
Kembali ke sisi ilse kock .
"Kau benar-benar brengsek dan bajingan" Perempuan tersebut mengumpat ke arah Frada dengan perasaan kesal dan penuh kemarahan.
dia cukup tidak menyangka dengan keadaan ini semua, bahkan tidak menyangka malam ini apa yang direncanakannya dengan Alima akan menjadi hancur berantakan. anak buah kepercayaannya sendiri menjebak dirinya dan tiba-tiba saja ada di hadapannya dan gadis tersebut melumpuhkan para anggotanya di mana anggota Frada sudah mengepung keberadaan mereka.
Mendengar apa yang diucapkan oleh ilse kock membuat Frada terkekeh geli, dia sangat suka sekali melihat perempuan di hadapannya itu marah dan gelagapan seolah-olah kemenangan mendatangi mereka atas dasar nggak adaan dan baginya ini sangat luar biasa, pada akhirnya rencananya mereka susun dengan waktu yang lama membuat hasil yang sangat memuaskan untuk dirinya.
Mereka sengaja merencanakan untuk menjatuhkan semua orang serakah dalam jabatan mereka dan ingin meruntuhkan kejayaan dari Alima serta para antik-anteknya dan ini benar-benar membuat Frada senang dengan keadaan.
baginya tidak ada kebahagiaan lain yang bisa diterapkan saat ini kecuali membuat ilse kock hancur dalam kesombongannya selama ini dan ini sangat memuaskan dirinya.
"dan kau berani-berani membuat orang-orang ku menghianatiku" ilse kock terlihat berang, dan tiba-tiba saja perempuan tersebut berusaha untuk menyerang Frada namun sayangnya usahanya menjadi sia-sia karena gadis itu bisa membaca gerakannya.
dan dengan cepat Frada langsung bergerak untuk menghempaskan gadis di hadapannya itu dengan cara yang begitu kasar dan melumpuhkannya ke atas tanah.
namun sebelumnya sedikit pertarungan sini terjadi di antara mereka di mana Yang jelas Ilse kock mana mungkin mau mengalah dengan sosok Frada. Orang-orang Frada bersiap menaikkan senjata mereka tapi Frada tidak membiarkan orang-orang yang menembakkan pistol hingga dia puas bermain dengan Ilse kock.
membiarkan perempuan itu merasa histeris dan berusaha untuk menyerangnya berkali-kali, tapi dia mana mungkin menjadi bodoh, pada akhirnya dia berhasil melumpuhkan perempuan itu dengan caranya sendiri.
Brakkkkkkk.
hantaman terakhirnya pada tubuh perempuan di hadapannya itu ke lantai membuat ilse kock cukup kehilangan kata-katanya dan juga cara bernafasnya yang baik, dia melumpuhkan ilse kock dalam sekali pukulan hingga terjatuh dan menahan tubuh ilse kock dalam posisi tengkurap.
"Sial" meskipun dalam keadaan tidak baik-baik saja dan dilumpuhkan dengan cara yang luar biasa, ilse kock masih memaki dengan tidak tahu malu dan merasa tidak Sudi dengan kekalahannya.
"Lepaskan aku, pe..lacur" bisa bisanya perempuan tersebut mengumpan ke arah Frada, masih berusaha untuk memberontak dengan keadaan saat ini.
Frada jelas saja langsung membiarkan orang-orangnya untuk mengikat ilse kock dengan cepat.
"Kau tetap saja menjadi sombong padahal dalam kondisi terjepit, bagiku kau cukup tidak tahu diri dengan keadaan bahkan mengatai ku pe.. lacur? cihhhhh tuh bener-bener menjijikan dan memalukan" Frada jelas saja mengejek luar biasa pada perempuan tersebut yang kini telah diangkat oleh anak buahnya dan ditahan kedua lengannya dari arah sisi kiri dan kanan.
"Apa kamu ingin mendengarkan istilah yang terbaik untukmu?" tiba-tiba saja gadis itu memajukan wajahnya dan membiarkan dia menatap tajam bola mata Ilse kock.
