King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Masih terus bertahan



4 lawan tumbang.


Tersisa 2, 1 orang asing dan satu adalah Edgard.


Fikir Zehra.


Dia secepat kilat melesat lari menuju ketitik puncak, berharap tidak ada yang tumbang di antara teman-teman nya yang lain.


Zehra terus berlari dengan terus memasang telinga dan bola mata yang tetap awas, tidak ingin jika dia menjadi lengah terhadap Edgard. Sebab dia tahu laki-laki itu akan cukup sulit untuk dihadapi.


Disisi lain 3 kawanan dari tim Zehra melesat memecah arah sesuai perintah Zehra sejak awal sebelum pertandingan di mulai, bahkan ada yang memutar kembali ke belakang dengan rencana yang telah sang tuan nya susun dengan sempurna.


1 kawan nya yang berlari memisah arah seketika tercekat saat melihat Edgard sudah berdiri tepat dihadapan, dalam posisi siap melesat kan anak panahnya.


Zehra berhenti sejenak, mencoba untuk memasang telinga nya baik-baik, dia masih bisa mendengar suara kaki berlarian dari arah sisi kirinya 2 arah secara berlawanan, tapi beberapa waktu kemudian suara langkah kaki berlarian itu berhenti seketika.


Bola mata zehra membulat saat sadar sesuatu yang buruk pasti terjadi pada laki-laki itu.


Seketika terdengar suara menggema dari tiap sisi hutan yang menyatakan jika sang teman tumbang dalam hitungan detik.


Zehra menggenggam erat telapak tangan nya, mencoba terus berlarian ke arah depan tanpa berniat untuk menoleh ke belakang sama sekali.


Satu janji nya pada tim nya sejak kemarin.


Tidak ada yang boleh tumbang, andaikan itu terjadi aku anggap kalian mati tidak dalam keadaan sia-sia, aku akan terus memperjuang kan agar semua orang menjadi baik-baik saja.


Bola mata Edgard seolah menatap Zehra dari kejauhan bagaikan melihat mangsa hidup yang siap dia matikan.


Zehra tiba-tiba membelok ke arah kanan, melesat menuju ke arah yang Edgard tidak begitu paham kemana, laki-laki itu jelas tidak peduli, asalkan bisa mendapatkan zehra, kemanapun perempuan itu dia pasti mengejar dan menangkap nya.


Zehra terus berlarian, melesat menuruni jalanan hutan yang menukik nyaris seperti jurang, namun tidak menyudutkan semangat nya untuk terus berlari dari hadapan Edgard.


Laki-laki itu jelas mengerutkan keningnya, dia fikir kenana perempuan itu akan lari? dikala terjepit dan terdesak dia fikir apa mungkin Zehra ingin melarikan diri?.


Lalu tiba-tiba Zehra menghilang begitu saja dari pandangan nya saat mereka melasat turun hingga kebawah, Edgard sejenak menghentikan langkahnya saat sadar dia berhenti di sebuah anak danau yang airnya terlihat begitu tenang.



Edgard mencoba memasang telinga nya dengan baik, mencoba mendengar kan pergerakan Zehra untuk waktu yang cukup lama, bola matanya terus menatap awas dengan jutaan kewaspadaan.


Dia tahu Zehra jelas tidak bisa dia remehkan sama sekali, sejatinya perempuan itu bisa bergerak begitu lembut tanpa bisa terdeteksi sama sekali.


Dia yakin yang melesat kan anak panah tadi dan menghancurkan anak panahnya adalah Zehra, tidak ada orang yang bisa bergerak secepat itu seperti sang ratu.


Hingga tanpa Edgard sadari, Zehra mulai keluar dari dalam air dengan gerakan yang begitu perlahan, dari posisi duduk hingga berdiri dengan sempurna tepat di belakang Edgard.


Berjalan tanpa mengeluarkan sedikit suara pun, mendekati Edgard lantas tangan kanan nya secara perlahan mengeluarkan sesuatu dengan gerakan yang begitu lamban.