King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Membuat perubahan besar-besaran



Zehra memejamkan perlahan bola matanya ketika Arash mulai menautkan bibir mereka dengan gerakan yang begitu lembut, hingga tautan itu berubah begitu dalam dan panjang.


Seolah-olah Arash merasa ciuman itu merupakan ciuman kerinduan yang membuncah dalam beberapa hari sang istri meninggal kan dirinya, Arash terus bergerak dengan sempurna mengajak perempuan itu untuk terus masuk ke dalam ciuman panjang yang memabukkan.


Hingga akhirnya Arash melepaskan secara perlahan ciuman mereka, mencoba menekan kesadaran nya sebab dia cukup sadar dan tahu dimana posisi dirinya dan Zehra saat ini berada, dia tentu saja tidak mungkin berbuat khilaf ditempat lawan yang mungkin bisa saja tiba-tiba masuk memergoki dirinya.


"Mari pulang kerumah kita"


Ucap Arash pelan sambil menatap dalam bola mata zehra, kedua tangan nya terus mencoba mengelus lembut kedua pipi Zehra.


Sang istri menggelengkan pelan kepalanya.


"Aku belum bisa kembali Sekarang, Arash"


Ucapnya pelan.


Arash tampak diam, mencoba terus menelisik wajah Zehra untuk waktu yang cukup lama.


"Terdengar durhaka kah?"


Kali ini Zehra balik bertanya, mencoba menyentuh lembut wajah Arash.


laki-laki itu tampak diam.


"Ada banyak aturan yang begitu memberatkan dan tidak manusiawi didalam clan Cullen yang Daddy ku ciptakan sejak dulu,tidak ada cahaya, tidak ada kebahagiaan, tidak ada pendapat yang boleh didengar kan, semua harus berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku bak sistem Nazi atau penjajahan di jaman dulu"


"Banyak perempuan yang terluka, di injak, tidak di hargai, banyak anak-anak yang tidak boleh mencicipi kebahagiaan, bahkan dalam sistem yang Daddy ku ciptakan, membunuh perempuan dan anak-anak pun tidak menjadi sebuah permasalahan yang serius dan terus berlaku hingga hari ini"


Arash masih diam, dia tampak berfikir.


Siapa yang tidak kenal Cullen mafia? Mereka jelas merupakan para kawanan mafia tidak berhati, bahkan selain merupakan kelompok mafia yang melakukan aksi penyelundupan narkoba paling besar di dunia, Cullen terkenal dengan sistem membunuh mereka yang tidak memiliki hati, Pemenggalan kepala, melarutkan korban dengan cairan asam, eksekusi di depan umum, mencabik-cabik jantung, membunuh wanita dan anak-anak, pemboman terhadap orang-orang yang tidak bersalah.


pihak pemerintahan jelas telah jengah, terus berusaha memberantas kartel Cullen di dataran Eropa, tapi realita nya hingga hari ini clan Cullen sangat sulit sekali untuk musnah.


Bahkan kekerasan antara kartel narkoba di seluruh penjuru Eropa masih membara dan belum menunjukkan titik akhir nya.


Beberapa Kartel-kartel berusaha untuk saling bertempur satu sama lain memperebutkan wilayah kekuasaan dan pengaruh mereka, dan terus merasa jika Cullen makin merajalela dan menjadi tekanan terbesar banyak orang.


Black pearl Paling enggan berurusan dengan Cullen, sebab 2 kartel ini sejak dulu saling memiliki keterikatan hutang nyawa yang saling terus membayar namun tidak kunjung selesai, karena itu Cullen dan black pearl bisa saling mengabaikan.


"Kamu hanya akan bertarung nyawa untuk membuat perubahan yang terlihat sangat sulit terjadi, itu akan membuat kekhawatiran baru untuk ku, Zehra"


Arash jelas mengkhawatirkan Zehra, jika sang istri nekat bergerak dia takut ini akan di anggap seperti sebuah pemberontakan, akan terjadi perang besar-besaran didalam clan Cullen dan kartel narkoba didalam nya, nyawa Zehra tentu akan terancam, semua yanb tidak setuju pasti akan berusaha untuk membunuhnya.


"jika sesuatu yang buruk terjadi di kepada kami, apa yang harus aku lakukan? itu sama saja aku akan ikut mati secara perlahan bersama kamu, Zehra"


Arash jelas keberatan.


Zehra buru-buru menggeleng kan kepala nya.


"Jika aku tidak menghentikan semua nya sekarang, maka kedepan nya akan ada banyak perempuan dan anak-anak yang tersiksa dan mati dalam keadaan sia-sia, Arash"


Ucap Zehra Cepat.


"Bahkan bisa jadi, korban berikutnya adalah anak cucu kita sendiri, sekalinya Manusia yang sudah terbiasa membunuh dan memperkosa, ketika mereka menginginkan nya maka mereka tidak akan peduli siapa pun lawan mereka berikutnya"


Setelah berkata begitu, bola mata zehra terus menatap dalam bola mata Arash, Sedangkan Laki-laki itu jelas kehilangan kata-kata.