"sebenarnya siapa di antara kita yang pe...lacur?" tanya Frada pada Ilse kock.
"kau pikir kau seorang perawat yang akan mau dinikahi oleh Adelrick?" tanya gadis itu lagi kemudian pada perempuan memalukan di hadapannya tersebut.
"aku akan memberitahukan padamu jika Adalrich tidak akan pernah mau menikahi seorang pe..lacur" lanjut Frada lagi kemudian.
"dia tentu saja sudah tahu kau pernah tidur dengan beberapa laki-laki bahkan tahu pernah membuat bayi saat kau diam-diam tidur dengan salah satu pejabat penting di negara kita" ucap Frada lagi kemudian.
dan percayalah ucapan Frada jelas saja membuat ilse kock terkejut setengah mati, dia langsung terbelalak kaget mendengar ucapan gadis tersebut.
"Apa?" perempuan itu merasa tenggorokannya seketika tersumpal sesuatu saat ini.
"Pe..lacur teriak pe..lacur, kamu sangat menjijikan dan memalukan, Ilse kock" umpat frada lagi kemudian.
setelah itu dia memundurkan langkahnya dan berniat untuk membalikkan tubuhnya.
"Brengsek.... ba..jingan kamu, lepaskan aku akan membuat perhitungan padamu jika kau berani untuk menentang diriku dan juga Alima" perempuan itu berteriak sembari mencoba untuk melepaskan dirinya dari cengkraman dua laki-laki di sisi kiri dan kanannya.
nyatanya adik-adik bisa lepas dari laki-laki tersebut malah kedua orang itu semakin kencang menggenggam bidang agar segera pergi dari sana dan akan membawanya ke tempat dimana mereka telah mempersiapkan satu tempat khusus untuk para pemberontak.
Ilse kock bersedih dia diseret oleh orang-orang tersebut dan merasa kalah dengan keadaan, dia tahu orang-orang yang telah dilumpuhkan dan dia telah dikhianati, namun nyatanya perempuan itu tetap berusaha untuk melepaskan diri dan dia sama sekali tidak ingin tertangkap dengan sia-sia atau mati dengan sia-sia di tangan Frada.
"kau pikir kau akan aman dan tenang-tenang saja? Alima akan datang dan menghancurkan kalian serta orang-orang mu yang tidak tahu malu, brengsek " umpat perempuan itu lagi kemudian, sembari dia masih berusaha untuk melepaskan cengkraman dua laki-laki yang ada di sisi kiri dan kanannya.
namun nyatanya seperti semula Alih-alih bisa melepaskan diri, kedua orang itu semakin kencang menahannya dan menyeret nya menuju ke arah berlawanan.
Frada yang mendengar makian dari Ilse kock hanya bisa mendengus dan mengejek didalam hati nya, dia yang awalnya telah berbalik dan mencoba untuk mengabaikan Ilse kock seketika berusaha untuk mengembalikan tubuhnya dan bergerak kembali mendekati Ilse kock.
kali ini dia membiarkan kedua orangnya membalikkan Ilse kock agar berhadapan dengannya, dan di detik berikutnya tiba-tiba saja Frada mencengkeram rahang perempuan tersebut kemudian gadis itu berkata.
"kau pikir Alima masih mampu untuk menyelamatkan, ilse kock?" dengan tatapan bola mata yang begitu tajam gadis tersebut bertanya ke arah ke sambil membiarkan tatapan mimpi indah dasi dan juga suara kerasnya menggema di keheningan malam.
intonasi suara serta tatapan dari Frada benar-benar terlihat seram dan membuat ini sekop berpikir jika berada mampu menjadi dua kali lipat lebih mengerikan daripada dirinya ketika marah.
"apa kau tahu akan dia kini berada di ujung tanduknya dalam kematian yang tidak pasti" Ucap Frada penuh kesenangan, dan di titik berikutnya garis tersebut tertawa terkekeh memecahkan keheningan malam.
"Apa?"dia bertanya terkejut.
"kondisinya tidak jauh lebih menyedihkan dari para dirimu" Lanjut frada lagi kemudian.
