
"Fikri dituduh meniduri banyak perempuan. Bahkan gilang dengan liciknya memberitahukan hasil USG dari seorang perempuan yang sedang mengandung bayi," jawab Budiman. "Yang aku tahu Fikri adalah seorang yang religius."
"Aku tahu itu. Aku pernah bekerja sama dengan dia di Medan," jelas Adinda. "Kalau dia melakukan itu tidak mungkin."
"Jangankan kamu. Aku tidak percaya dengan semuanya. Aku sendiri sudah mencari beritanya dan bukti-bukti yang sangat kuat sekali. Agar Gilang kalah," jelas Budiman.
"Itulah Gilang yang ingin menghancurkan orang sangat dibencinya," ucap Adinda yang sudah mengetahui sepak terjang Budiman.
"Apakah aku harus bilang sama Nda tentang masalah ini?" tanya Adinda.
"Aku akan menghubungi Nda saat ini juga," jawab Budiman. "Nda harus tahu tentang ini semuanya.Aku tidak mau Netty mempengaruhi Nda dan akhirnya dia memusuhiku."
Adinda menganggukan kepalanya. Ia harus menceritakan kejadian ini kepada Andara. Agar Netty tidak mempengaruhi isi kepala Andara.
Selesai menghubungi Andara, Budiman berharap masalah ini cepat selesai. Ia tidak ingin larut dalam masalah tadi. Setidaknya masalah ini cepat selesai dan ia tidak terlalu memikirkannya sama sekali.,
"Masalahnya semakin berat," ucap Budiman.
"Dia sangat pandai sekali membuat orang-orang terpengaruh. Jika itu terjadi maka semuanya akan percaya pada omongan Netty," jawab Adinda.
"Apakah kamu enggak sadar kalau Netty adalah saudara dari Kanaya?" tanya Budiman yang menghempaskan bokongnya di samping Adinda.
"Aku tidak percaya itu," jawab Adinda. "Aku sendiri tidak pernah mencurigai Netty dan keluarganya itu."
"Ya aku tahu itu," sahut Budiman yang mengetahui sifat Adinda. "Memang agak sulit untuk mengatakannya ya. Ya sudahlah. Sembari menunggu Andara datang aku akan mengecek harga saham Njawe Groups."
POV 1.
Jujur aku bahagia untuk saat ini. Aku memang sangat menikmati momen bersama Budiman suamiku. Seiring berjalannya waktu, Budiman menjadi orang yang sangat baik sekali. Kejelekannya sudah berubah. Budiman sengaja ingin merubah sifatnya agar aku bisa hidup dengan nyaman bersamanya.
Tepat siang menjelang sore ada kabar yang tidak mengenakkan. Paman Herman sedang tidak baik-baik saja. Gemuruh hatinya seakan ingin meledakkan hatinya. Apakah ini berhubungan dengan Netty? Iya... paman memang sangat marah dengan Netty. Tapi yang anehnya paman tidak pernah menceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Paman memilih untuk diam tanpa banyak bicara. Paman memang melampiaskan acara bertarung dengan samsak di halaman belakang.
Saat aku juga ikutan bertarung, Mbok Yem kepala asisten rumah tangga di rumahku berteriak karena ada Netty. Otomatis aku sebagai atasan dan teman yang baik sengaja menemuinya dan say hello deengan ramah. Tapi apa yang dikatakan oleh Netty? Netty meminta surat tender tujuh triliun. Gila saja.Aku tidak akan pernah memberikannya.
Bayangkan dari pagi hingga pagi aku mengerjakannya. Aku butuh waktu sekitar dua bulan bersama timku untuk mengerjakannya. Eh... dia minta. Aku mulai mendeteksi apa yang telah terjadi saat ini. Aku menduga ini ada kaitannya dengan Gilang. Sepertinya dugaanku tepat. Karena aku baru saja mendapatkan informasi dari Paman Herman. Memang sudah sejak lama Netty memiliki hutang di keluarganya Gilang sebanyak tiga belas milyar. Aku hanya mengerutkan keningnya dan sekarang ini keluarganya ditahan. Sedari awal keluarganya telah memberikan Kanaya dan Netty ke tangan Gilang. Jadi mereka bisa diperalat untuk dijadikan senjata menyerang kami.
Netty bercerita kalau dirinya memang menjadi Kanaya. Dia diberikan tugas memperalat Budiman dan disuruh berdandan ala Kanaya.Ini memang gila. Tidak pernah terpikirkan olehku kenyataannya seperti ini.
Selama Kanaya pergi ke London, tugas untuk memperalat Budiman jatuh ke tangan Netty. Diam-diam Netty sudah merasakan kehangatan ranjangnya. Ini sangat lucu sekali.
Di file itu tertulis, tidak hanya Budiman menjadi teman satu ranjangnya. Bahkan Netty adalah sang penjelajah pria. Makanya dia sangat pandai menilai Budiman di atas ranjang.
Kalau menurutku ini sangat gila. pakah aku harus bilang bagaimana bisa hebatnya Budiman menjebol pertahananku yang akhirnya tidak bisa berjalan? Oh... tentu tidak. Aku tidak akan bercerita sedikitpun soal itu. Aku sangat menghormati privasi suamiku ini. Enak tidak enak tujuanku menikah bukan itu saja. tujuan aku menikah adalah untuk menolong Budiman dari kejahatan sepupunya yang serakah dan ingin menghancurkan kehidupannya.
