bisa Ayah babak belur karena ulahmu. Diam-diam hobi tawuran. jika sampai menjadi pacarmu, Ayah hanya bilang cukup sampai di sini saja," ujar Malik yang membuat Tia tertawa terbahak-bahak.
"Iya itu benar. Aku pernah menghajar playboy cap kakap di sekolah. Gara-garanya aku telah dituduh sama ceweknya yang bernama Inka. Padahal cowoknya sendiri yang merayuku untuk jadi kekasihnya. Itu sangat aneh sekali. Aku sangat kesal dan menghajarnya habis-habisan. Ingin rasanya aku membantainya. Tapi Nda bilang jangan terlalu kasar menjadi seorang perempuan. Aku pun dipanggil sama pihak sekolah dan menjelaskan semuanya. Aku jelaskan semuanya kepada mereka. Ujung-ujungnya cowok itu dikeluarkan dari sekolah. Soalnya banyak sekali laporan yang bilang Kalau cowok itu sangat meresahkan. dia langsung cabut dari sekolah itu dan tidak bersekolah lagi. Terus si ceweknya memutuskan keluar juga. Cerita pun berlanjut hingga si cewek itu mengetahui kalau sang cowok ternyata playboy cap kakap. Akhirnya itu cewek patah Hati dan memutuskan untuk meninggalkan cowok itu. Lalu cewek itu datang ke aku sambil nangis-nangis meminta maaf. Aku pun memaafkannya. Hingga akhirnya, Kami berteman sampai saat ini. Kabar terakhir yang aku dengar. Dia menikahi aktor tampan yang berasal dari Jepang sana. Dia memutuskan untuk tinggal di sana. Dan si cowok itu tidak pernah selingkuh," jelas Adinda yang membuat mereka lega.
"Jujur kamu itu sangat mengerikan sekali. Kamu mirip ibumu yang barbar itu. Aku tidak menyangka kalau sifat ibumu turun ke kamu. Tapi untungnya kakakmu enggak menjadi playboy. malahan kakakmu dikejar-kejar banyak cewek. Mereka nggak ada yang terpilih oleh kakakmu," jelas Malik yang mulai melirik Tia agar tidak marah karena menyebut sang istri barbar.
"Memang sedari dulu aku barbar. Jika putriku tidak barbar, aku menjadi bingung. Biarkanlah semua ini berjalan apa adanya. Oh ya... kamu masak apa hari ini?" tanya Tia yang melihat Adinda sedang mengupas wortel.
"Nggak tahu nih. Belum ada ide. Atau aku masa ini saja ya, kimchi atau kimbab. Tapi apakah mereka mau makan itu?" tanya Adinda sambil melihat Tia.
"Kamu tanyakan saja pada mereka. Takutnya mereka tidak mau dan menolak untuk makan. Contohnya saja seperti pamanmu itu. Dia tidak suka makan makanan seperti itu. Jadinya kamu harus bertanya terlebih dahulu," jawab Tia yang memberikan solusi kepada Adinda.
"Hari ini kan tanggal merah. Mereka berencana tidak masuk dan memutuskan untuk jalan-jalan. Jadinya Ibu memberikan waktu kepada mereka. agar mereka fresh pada waktu kembali bekerja. Ditambah lagi mereka jarang sekali mengambil hari liburnya. Akhirnya Ibu memberikan waktu sekarang untuk berkumpul dengan keluarganya masing-masing," jelas Tia.
"Oh iya ya bener juga. Kenapa Ibu nggak ngomong?" tanya Adinda.
"Kenapa harus ngomong sama kamu?" tanya Tia balik.
"Soalnya aku akan memberikan uang jajan buat mereka," jawab Adinda.
"Bener juga. Lebih baik kamu sisipkan saja pada gaji bulan ini," ujar Tia.
"Kapan kamu pergi ke London?" tanya Malik yang tidak ingin berpisah dengan putrinya itu.
"Lebih cepat lebih baik yah. Di sana tidak ada yang mendistribusikan barang-barang. Harusnya aku sudah berangkat ke sana. Berhubung Pak Budiman masih belum siap, aku harus menunggunya terlebih dahulu," jelas Adinda.
"Ya sudah kalau begitu. Kasihan kakakmu yang kebingungan mengerjakan dua tugas sekaligus. Di sana asistennya juga kerepotan," ucap Malik.
"Jika kamu berada di London, apakah kamu mengajak Netty? Soalnya dia itu asistenmu," tanya Tia.