
Kembali ke masa kini
Mansionutama Adalrich
Ruang Makan
di tengah suasana makan malam di seputaran meja makan, dimana para pelayan terlihat sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, Nyonya Alima terlihat menatap putra nya dengan tidak sabaran.
setelah sosok perempuan yang disangkanya Adeline tadi dibawa oleh putranya entah ke mana, dia tidak lagi bisa melihat perempuan tersebut saat ini.
Rasa penasaran besar masih menghantam nyonya Alima, dia pikir apakah itu Adeline atau orang asing yang kebetulan mirip seperti perempuan tersebut.
Sejuta pertanyaan bertengger di kepala nya atas ini, wanita itu ingin sekali bertanya kepada Adalrich soal perempuan tadi, tapi dia berusaha menahan pertanyaannya mengingat mereka tengah berada di tengah-tengah meja makan.
dia tahu putranya paling enggan untuk membahas segala sesuatu yang penting ataupun tidak penting selama mereka menikmati makan.
percayalah meskipun dia ibunya Adalrich tidak akan sungkan untuk membantah ucapannya, mengingat bagaimana mereka tidak memiliki kedekatan sama sekali sejak Adalrich kecil hingga hari ini.
pada akhirnya dia lebih memilih untuk menyantap makanannya sembari bola matanya terus menjelajah mansion tersebut sejak tadi.
entahlah dia tidak tahu berapa lama waktu telah berlalu setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka, hingga akhirnya setelah para pelayan mulai membereskan sisa makanan dan berbagai macam peralatan yang berantakan di atas meja makan Nyonya Alima baru mulai membuka suaranya.
"Tidak kan kau ingin meluruskan soal penjelasan mu tadi?"
tanya wanita itu dengan cepat ke arah Adalrick.
Laki-laki tersebut baru saja akan beranjak dari posisi duduknya, mendengar ibunya kembali berisik mengeluarkan suaranya seketika membuat Adalrick mengurungkan niatnya.
"aku pikir kita tidak perlu lagi membahasnya"
laki-laki tersebut menjawab begitu datar dengan suara dingin nya, bola mata laki-laki tersebut menatap tajam ke arah ibunya.
"Tidak perlu? hah."
Nyonya Alima mendengus kesal, dia mencoba menahan perasaan nya.
"Lalu bagaimana dengan pernikahan mu dengan Ilse Kock? aku menunggu kamu untuk mengumumkan pernikahan kalian secepat nya"
wanita itu langsung bicara ke poin utama nya, alasan apa hingga membawanya datang ke kediaman Adalrick malam ini.
satu-satunya alasan yang paling masuk akal dia datang ke sini adalah dia hanya ingin meminta dan mendesak laki-laki tersebut menikahi calon menantu pilihannya.
"5 tahun bukan waktu yang sebentar untuk Ilse Kock menunggu kamu, apa kau akan kembali mengulur waktu?"
Tanya nya sedikit menekan Adalrich.
"Ibu dan Ilse menunggu Begitu lama kamu mengumumkan nya, cukup ragu dengan ucapan kamu dari 5 tahun yang lalu, tapi malam ini keraguan itu semakin menjadi saat ibu melihat perempuan itu kembali di kediaman kamu"
wanita itu jelas protes dan sedikit marah, dia mulai meninggikan suaranya karena berpikir jika putra nya benar-benar telah menipu dirinya.
"Kau sengaja mengulur waktu karena Adeline sesungguhnya masih hidup dan kamu menyembunyikannya di suatu tempat selama ini?"
Lanjut Nyonya Alima lagi.
Adalrich belum menjawab pertanyaan ibu nya, dia terlihat enggan untuk membahas soal pernikahan nya dengan Ilse Kock, bagi nya hal tersebut tidak pernah benar-benar ingin dia tanggapi.
"kenapa ibu begitu yakin jika Ilse Kock adalah pilihan terbaik untuk menjadi istriku?'
tiba-tiba laki-laki tersebut bertanya ke arah ibunya sembari menaikkan ujung alisnya.
"Tidakkah ibu pernah merasakan jika perempuan itu hanya memanfaatkan ibu?"
pertanyaan yang dilontarkan Adalrich jelas membuat wanita itu seketika mengerutkan keningnya.
"Apa?"
Tanya nya sedikit terkejut.
