
Saat ditengah tangisan zaffa pecah, seketika darah segar mengalir dari balik hidung nya, Aida secepat kilat meraih tubuh zaffa.
"Oh God..,. nona..tidak"
Ucap aida panik, dia berusaha untuk menghubungi Enardo, tapi secepat kilat zaffa menahan tangannya, gadis itu menggelengkan cepat kepalanya.
"Tidak"
Ucap zaffa dengan Air mata yang terus memenuhi kelopak matanya hingga jatuh perlahan memenuhi kedua pipinya.
"Tapi nona"
"Hubungi Joyce"
Ucap zaffa pelan, Sepersekian detik kemudian gadis itu tumbang Seketika.
"Akhhhh....nona..."
Aida berteriak histeris, dengan tangan gemetaran dia mencoba menelpon dokter Joyce.
"Joyce...Joyce...zaffa"
Pekik Aida panik sambil terus berusaha meraih tubuh zaffa, darah segar tampak berhamburan kemana-mana.
********
Joyce memejamkan sejenak bola mata nya setelah selesai memeriksa kondisi tubuh zaffa, dia memberikan beberapa suntikan dan membiarkan gadis itu beristirahat dengan tenang.
"Masih belum mendapatkan pendonor lain nya?"
Tanya Joyce pada Aida sambil mengusap kasar ujung keningnya, mereka turun ke lantai bawah meninggalkan zaffa.
Aida tampak menggeleng pelan.
Sesaat setelah menanyakan soal pendonor nya, Gadis cantik itu tampak menekan pelan pelipisnya, dia berusaha untuk menghubungi seseorang.
"Edward?"
Gadis itu tampak berusaha berbicara dengan seseorang.
"Bisa bantu aku menghubungi Arash? aku tidak bisa menghubungi Kakak mu sejak kemarin, apa sesuatu yang buruk terjadi?"
Tanya Joyce pelan.
Terdengar sahutan dari arah seberang sana.
"Ya?"
"Tertembak? kapan?"
Joyce tampak Diam beberapa waktu.
"Kondisi zaffa semakin memburuk, dia butuh pendonor nya secepat mungkin"
ucap Joyce cepat.
"Tidak, aku bukan type seseorang yang suka menyerah karena sesuatu, aku yakin kita masih punya waktu untuk menyelamatkan diri nya"
Lanjut gadis itu lagi.
"Apa aku harus mengunjungi Arash ke Mansion nya?"
Joyce bertanya sambil terus mengerutkan dahinya.
"Aku tahu ini ide yang buruk, tapi semua orang benar-benar terluka saat ini, pada akhirnya bukankah kita butuh seseorang yang bijak untuk memecahkan semua persoalan nya? apa aku harus menemui uncle Zuu untuk meminta pendapatnya atau menemui untie Nadya saja?"
Otak Joyce jelas ikut tidak berfungsi dengan baik saat ini.
Dia fikir dia harus mencari 2 sosok untie dan uncle bijaksana itu saat ini, mereka berdua merupakan sosok paling tepat untuk di mintai pendapat.
Pada akhirnya dia menutup panggilan nya pada adik laki-laki Arash, dengan nafas berat dia menatap ke arah Aida.
"Berikan aku waktu 3 hari untuk menyelesaikan persoalan ini, aku akan mempersiapkan Operasi nya secepat mungkin, menyakinkan Arash soal istrinya zehra"
Aida tampak diam, dia hanya mampu mengangguk pelan.
Joyce melangkah secepat mungkin dan pergi dari sana, meninggalkan Aida didalam keheningan, membawa mobil nya menuju ke arah Utara.
Joyce fikir asal mula kesulitan ini semua berawal dari uncle Cullen,dan seandainya Daddy Arash tidak mengalami kecelakaan karena keserakahan geng mafia di masa lalu mungkin semua keadaan ini tidak akan pernah terjadi.
Uncle cullen Laki-laki kejam dan pengatur itu bahkan selalu menghitung segala sesuatu atas balas Budi, tidak heran sebelum masa jaya nya runtuh, semua geng mafia terbesar di daratan Eropa bisa tunduk dan takut padanya, laki-laki tidak berhati itu bisa dengan mudah mengatur kehidupan orang lain, termasuk kebahagiaan anak-anak nya.
Bahkan dia tidak enggan membuang 1 putri nya dan melenyapkan istri lainnya demi mendapat kan apapun sesuai kemauan nya.
Zaffa jelas tidak setuju konsep yang digunakan Daddy nya, dan ketimbang zehra atau pun anta, sesungguhnya orang yang paling tersiksa di antara semua orang adalah zaffa tapi meski bagaimana pun juga seluruh orang jelas sangat terluka.
Dan zaffa, Gadis itu hanya diam melihat semua hal yang di atur daddynya, bahkan dia harus kehilangan laki-laki yang begitu dia cintai tepat di depan matanya karena Daddy nya.
Bagi Joyce seluruh aturan yang di buat di keluarga Cullen jelas salah salah dalam mengartikan kata cinta, Memaksakan diri untuk menyusun strategi cinta sendiri tanpa pernah memikirkan perasaan orang lain.
Realitanya itu bukan cinta, tapi hanya obsesi untuk mengatur orang lain agar bisa menjadi sesuai keinginan nya.