Bagaimana Netty bisa menyinggung soal kematian soal Rizal? Sesak di dadaku. Aku mengingat masa laluku yang sangat manis itu. Perasaanku ingin marah. Tapi aku tidak ingin marah. Aku sudah memiliki suami. Aku juga sudah perlahan melupakannya. Jadi semuanya itu tidak bisa mempengaruhiku.
"Adinda," seru Andara yang berlari ke arah Adinda.
"Kenapa Kak Budiman menyuruhku kesini?" tanya Andara.
"Apakah kamu mendapatkan telepon dari Netty?' tanya Budiman yang sengaja duduk di sofa singel.
"Beberapa hari ini aku tidak pernah mendapatkan telepon dari Netty. Menurutku ini sangat aneh sekali. Aku tidak habis pikir kenapa ini terjadi? Aku sendiri berkirim pesan kepada dia. Tapi dia gtidak pernah membalasnya sekalipun," jelas Andara.
"Sudah jelas rupanya," celetuk Budiman.
Tiba-tiba saja Andara sendiri bingung apa yang telah terjadi saat ini. Hati Andara bertanya-tanya apa yang telah dikatakan oleh kakaknya itu.
"Oke aku akan menceritakan semuanya dari awal bertemu hingga sampai detik ini," kel;as Adinda. "Kamu percaya apa tidak. Itu terserah kamu. Aku tidak ingin persahabatan ini bubar hanya demi sang pengkhianat. Kalau kamu enggak percaya tanyakan semuanya ke Kak Budiman dan Paman Herman. Merekalah saksi hidup atas kejadian ini," pinta Adinda yang membuat Andara menganggukan kepalanya tanda setuju.
Adinda akhirnya menceritakan ketika melihat Netty bersama Gilang. Budiman juga membenarkan apa yang telah terjadi saat itu juga. Lalu Adinda menceritakan sambungan cerita itu. Hingga terjadi saat ini.
Andara hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tidak tahu apa yang telah dialami oleh Adinda bersama kakaknya itu. Akhirnya Andara menyimpulkan kalau Netty adalah pengkhianat. Andara paham apa yang telah terjadi saat ini. Akhir-akhir ini Andara juga merasakan ada kejanggalan yang berarti.
"Kok akhir-akhir ini aku merasakan kalau Netty itu banyak diam. Dia enggak cerita apa yang sebenanrnya terjadi sama aku,' jelas Andara yang menjelaskan apa maksudnya.
"Bagaimana dia ngomong sama kamu?Jika kejadian ini melibatkan Pak Budiman.Jika dia cerita, otomatis kamu pasti marah dan ingin menghajarnya. Aku pun sama melakukannya jika berada di posisimu," jelas Adinda.
"Benar juga sih. Thanks ya kakak ipar sudah memberitahukan apa masalah sebenarnya," ucap Andara.
"Sebaiknya kami tidak ingin menyeret kamu dalam masalah ini. Aku tahu ini masalah berat buat kami. Tapi aku mikir lagi. Kenapa juga aku tidak cerita sama kamu? Jika seandainya Netty memutar balikkan fakta sama dengan kakaknya. Kamu akan dipengaruhi. Aku tidak mau itu terjadi. Meskipun kakak sudah menikah. kakak memiliki kewajiban yaitu melindungi kamu. Kakak enggak mau kamu mendapatkan informasi gila itu," jelas Budiman yang memiliki rasa sayangnya ke Andara.
"Terima kasih kak atas nasehatnya. Bukankah kita diciptakan sebagai adik kakak yang kompak dan tidak boleh bercerai berai oleh seseorang?' tanya Andara.
Adinda tersenyum manis dan mengacungkan jempolnya ke arah Andara. Ia membenarkan pertanyaan dari adik iparnya itu.
"Itu benar apa yang kamu katakan. Aku enggak mau lihat kalian bertengkar lagi hanya masalah adu domba. Kalian sering-seringlah berkomunikasi agar hubungan kalian baik," pinta Adinda yang memberikan saran kepada mereka.
"Kalau aku enggak mau melakukannya. Aku pasti larinya ke kakak ipar. Soal cowok buatku sama Pak Budiman itu sangat ribet sekali. Bisa-bisanya aku nanti dilarang jalan sama Kak Tio," jelas Andara membuat Budiman yang bingung.
"Memangnya aku pernah melarangmu jalan sama Prasetio?" tanya Budiman yang mengerutkan keningnya dan mengingat apa yang telah terjadi pada waktu itu.
"Iya sih. Kakak malah mengurungku ke tempat sepi. Hingga aku tertidur dan melupakan acara kencanku," kesal Andara terhadap sang kakak.
"Aneh binti ajaib. Aku memang sengaja mengurung kamu.Karena saat itu aku banyak sekali pekerjaannya. Makanya acara ngedate kamu batal," jelas Budiman.
"Maaf kalau soal ini aku tidak ikut-ikutan. Aku sendiri tidak mengerti apa masalah utamanya," ucap Adinda sambil mengangkat tangannya karena tidak tahu apa yang telah terjadi pada waktu itu.
"Memang saat itu kakak ipar berada di New York. Jadinya kakak ipar tidak tahu apa-apa," sambung Andara.
"Lalu apa yang telah terjadi saat itu selesai kamu dikurung?' tanya Adinda yang penasaran dengan cerita Andara gagal berkencan dengan Tio.