******
Kembali ke sisi Dalmiro dan Alima
Beberapa jam setelah nya
Penjara bawah tanah.
Bisa di bayangkan ketika kuku-kuku indah mu melepaskan dari tempat nya?.
Itu terlalu menyakitkan dan membuat orang-orang yang melihatnya akan memejamkan bola matanya, rasanya pasti sangat ingin sakit dan juga ingin mati, seakan-akan hari akan kiamat dan berakhir hari ini juga.
Dalmiro benar-benar melakukan apa yang ingin dia lakukan terhadap Alima dengan cara yang sangat kejam, tidak dia pedulikan apakah semua itu baik atau buruk, yang jelas dia ingin menikmati rasa untuk menyiksa wanita tersebut dengan caranya sendiri.
baginya apa yang dilakukan saat ini tidak sebanding dengan apa yang dilakukan Alima, ini bukan apa-apa dan dia sebenarnya sama sekali tidak merasa puas ketika dia melepaskan beberapa kuku dari wanita tersebut.
tidak ada lagi Rona bahagia di balik wajah Alima dan juga sapuan make up yang menutupi wajah-wajah keriputnya, pakaian elit dan berkelas yang sudah menghilang berganti dengan pakaian orang-orang sekelas bawah yang pantas menjadi penghuni penjara dan Alima tidak lagi menikmati kemegahan yang seharusnya ini dia nikmati dan selalu ingin dia nikmati sejak dulu hingga kini.
yang dia rasakan saat ini adalah satu kesakitan luar biasa yang jelas tidak ada obatnya bahkan kalaupun ada Dalmiro tidak akan pernah memberikan obat kepada perempuan tersebut bagaimanapun caranya.
Terdengar ringisan di balik bibirnya namun sayang Dalmiro sama sekali tidak peduli pada hal tersebut, namanya tanya meskipun beberapa kupu-kupu yang telah dicabut dan orang-orang Dalmiro sedikit memberikan siksaan pada perempuan tersebut, Alima sama sekali tidak mau mengakui kekalahannya, wanita itu tetap berlaku sombong dan merasa jika dia masih berkuasa karena keadaan dan hal tersebut membuat Dalmiro cukup jijik dibuat nya.
Laki-laki tersebut mendekati Alima yang berada dalam posisinya di mana dia memerintahkan kedua anak buahnya menjongkokkan wanita itu agar bersimpuh dibawa kaki, laki-laki itu membiarkan kakinya berada di bawah nyaris menyentuh hidung Alima.
"kau masih saja sombong meskipun dalam keadaan sekarang sekalipun" Ucap Dalmiro dengan suara dingin dan nada mengerikan.
Alima mencoba bersama bertahan agar hidung nya tidak menyentuh bagian sepatu kemiliteran laki-laki yang berdiri di hadapannya tersebut, dia mendengar dalam penampilan acak-acakannya gimana bahkan rambutnya tanpa kacau balau tanpa hiasan kembali di kepalanya.
"Kau pikir aku akan tunduk kepada manusia seperti mu?" Alima bicara sambil berusaha memberontak agar kedua orang yang memegang dirinya melepaskan dirinya saat ini.
Nyata nya meskipun dia berusaha memberontak kedua orang tersebut mencongkeram kedua lengan dan pergelangan tangannya ke arah belakang dengan keras membuat wanita tersebut sedikit meringis kesakitan seolah-olah merasa lengannya akan lepas dari bahunya.
"aku sudah tidak heran dengan keangkuhan mu, karena itu kau bisa membunuh siapapun yang ada di sekitarmu tanpa perasaan, dan tanpa sadar kau menyakiti banyak sekali orang-orang di sekitar mu, bahkan penjajahan seorang wanita dan tidak segan menyatim piatukan para anak-anak dari orang tuanya" Ucap Dalmiro lagi kemudian.
Laki-laki tersebut secara perlahan membiarkan kedua belah kakinya menopang tubuhnya dimana dia langsung mencengkeram rahang Alima dengan tangan kanannya. saking kuatnya cengkraman tersebut membuat Alima terus meringis kesakitan.
