
Kereta Orion Express mewah tersebut kini terus melaju menembus cahaya pagi di mana di tiap sisi-sisi jalan di kiri dan kanan tanpa masih merata dengan hutan belantara.
mereka tinggal dalam satu kamar di kereta Orion Express tersebut, sudah bukan hal yang dirahasiakan lagi jika kereta memang itu memiliki tiap kamar-kamar di dalam gerbong gerbong kelas eksklusif nya.
sejujurnya tinggal bersama dengan Adalrich di dalam satu kamar sempit namun berkesan mewah tersebut cukup membuat dia sedikit takut dan risih, meskipun mereka akan melangsungkan pernikahan yang dia tidak tahu kapan tapi tetap saja baginya tinggal bersama Adalrich di ruangan bersama menjadi beban tersendiri untuk nya bahkan bagi Adeline Adalrich masih lah sosok laki-laki asing yang masih belum bisa dia kenali dengan baik.
dia menatap gelisah ke arah laki-laki tersebut yang kini duduk di kursi mendominasi berwarna merah yang terletak tepat di atas kasur di dalam kereta kamar eksklusif milik mereka.
Adalrich terlihat berputar pada tumpukan buku yang ada di hadapannya dan sebuah pulpen bertinta mahal di tangan nya.
Adele lebih memilih untuk duduk menepi di pinggir kasur tersebut dan tidak memilih untuk membaringkan tubuhnya di kasur empuk tersebut,sesekali bola matanya menatap pemandangan di sisi kanannya di mana dia bisa melihat barisan-barisan pohon kayu yang dipenuhi oleh salju di sepanjang perjalanan mereka itu.
Pepohonan tersebut terlihat enggan melambai-lambai karena ke kakuhan mereka setelah di selimuti salju selama berhari-hari lama nya.
Cuaca musim dingin di Berlin Jerman biasa nya terjadi pada suhu tertinggi harian sekitar 4°C, jarang turun di bawah -4°C atau melebihi 11°C. Suhu terendah rata-rata harian tertinggi adalah 3°C dan Suhu rendah harian sekitar -0°C, jarang turun di bawah -10°C atau melebihi 6°C.
Jika ada yang bertanya apakah musim dingin itu asik dan menyenangkan?!.
Jawaban nya tidak juga.
Musim salju jelas akan banyak menghambat aktifitas orang-orang, bahkan salju akan menebal di mana-mana dan mereka pasti nya membutuhkan pasokan kayu untuk perapian selama berbulan-bulan, belum lagi mereka harus menyediakan banyak stok makanan yang bisa menghangatkan tubuh.
Untuk kalangan orang menengah keatas itu bukan masalah, untuk kalangan kelas menengah kebawah itu akan menjadi musibah serius, sebab mereka harus dipaksa bekerja di bawah guyuran hujan salju oleh para serdadu dalam berbagai macam urusan ke istana'an dan kenegaraan.
Bahkan musim salju bukan musim yang di sukai para tentara dan serdadu.
Percayalah kisah musim dingin mengingatkan bagaimana para tentara yang berjuang pada Opera Barbarossa yang mengatakan musim dingin menjadi Neraka di Stalingrad.
Akhir musim panas 1941, Hitler menyerbu Uni Soviet (Rusia) melalui Operasi Barbarossa. Hitler yakin sebelum Natal ia akan mengusir Stalin dari Kremlin, Moskow. Namun, musuh Hitler di Soviet bukan cuma Red Army, tetapi juga cuaca. Pada musim dingin yang menggigit, pasukan Jerman ter-tahan di Stalingrad. Tanpa perbekalan makanan dan amunisi, ratusan ribu tentara Jerman dikepung pasukan Soviet.
Kisah tersebut di buat menjadi sebuah buku di mana buku tersebut merekam kisah dramatis pengepungan itu. Dimana sembari menunggu ajal, para tentara Jerman menulis ribuan surat untuk dikirim ke tanah air dengan pesawat terbang terakhir yang bisa keluar dari front Stalingrad. Surat-surat itu ditujukan pada kekasih, orang tua, anak-istri, dan sahabat-sahabat mereka di Jerman. Isinya mengejutkan: tentang keputusasaan, kecaman terhadap pemerintah, maupun kutukan bagi Sang Fuhrer. Buku ini menyajikan sisi hu-manisme dari sebuah pertempuran- yang sebetulnya hanya buah dari perseteruan antara Hitler dan Stalin.
"Jika merasa dingin dan lelah istirahat lah, aku akan menjaga mu dari sini"
Tiba-tiba suara Adalrich mengejutkan Adeline yang masih sibuk memandangi pepohonan hijau yang terlah berubah menjadi putih sepenuhnya disepanjang perjalanan mereka.
Perempuan itu menoleh dengan cepat, dia menatap kearah Adalrich yang bicara kearah nya dan mencoba mengembangkan senyuman mahal nya untuk dirinya.
Alih-alih menjawab ucapan Adalrich, tiba-tiba saja Adeline bertanya.
