King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Mengejar langkah



Beberapa jam sebelum nya.


Mungkin dia sudah gila!!!.


Yah mungkin Edgard sudah gila, meninggalkan prancis demi mengejar perempuan itu ke itali, jika bukan gila lalu apa nama nya? tidak waras? stress? putus asa atau bagaimana?.


Bahkan Edgard hanya mengandalkan pakaian yang melekat di tubuh nya, hanya mengandal kan paspor, visa dan ketidak waras an nya saat memutuskan semua nya.


Dia benar-benar pergi Tanpa persiapan apapun langsung melesat memesan tiket demi mengejar perempuan yang tiba-tiba terasa tidak asing dan familiar untuk dirinya.


Tidak dia pedulikan lagi urusan dia yang lainnya bahkan dia menyerahkan seluruh urusan Cullen mafia sementara waktu pada sang tangan kanan nya.


"Hati-hati dijalan, tuan"


Laki-laki kepercayaan nya itu bicara sambil menundukkan kepalanya.


Saat Edgard benar-benar menghilang bersama pesawat yang di tumpangi nya itu menembus cakrawala, laki-laki sang tangan kanan Edgard dengan gerakan cepat menghubungi seseorang.


"Tuan Edgard telah meninggal kan Prancis"


Ucap laki-laki itu cepat.


"Kita bisa bergerak menuju ke titik strategi"


Setelah berkata begitu laki-laki itu secepat kilat menutup panggilan nya, keluar dari bandara lantas langsung naik ke atas mobil dimana Leo tengah menunggu nya disamping sisi kemudi.


"Bergerak sekarang juga"


Ucap Leo cepat


******


Italia


Sejenak Edgard terus memperhatikan lokasi yang akan dituju oleh perempuan yang dia ikuti itu dari balik layar handphone nya dimana seseorang kepercayaan zid terus diperintahkan zid Untuk melacak perihal perempuan itu.


Hotel Bernini palace


Florence


italy



Cukup mudah untuk Edgard mendapatkan lokasi hotel yang di tuju oleh perempuan itu, Edgard tidak paham kenapa tujuan perempuan itu ketempat seperti ini, dia fikir biasanya tujuan utama orang ke Italia jelas ke Roma lebih dulu baru mengitari lokasi lainnya, cukup berbanding terbalik dengan apa yang di fikirkan oleh perempuan itu.


Bola mata Edgard terus menyusuri ruangan hotel tersebut, mencari jika-jika perempuan itu masih berada di lobby hotel atau tengah melangkah ke beberapa area hotel tersebut, atau bahkan tengah mendapatkan makan malam nya mengingat ini sudah masuk ke waktu makan malam yang cukup terlambat tapi rupanya apa yang diharapkan Edgard sama sekali tidak terkabul kan.


Aku mungkin sudah gila!


Ucap Edgard lantai melesat naik ke lantai atas menuju ke kamar yang akan dia tempati.


Yah Edgard belum pernah bertindak di luar akal sehat nya,hanya dalam hitungan jam kini dia berpindah negara tanpa tahu arah dan tujuan.


Sejenak Edgard menghembus kan nafasnya kasar, dia menarik perlahan kerah pakaian nya lantas melepas kan jaket mendominasi berwarna hitam itu dari tubuh nya, lantas dia meraih sebuah handuk dan memilih untuk membersihkan tubuhnya dari rasa panas, gerah dan penat selama di perjalanan, dia fikir mungkin benar dia butuh istirahat saat ini dan perempuan itu mungkin juga tengah butuh beristirahat.


Dia Fikir akan bergerak kembali besok untuk melanjutkan rasa penasaran nya.


Secara perlahan Edgard keluar menuju ke arah teras kamar nya.



Laki-laki itu meraih rokok yang ada di kantong celana nya, meraih sebuah pamatik dan mulai menyulut api di ujung rokoknya, sejenak Edgard menghisap secara perlahan rokok miliknya lantas menghembuskan asapnya ke udara.


Cukup lama hingga akhirnya laki-laki itu tanpa sengaja menoleh ke sisi kirinya, Edgard kembali ingin menatap ke arah depan namun secepat kilat dia kembali menoleh ke arah sisi kiri nya saat dia menyadari sosok seseorang yang tengah berdiri di ujung sana, Tampa tersenyum sambil menghubungi seseorang.