"tidakkah ibu ingin bertanya dengan pelayan pelayan kepercayaan ibu? apa yang telah dia lakukan dalam beberapa tahun terakhir ini?"
mendengar ucapan putranya seketika wanita tersebut langsung menoleh ke sisi kirinya di mana sang pelayannya tampak duduk di ujung sana.
dia cukup tidak paham dengan ucapan dari Adalrich.
"Hati-hati dengan makanan ibu, karena kita tidak pernah tahu jika terkadang kawan bisa menjadi lawan dan lawan bisa menjadi kawan"
laki-laki itu bicara seolah-olah memberikan peringatan kepada ibunya, dia bisa mencium gelagat dari Ilse Kock, tapi ibu nya jelas terlalu bodoh untuk menyadari soal hal tersebut.
mendengar ucapan putranya menjelek-jelekan Ilse Kock seketika membuat Nyonya Alima berkata.
"Kau yang buta dalam melihat sesuatu, tidakkah kau tahu jika Ilse sudah banyak membantu mu dulu?"
wanita itu menekankan suaranya agar putranya sadar apa saja pengorbanan yang telah dilakukan oleh Ilse Kock di masa lalu.
"Membantu ku? katakan Yang mana saja hal yang pernah dilakukan perempuan itu untuk ku? aku pikir dia beberapa kali memanipulasi penyelamatan, mengarang dan berbohong jika itu perbuatan dirinya namun realitanya itu adalah perbuatan Adeline"
Adalrich berkata dengan cepat, menentang ucapan wanita dihadapan nya itu agar menyadari kebohongan yang diciptakan oleh Ilse Kock.
"cintamu benar-benar buta, jadi perempuan itu telah menghasut mu dan mulai berkata jika dia menyelamatkan kamu"
wanita itu terlihat begitu kesal ia langsung berdiri sembari mereka putranya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Aku enggan membahas soal Sesuatu yang terlah berlalu, sekarang katakan pada ibu, apakah Perempuan itu tadi adalah Adeline?"
saat wanita tersebut bertanya sekali lagi seketika Adalrick menatap kearah ibu nya.
"Apa ibu pikir orang yang mati 5 tahun yang lalu bisa bangun lagi?"
laki-laki tersebut bertanya dengan nada yang sangat dingin dan dia membuang pandangannya, kemudian Adalrich mulai berdiri dan beranjak pergi dari sana.
Melihat pergerakan putra nya seketika wanita itu mengejar langkah.
"Ibu akan mengirim seseorang untuk menghabisi nya jika dia benar-benar perempuan sialan itu"
Pekik wanita itu terlihat begitu kesal.
Mendengar ucapan ibu nya seketika membuat bola mata Adalrich terlihat akan melompat keluar, kemarahan laki-laki tersebut tiba-tiba naik ke ubun-ubun, dia pikir wanita yang mulai ingin menghilangkan kan batas waktu kerjanya?!.
"aku bilang jangan sesekali lagi menyentuh perempuan itu"
Adalrich memberikan peringatan nya pada sang ibu nya, dia menatap tajam kearah wanita tersebut sembari dia mencoba menahan amarahnya.
"Jika ibu nekad, aku pastikan ibu akan menyesali nya"
lanjut Adalrich lagi.
laki-laki tersebut ingin belajar pergi namun nyonya Alima dengan gerakan cepat mendekati Putra nya, dia Mencoba menahan perasaan nya yang bercampur aduk menjadi satu saat ini.
"Jadi dia Adeline?"
Wanita itu kembali bertanya sambil menatap dalam wajah Adalrich.
"Yah aku yakin itu adalah perempuan itu"
Dia menyakinkan diri jika perempuan itu benar-benar mantan menantu di masa lalu, seketika nyonya Alima mengeram.
Adalrich sama sekali enggan menjawab pertanyaan ibu nya, dia pikir ibu nya telah keluar dari akal sehat nya.
"Adalrich, jawan pertanyaan ku"
Wanita tersebut kembali mendesak, sama sekali tidak membiarkan putranya untuk beranjak pergi dari sana sebelum dia mendapatkan penjelasan seperti yang dia inginkan.
Namun alih-alih mendapatkan penjelasan dari putra nya tiba-tiba saja terdengar suara lain yang mengejutkan dirinya.
"Berhentilah bertindak bodoh Alima, kau tahu? perempuan itu adalah Anastasia, putri Fervita"
Ucap suara tersebut yang berasal dari arah pintu masuk mansion tersebut.