King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Praduga tak terkira



Meskipun masih Bingung dengan keadaan yang tiba-tiba berubah, Enardo menjadi begitu manis dan romantis seolah kembali ke masa lalu saat Anta sekolah dulu, tiba-tiba menjadi begitu penuh cinta, mati-matian menyakinkan Anta soal perasaan nya bahkan Enardo berkata dia tidak pernah mencintai Zaffa, Anta masih cukup takut untuk melangkah dan percaya pada laki-laki itu.


Traumatik di masa lalu soal perasaan nya jelas begitu mendalam, dia takut, yah dia takut jika semua hanya halusinasi dirinya, dia takut setelah ini selagi sedang sayang dan cinta nya Enardo lagi-lagi membohongi dirinya seperti Waktu dulu.


Masih jelas di ingatan nya bagaimana Enardo membohongi diri nya, berkata mencintai dirinya, tapi realita nya di hadapan Daddy nya Enardo berkata jika laki-laki itu mencintai Jak Zaffa nya.


Meskipun Enardo sudah berusaha untuk menjelaskan duduk perkaranya di masa lalu, tapi tetap saja bagi Anta sekalinya kepercayaan menghilang, akan Sulit sekali untuk kembali menyusun ulang kepercayaan nya seperti dulu.


Dan pada akhirnya karena jutaan kegalauan didalam hati nya, Sejak tadi tidak ada satu pun pekerjaan anta yang beres dia kerjakan, beberapa kali nyata nya dia hampir mengacaukan banyak hal.


Realita lain nya meskipun diliputi perasaan galau dan bingung, Anta jelas juga diliputi perasaan bahagia yang cukup sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata, saat Enardo berkata jika laki-laki itu mencintai dirinya.


"Ada apa?"


Tiba-tiba sang Mommy Anta mengejutkan dirinya.


Seketika Anta melonjak terkejut, hampir saja menjatuhkan gelas kopi di tangannya, rencana nya Anta akan men buatkan untuk Enardo secangkir kopi hangat untuk di nikmati di cuaca hujan yang mendera sejak tadi.


Anta sempat melirik kearah depan, dimana Laki-laki itu kelihatan cukup fokus mengobrol dengan beberapa anggota keluarga lainnya.


"Tidak apa-apa mom, aku hanya merasa sedikit pusing"


Jawab Anta cepat dengan perasaan sedikit malu dan terkejut.


"Pusing?"


Tiba-tiba salah satu untie nya muncul dari arah belakang.


Anta mengangguk pelan, kemudian meneruskan kegiatan nya untuk membuat kopi untuk Enardo dan teh hangat untuk beberapa keluarga lainnya.


Sejenak untie dan Mommy Anta saling melirik untuk beberapa waktu.


"Aku dikir Anta memang terlihat sedikit pucat"


Untie nya mulai bicara kepada semua orang saat anta selesai membagikan gelas minuman nya, wanita itu tampak melirik ke arah Enardo yang masih fokus bercerita


Beberapa keluarga tampak menoleh dan menelisik wajah Anta.


"Dia juga berkata jika kepalanya menjadi sedikit pusing"


Lanjut untie nya lagi.


Anta tidak begitu peduli ucapan untie nya, dia berusaha untuk duduk di samping Mommy nya, tapi dengan cepat san Mommy meminta agar dia duduk tepat di samping Enardo, mau tidak mau Anta menuruti kemauan Mommy nya.


Enardo tampak mengulum senyumannya saat tahu Anta duduk disampingnya, laki-laki itu langsung menyesap perlahan kopi miliknya.


"Apa mungkin dia hamil?"


Tiba-tiba ucapan untie nya terdengar mendominasi di sepanjang ruangan, semua orang tampak menoleh kembali, Enardo yang tengah menyesap kopinya seketika terbatuk-batuk karena terkejut dengan pernyataan sang bibi.


"Ya?"


Jelas saja Enardo bertanya dengan ekspresi terkejut.


Anta langsung spontan bertanya dengan ekspresi terkejut.


"Ya?"


Seketika Anta membulat kan bola matanya, cukup tidak percaya saat untie nya bicara soal kehamilan.


Dan dapat dibayangkan bagaimana raut wajah semua orang saat ini ketika mereka melihat Anta dan Enardo secara bergantian.