King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Sesuatu yang mengejutkan



Anta sejenak menatap piring sarapan dan teh yang di siapkan Enardo, seperti biasa laki-laki itu terus menyiapkan sarapan nya, meninggalkan sebuah catatan kecil di bawah gelas teh nya.


Secara perlahan Anta menarik kertas memo tersebut dan mulai membacanya catatan nya.


La tahzan innallaha ma’ana ( Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita)


Anta tampak terdiam, sejenak dia menelan salivanya.


Gadis itu duduk secara perlahan di kursi makan lantas seperti biasa mulai memakan sarapan nya secara perlahan, sesekali dia menghela nafasnya panjang.


"Bik"


Anta bicara cepat setelah menyelesaikan sarapan nya, membereskan piring bekas makan nya dan gelas milik nya.


"Ya nona?"


"Aku akan pergi ke satu tempat, jika Enardo bertanya mungkin aku akan pulang terlambat"


"Baik"


Saat Anta membalikkan tubuhnya dan mulai menjauhi sang pelayan, wanita itu sejenak menatap punggung Anta, dia fikir sejak kapan nona mudanya berpesan sebelum pergi, biasa nya nona muda nya sering melakukan apapun sesuka hati nya tanpa ada yang bisa mengendalikan nya, tapi beberapa waktu ini kenapa nona muda nya menjadi lebih teratur dan terkendali.


*******


Sejenak Zehra mengembangkan senyuman nya saat sadar siapa yang datang ke kediaman mereka di kala Arash entah tengah pergi kemana.


Anta, gadis itu secepat kilat memeluk zehra penuh dengan kerinduan,mencium dirinya dan terus memeluknya tanpa ingin melepas kan diri nya saking rindunya.


"Ohhhhh aku sangat merindukan kamu, kak"


Saat Anta memanggil diri nya kak,cukup membuat zehra mengeluarkan senyuman nya.


"Kamu tidak pernah memberikan kabar sejak kali terakhir kemari"


Tanya Zehra cepat.


"Ada sedikit urusan yang harus diselesaikan"


Jawab Anta cepat lantas gadis itu melepaskan pelukan nya.


Zehra mencoba duduk di sisi kasurnya diikuti oleh Anta.


"Para pelayan bilang kakak sakit?"


Tanya Anta sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Apa mungkin Kakak hamil?"


Mendengar pertanyaan Anta sejenak zehra diam.


"Itu aku tidak tahu"


Jawab zehra pelan.


Setelah dia sadar dari pingsan nya, Arash sama sekali tidak memberitahu kan apa yang terjadi pada diri, dia hanya tidak di izinkan keluar kemana-mana atau melakukan aktivitas yang berlebihan, jika menginginkan sesuatu cukup minta pada para pekerja di rumah, bahkan Arash tampak begitu over aksi belakangan, tidak suka zehra melakukan kegiatan yang menghabiskan banyak waktu, dilarang melakukan pekerjaan yang cepat membuat diri nya lelah.


Meskipun sifat Arash begitu kaku dan terkadang begitu dingin dan sulit dia ditebak, tapi Arash selalu memperhatikan keadaan dirinya,selalu melarang dirinya untuk melakukan ini dan itu.


Meskipun sedikit keberatan dengan cara Arash, zehra hanya bisa tersemyum dan mengangguk, baginya Arash tentu memiliki hak atas dirinya, karena dia adalah istri nya.


"Hmmmm baiklah, hanya saja aku fikir wajah kakak terlihat begitu pucat"


Ucap Anta cepat lantas berusaha memberikan sebuah paper bag yang entah isi nya apa kepada zehra.


"Ini apa?"


Zehra bertanya sambil mengerutkan dahinya.


"Aku tidak tahu, tapi pagi-pagi sekali kakak perempuan ku menitipkan ini kepada pelayan di mansion kami, dia bilang jika aku punya waktu mengunjungi Arash, aku boleh memberikan ini pada kakak"


"Kakak perempuan?"


Zehra masih terus mengerutkan keningnya, menatap bola mata Anta dalam.


Anta masih terus mengembangkan senyumannya, dia mengangguk kemudian berkata.


"kakak tertua ku, kakak pertama nama nya zaffa, aku punya kakak ke 2, hanya saja oleh Daddy dulu selalu disembunyikan dari semua orang jadi aku tidak begitu paham padanya, bahkan nama nya pun banyak orang yang tidak tahu apalagi aku, mereka bilang Daddy mempersiapkan Kakak ke 2 sebagai pemegang puncak kekuasaan Cullen"


"Ya?"


Seketika zehra tercekat, bola mata nya langsung membulat.


"Siapa? cul..Len?"


Zehra mencoba mempertajam pendengaran nya.


"Iya, Cullen"


Seketika zehra menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.