Mr. Budiman Is My Husband

Mr. Budiman Is My Husband
BAB 207



“Jangan penasaran


seperti itu. Kamu akan menyukainya dan akan terus-terusan kesana,” ucap Budiman


yang menyuruh Andara diam.


Andara hanya tersenyum


manis. Sedangkan Budiman mengetahui kalau sang adik tersenyum. Baru kali ini


sang adik bisa tersenyum karena sikapnya itu.


Masih berada di tempat


Alexandro, Rizal sangat kaihan sekali kepada sang istri. Ia tidak bermaksud


untuk menyakiti hati sang istri. Ya... mau bagaimana lagi? Nyatanya Rizal tidak


bisa menahan kerinduan yang sangat mendalam sekali.


Kalau saja Kanaya tidak


membuatnya menjadi kacau. Kemungkinan besar, Rizal sudah bersanding dengan


Adinda. Namun disisi lain Rizal tidak boleh egois sama sekali. Ia tidak boleh


mengatakan kalau Adinda miliknya.


Rizal segera memeluk


Yuki dan mengucapkan kata maaf sambil mengelus-elus punggung Yuki. Ia tidak


menyangka kalau kejujurannya telah menghancurkan hati sang istri. Ia lalu


memeluknya dengan erat.


Lalu bagaimana dengan


sang pemilik butik tersebut? Alexandro sengaja menutup butiknya dan membiarkan


mereka meluruskan semua masalah. Ia memang sengaja agar masalah ini tidak


berlarut-larut hingga esok hati. Alexandro berharap kalau di kemudian hari


tidak akan adanya seorang pelakor di rumah tangga teman-temannya.


“Sayang, maafkan aku.


Aku memang salah untuk saat ini. Jika kamu menghukumku maka hukumlah. Jangan


kamu pernah membenci mereka. Mereka enggak salah. Hanya aku yang salah. Aku tadi


sengaja ingin tahu tentang perasaannya. Ternyata dia sangat mencintai Budiman.


Aku sangat lega bisa melepaskan Adinda. Bahkan Adinda lebih memilih Budiman.


Sekarang aku tenang dan bisa hidup bersama kamu,” jelas Rizal yang masih dalam


posisi yang sama sambil memeluk Yuki.


Mau tidak mau Yuki


memberikan maaf kepada Rizal. Ia terbuka mau menerima Rizal dengan masa lalunya


itu. Yuki melepaskan pelukan erat dan menatap mata Rizal yang sepertinya lega


dengan keputusan Adinda.


“Jangan kamu cari lagi


Adinda. Jangan kamu cintai wanita yang sudah bersuami. Kalau kamu melakukannya,


aku akan pergi dari hidupmu,” pesan Yuki yang membuat Rizal menganggukan


kepalanya.


Alexandro tidak sengaja


mendengar apa yang dikatakan oleh Yuki. Pria berkacamata itu menepuk bahu


Rizal. Ia tersenyum manis sambil berkata, “Jangan pernah sekali-sekali kamu


mengulanginya lagi. Kasihan istri kamu. Meski kelihatan tangguh, hati wanita


sangatlah rapuh. Jika sampai kamu menyakitinya, maka kamulah yang akan terkena


sial seumur hidup. Nanti akan ada efeknya.”


Rizal menganggukan


kepalanya dan mau menerima nasehat dari Alexandro. Ia hanya tersenyum dan akan


membuka lebar hatinya itu demi sang istri yang dinikahinya secara mendadak.


Lalu bagaimana dengan


perasaan Yuki? Yuki hanya bisa menghela nafasnya. Ia tidak akan lagi mengungkit


dan menyuruhnya untuk bertemu Adinda. Kalau pun bertemu itu hanya pekerjaan


saja. Ia berharap Rizal tidak akan mengingat kejadian ini. Baginya kejadian ini


sangat memalukan sekali.


“Apakah kita akan


berada disini?” tanya Yuki yang tidak enak dengan Alexandro.


“Ya enggak. Kita sudah


membuat Alexandro merugi besar. Butik ini hanya tutp satu jam,” jawab Rizal.


Rizal menatap Alexandro


dan memukul lengannya. Ia hanya tersenyum manis sambil berkata, “Terima kasih


atas nasehat kamu. Aku akan selalu ingat semuanya tentang nasehat kamu itu. Aku


sekarang tidak berhak mendapatkan Adinda. Aku akan melupakan dia dan membiarkan


Budiman yang akan mendapatkannya.”


“Sama-sama,” balas


Alexandro. “Disana jangan melirik cewek bule. Kalau sampai kamu melirik cewek


bule. Awas saja nanti Yuki aku rebut dari tangan kamu!”