"kau benar-benar memiliki hati yang tidak kalah memberikannya dari milik iblis, karena itu aku tidak heran juga jika kau tidak diberikan kebahagiaan oleh Tuhan, dari suami yang mengkhianati mu diam-diam hingga tidak diberikan nya kepercayaan oleh Tuhan untuk mendapatkan anak-anak seperti yang kamu harapkan, karena kau sejak awal memang tidak pantas untuk mendapatkan apapun yang kau inginkan, ambisi gila mu mengalahkan segalanya " Ucap Dalmiro dengan cepat dalam nada yang begitu dingin dan juga datang serta tatapan penuh kejijikan wanita yang ada di hadapannya tersebut.
mendengar ucapan laki-laki yang ada di hadapannya itu seketika membuat Alima mengernyitkan keningnya, kata suami yang menghianati dirinya seketika membuat dia membulatkan bola matanya.
"Apa? kau bilang apa?" ini kali pertama dia cukup terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Dalmiro sejak tadi.
melihat ekspresi terkejut dari wanita tersebut jelas saja membuat Dalmiro bahagia, lagi-lagi itu langsung tertawa senang karena pada akhirnya kelemahan daripada wanita itu terlihat dengan jelas.
"kau benar-benar sangat mencintai suamimu bahkan sepertinya rela melakukan apapun untuk ayah Adalrich, kau sungguh-sungguh terlihat sangat kasihan bagiku" ucap laki-laki itu dengan penuh kesenangan serta nada penuh ejekan.
"apakah tidak tahu jika kau telah lama dikhianati oleh laki-laki tersebut? pernikahanmu berada diambang kehancuran, di surat perceraianmu akan keluar besok pagi" lanjut laki-laki itu lagi kemudian.
dan hal tersebut jelas saja membuat Alima benar-benar terkejut setengah mati, seketika dia mencoba memberontak kemudian berkata dengan suara yang tinggi.
"kau bicara apa ba..jingan? apa yang baru saja kau katakan dari apa sebenarnya yang ingin kau sampaikan...?" wanita itu terlihat misterius dan dia ingin tahu apa yang dimaksud oleh Dalmiro atas suaminya. Apa mungkin Petra benar-benar mengkhianati nya dan diam-diam memiliki simpanan dibelakang nya?!.
"Katakan pada mu apa maksud mu, ba..jingan?" melihat Dalmiro sama sekali tidak ingin menghiraukan ucapannya, di mana laki-laki tersebut tiba-tiba saja berdiri dari posisi jelas saja membuat wanita itu terkejut dan gelagapan, dia berusaha meraih kaki laki-laki di hadapannya tersebut yang ingin beranjak pergi darinya, iya mendengarkan apa maksud dari ucapan dari Dalmiro.
Alih-alih mendapatkan penjelasan dari laki-laki tersebut Dalmiro malah mengacuhkan dirinya.
"Dalmiro katakan padaku" dia masih berteriak meminta penjelasan di mana pada akhirnya meskipun sekuat tenaga dia meminta penjelasan tersebut nyatanya laki-laki itu malah beranjak pergi menjauh darinya sudah kedua laki-laki yang mencungkeramnya dan terus menahan tubuhnya langsung menariknya dengan cepat agar tidak mengejar langkah Dalmiro.
Dan di beberapa detik kemudian saat laki-laki tersebut mulai menghilang dari pandangannya tiba-tiba saja satu sosok bergerak mendekati dirinya dari arah kegelapan di sisi kirinya membuat wanita tersebut seketika langsung mengernyitkan dahinya, dia pikir siapa lagi kali ini yang datang mencoba membiasakan pandangan matanya dan melihat apa yang terjadi.
dan percayalah secara perlahan ketika bayangan tersebut semakin mendekati dirinya wanita itu langsung membelalakkan bola matanya saat dia menyadari siapa kini yang telah berdiri di hadapan.
"Kau...?" suara Alima seketika tertahan.