"Aku ingin tahu, apakah cara dan tindakan mu pada ku selama ini sama seperti apa yang kamu lakukan di masa lalu?"
Entah keberanian dari mana yang membuat perempuan tersebut bertanya sembari menatap dalam bola mata Adalrich dari kejauhan.
dia hanya ingin tahu dan cukup penasaran dengan kisah mereka di masa lalu, apakah dia dulu diperlakukan dengan sama seperti hari ini begitu hangat dan juga lembut oleh laki-laki di ujung sana tersebut atau malah sebaliknya.
Adalrich terlihat menatap dalam bola mata Adeline, seolah-olah pandangan nya menembus lingkaran hitam bola mata dan memasukkan tubuh istri nya tersebut pada gelombang ingatan masa lalu nya.
*****
Flash back / kembali ke masa lalu
"Beraninya kau menyentuh ku tanpa izin dari ku"
Ada binar kekecewaan dihati nya ketika dia menyadari bagian inti nya terasa terkoyak-koyak pagi ini, dia menemukan tubuh nya tidak mengenakan apapun dinayas kasur mendominasi berwarna putih tersebut.
Sisa darah masih menempel di balik spray kasur tersebut, impian nya untuk menikah dengan kekasihnya Dalmiro kandas dan hancur sudah.
Adalrich merenggut satu-satunya tahta tertinggi yang dimiliki seorang gadis seperti dirinya.
21 tahun tidak mudah menjaga Semua nya, bahkan Dalmiro pun tidak pernah dia izinkan untuk menjamah nya, lalu bagaimana bisa manusia tidak berhati itu memperkosa nya dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Adalrich sengaja memberikan dia minuman untuk membuat dia tidak sadarkan diri.
Adalrich terlihat hanya menggunakan handuk mandi menutupi bagian bawah tubuhnya, laki-laki tersebut baru selesai membersihkan tubuhnya, seolah-olah puas melihat ketidakberdayaan Adeline, laki-laki tersebut bergerak meraih cerutu berwarna coklat di atas meja dan sebuah pamatik besi berwarna gold bergambar kan tahta kepala kerajaan tertinggi.
Meskipun tidak dipungkiri betapa gagah dan tampan nya seorang Adalrich ketika dia meletakkan Cerutu di bibir nya dan mulai menyalakan pamatik nya, tapi Adeline menatap jijik pada laki-laki yang dengan berani memperkosa nya semalaman tanpa henti.
Dia bahkan jijik melihat tanda merah dibeberapa sisi tubuhnya saat ini, bayangan nya ketika Adalrich menjelajahi diri nya membuat dia ingin menangis histeris pagi ini.
Adalrich menghisap Cerutu nya secara perlahan lantas membuang asap dari Cerutu nya ke atas,dia meletakkan Cerutu nya ke atas sebuah asbak kaca kemudian dia bergerak mendekati Adeline dengan langkah tegap nya, laki-laki tersebut meraih dagu Adeline kemudian dia menggenggam rahang gadis yang kinj telah sempurna menjadi Perempuan tersebut sembari berkata.
"Aku tidak perlu izin dari mu untuk menyentuh mu bahkan membunuh mu, Adeline"
Rasanya cukup sakit saat Adalrick mencengkeram wajah nya.
"Kau harus menganggap diri mu beruntung karena aku tidak membunuh mu dan mau menikmati tubuh mu saat ini bahkan hingga aku bosan nanti"
Lanjut Adalrich lagi.
"Cobalah kabur sekali lagi, aku pastikan aku akan mengajak mu bercinta hingga kamu bahkan tidak mampu berjalan untuk melarikan diri"
******
Kembali ke masa kini.
Adalrich membuang kenangan mereka dimasa lalu, dia menatap kembali wajah Adeline yang masih menunggu jawaban nya saat ini.
"Aku tidak tahu bagaimana mendeskripsikan nya tentang kita dimasa kemarin, tapi aku dulu tidak sebaik saat ini"
ucap laki-laki tersebut tanpa berani beranjak dari tempat duduknya, seolah dia tidak memiliki daya kemampuan dan tidak sanggup untuk menyentuh sedikitpun kulit Adelin saat ini ketika mengingat bagaimana dia dimasa lalu.
"tapi saat ini aku tidak sedang berusaha untuk menebus soal masa lalu, namun aku ingin bilang aku melakukannya karena aku begitu mencintaimu, sangat, bahkan aku tidak bisa mendeskripsikannya dengan kata-kata betapa aku mencintaimu saat ini, Adeline Ben Petra"
ucap laki-laki tersebut dengan tatapan penuh kesungguhan.
mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki yang ada di hadapannya itu membuat Adeline tidak tahu apakah harus melanjutkan kata-katanya atau tidak.
******
Aku tidak bisa menghentikan kisah masa lalu
Karena masa lalu selama nya akan menjadi sejarah dan cerita dalam kisah hidup seseorang.
Tapi aku berusaha untuk menata masa hari ini untuk masa depan, agar aku tidak kembali mengulangi kesalahan yang sama dan agar aku bisa terus mencintai mu dengan dengan cara paling sempurna.