Tanpa membalas apa yang


dikatakan oleh Alexandro, Rizal memegang tangan Yuki. Ia sengaja membawa Yuki


ke acara pernikahan Albert. Namun Rizal merasakan sesuatu. Ia bisa merasakan kalau


“Sepertinya mereka


tidak akan datang ke pernikahan Albert. Bagaimana kalau mama dan papa tanya?


Aku enggak mau mereka tahu akan masalah ini,” ucap Rizal dalam hati.


Rizal pun bingung pada


keadaannya. Ia tidak pernah menyangka kalau masalah ini sangatlah runyam. Ia


pernah berjanji akan membawa kelompok gangnya dalam pernikahan Albert.


Yuki yang mengetahui


Rizal bingung langsung menghentikan langkahnya. Ia langsung menatap sang suami


lalu bertanya, “Ada apa?”


“Habislah aku. Kalau


Budiman dan Tio enggak datang. Nanti mama papa akan marah sama aku,” jawab


Rizal yang tidak sengaja menatap Yuki.


Entah kenapa jantungnya


berdetak kencang. Ia merasakan ada yang aneh di dalam hatinya. Ia langsung


memeluk Yuki sambil tersenyum, “Kamu tahu, jantungku berdetak sangat kencang


sekali.”


“Apakah kamu terserang


jantung koroner?” tanya Yuki.


“Aku sebenarnya jatuh


cinta sama kamu. Tadi itu hanya akting saja demi membuktikan bagaimana


seriusnya Budiman untuk menjadi suami Adinda. Kalau dia enggak serius. Maka aku


menyuruhnya untuk menceraikannya. Lalu aku akan menjadikan Adinda istri kedua,”


bisik Rizal. “Aku enggak bermaksud melukai kamu.”


Yuki segera melepaskan


Rizal dan menatap nyalang. Bagaimana bisa Rizal mengatakan seperti itu?


Bukankah Rizal akan setia bersamanya?


Terus terang Yuki


akhirnya menatap sudut mata Rizal. Ia sedang mencari kebenaran atas perkataan


Rizal. Ia ingin melihat Rizal jujur dalam berkata. Setelah itu ia tidak


menemukan sebuah kebohongan, Rizal mengatakan ini semuanya demi mengetahui,


apakah Budiman serius mencintai Adinda? Jika serius, maka Rizal rela melepaskan


Adinda.


“Sekarang kamu enggak


ragu atas jawaban mereka?’ tanya Yuki dengan serius.


“Aku sudah tidak ragu


lagi,” jawab Rizal. “Aku mengaku lega atas pernyataan dari Adinda maupun


Budiman. Jika saja Budiman hanya bermain-main. Aku bisa merebut Adinda dan


menajdikannya sebagai istri kedua. Dan Adinda akan menjadi teman kamu di dalam


rumah. Aku yakin kamu akan bahagia atas keputusan ini,” jelas Rizal.


“Hmmmp... kalau malam tadi


iya aku mengizinkan kamu menikahi Adinda. Lalu sekarang? Aku tidak akan


mengizinkan kamu menikah lagi. Aku akan memberikan apapun yang kamu mau. Kalau


soal menikah maka,” kesal Yuki yang segera berlalu meninggalkan Rizal.


“Ya... sayangku.


Ternyata menikah untuk kedua kalinya hanya berlaku malam tadi saja. Lalu


bagaimana dengan aku ini? Sepertinya kamu memberikan aku harapan palsu,” gumam


Rizal yang sengaja mengejar Yuki.


Yuki semakin kesal


terhadap perlakuan Rizal. Bagaimana bisa dirinya mengatakan hal itu tadi malam?


Unutng saja kata-katanya segera ditarik. Agar Rizal tidak menikah lagi dengan


wanita manapun.


“Kamu kok menariknya


dengan cepat sekali sih?” tanya Rizal.


“Pokoknya aku enggak


mau kamu menikah sama Adinda. Jangankan Adinda, aku tidak akan mengizinkan kamu


menikah dengan orang lain,” jawab Yuki yang mulai nada suaranya datar dan


menakutkan.


“Lalu bagaimana


teman-teman gangku yang sengaja aku kumpulkan untuk acara malam ini?” tanya


Rizal.


“Aku enggak mau ikut


campur masalah itu. Aku tidak ingin menyuruh pasukan untuk mencarinya,” kesal


Yuki yang membiarkan Rizal kebingungan.


“Apakah kamu mau bantu


aku untuk mencarinya? Nanti aku akan memberikan kamu mobil keluaran terbaru,”


tanya Rizal sembari merayu Yuki agar segera membantunya.