
Di sebuah unit apartemen, ada seorang gadis yang sangat panik sekali. Gadis itu baru saja mendapat telepon dari seseorang pria. Pria itu berkata jika tidak memberikan sebuah dokumen tersebut, keluarganya akan disandera. Gadis itu sangat ketakutan. Dirinya tidak pernah menyangka, kalau ancaman tersebut akan menjadi dampak besar di dalam hidupnya.
Mau tidak mau gadis itu masuk ke dalam kamar lain. Ia akhirnya melihat lemari besar tersebut. Kemudian Gadis itu membuka lemari itu. Gadis itu ternyata sangat tertarik sekali pada isi lemari tersebut. Lalu gadis itu mengobrak-abrik seluruh isi lemari itu.
Tak selang berapa lama, gadis itu telah menemukan beberapa dokumen. Ia tersenyum sambil berkata, "Maafkan Aku. Aku harus melakukannya demi menyelamatkan keluargaku. Aku tahu nanti kamu bakalan marah. Ini yang lebih penting buat keluargaku sendiri. Keluargaku sekarang mau disandera oleh Gilang. Jika aku tidak memberikan dokumen ini kepada Gilang."
Gadis itu ada yang bernama Netty. Netty terpaksa melakukannya karena Keluarganya sedang dalam bahaya. Namun Netty tidak tahu resiko belakangnya bagaimana. Ia tidak memikirkan tentang tali persahabatan itu. Setelah berhasil Netty akhirnya pergi dari apartemen itu. Ia langsung mencari keberadaan Gilang ketika sudah berada di lobby apartemen. Dengan cepat Netty berhasil meninggalkan apartemen milik Adinda.
Selesai dari pasar Adinda langsung masuk rumah. Dirinya bergegas menuju dapur dan menaruh barang-barang itu di atas meja. Seketika ponselnya berbunyi keras. Bunyi itu menandakan ada bahaya di dalam kamar apartemennya. Adinda bergegas mengambil ponsel itu dari dalam kantong celananya. Kemudian Adinda melihat ada yang mencurigakan di layar ponselnya itu. Ia mengerutkan keningnya sambil bergumam, "Kenapa Netty masuk ke dalam kamarku? Apa maksudnya ini? Dia sangat lancang sekali mengobrak-abrik isi lemariku itu? Tapi Untunglah lemari itu tidak ada dokumen-dokumen penting. Jadi tenang deh."
Beberapa saat kemudian datanglah Tia dan juga Malik. Masuk ke dalam dapur dan menatap Adinda sedang kebingungan. Malik yang tahu kalau putrinya kebingungan langsung bertanya, "Kenapa kamu Din?"
"Anu yah... Netty masuk ke dalam kamar lalu mengobrak-abrik isi lemariku itu," jawab Adinda.
"Ada apa Netty masuk ke dalam kamarmu?" tanya Tia yang mulai curiga kepada Netty.
"Nggak tahu Bu. Perasaanku sih dia itu orangnya baik. Tapi kenapa dirinya kok masuk ke dalam kamarku lalu mengobrak-abrik isi lemariku?" tanya Adinda yang mulai curiga kepada Netty.
"Apakah seluruh dokumenmu berada di sana?" tanya Malik.
"Syukurlah kalau begitu. Untung saja Ayah selalu memperingatkan kamu untuk menaruh dokumen-dokumen perusahaan di ruangan kerja. Seluruh transaksi mulai dari a sampai z akhirnya berada di brankas tersembunyi. Jadi kamu harus tenang dan mencari apa penyebabnya? Selain itu juga, Kamu tanyakan saja pada Netty. Apa yang telah terjadi di dalam hidupnya?" saran Tia agar Adinda tidak emosi.
"Baiklah Bu. Untuk saat ini aku tidak akan pergi ke apartemen terlebih dahulu. Kemungkinan besar aku akan berada di rumah. Aku harus mempersiapkan banyak dokumen untuk serah terima ke Kak Faris. Aku harus pergi ke London bersama Pak Budiman," ucap Adinda yang membuat mereka mengangguk paham.
"Tapi di sana ada Kanaya. Hati-hati nanti Budiman akan kecantol sama Kanaya lagi. Soalnya Budiman masih sayang sama Kanaya," ujar Malik agar anaknya paham untuk bersiap-siap menghadapi Kanaya.
"Enggak ayah. Semenjak kejadian di mana Kanaya telah mendustainya. Pak Budiman tidak ingin lagi bertemu dengannya. Aku sudah memberitahukannya siapa Kanaya sebenarnya. Pak Budiman langsung kecewa. Jalinan cinta selama bertahun-tahun telah dikhianati begitu saja. Bahkan Pak Budiman tidak mau bertemu lagi dengan Kanaya. Sekarang Pak Budiman sudah nyaman bersamaku. Aku harus melindunginya dari Kanaya. Aku tidak mau lagi Pak Budiman tersakiti secara terus-menerus. Bahkan Pak Budiman ingin hidup bahagia bersamaku," jelas Adinda yang membeberkan fakta sesungguhnya.
"Kalau begitu jagalah. Ayah tidak mau kamu bercerai dari Pak Budiman. Soalnya kamu itu berjodoh dengan dia," ucap Malik yang membuat Adinda semangat untuk mengejar Budiman.
"Aku tahu itu Ayah. Aku tidak ingin kehilangan Budiman. Aku telah berjanji pada Mama Kamila. Aku harus menjaganya dengan baik dan juga merawatnya," ucap Adinda.
"Kamu harus semangat untuk melakukan semuanya. Jadikan ini semuanya agar kamu bertanggung jawab atas kehidupan Budiman. Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Kisah hidupmu itu sama seperti ibu. Ayahmu sama seperti Budiman. Ayah adalah orang brengsek. Yang lebih parahnya lagi Ayah itu Playboy. Banyak sekali wanita-wanita yang ayah pacari. Mulai dari anak tetangga hingga anak pejabat. Terus Ayah tidak menikahinya. Bahkan Ayah suka memberi harapan palsu kepada mereka," ucap Malik dengan serius.
"Apakah itu benar?" tanya Adinda yang bingung dengan penjelasan sang ayah.
.