
Anta seketika membeku saat seluruh keluarga besar cullen dan Waleed dari beberapa negara datang berkunjung ke mansion mereka, beberapa bibi dan paman sepupu dari pihak Daddy dan Mommy nya, keluarga tertua dan terakhir sang Mommy nya sendiri.
Alasannya sangat sederhana sekali, mereka tidak mengundang keluarga besar saat menikah dirinya dan Enardo, jadi mereka melakukan kunjungan untuk mengucapkan selamat juga bertamu dalam beberapa waktu.
Tidak masuk akal.
Pekik Anta dalam hati.
"Me..menginap?"
Anta Bertanya cepat.
Dia fikir bukankah dia dan Enardo sebenarnya pisah kamar? jika keluarga datang dan menginap artinya mereka terpaksa tidur dalam satu kamar.
"Berapa hari?"
Anta bertanya cepat.
"Seperti nya 1 mingguan"
"Ya?"
Seketika Anta menelan Saliva nya.
"Ada apa sayang?"
Salah satu kerabat dekat bertanya heran ke arah Anta.
"Ahahahaha bukan masalah"
Seketika Anta mencari sosok Enardo, dia fikir kemana laki-laki itu? seharusnya enardo mencari cara untuk mencegahnya atau jika tidak cari cara untuk mengusir mereka.
"Mengusir mereka?"
Enardo menaikkan ujung alisnya, menoleh ke arah Anta yang sejak tadi sibuk menyiapkan minuman.
"Kamu serius? apa yang akan terjadi jika kamu melakukan nya?".
Tanya Enardo cepat.
"Lalu jika tidak Apa yang harus kita lakukan jika mereka menginap?"
Anta balik bertanya.
"Kita bersikap layaknya pasangan suami istri"
Jawab Enardo cepat.
"Ya?"
Anta tampak terkejut dengan ocehan enardo.
"What?"
Seketika Anta membeku.
Enardo tampak mengulum senyumnya.
"Bersikaplah biasa, jika tidak orang-orang akan mencurigai mu Anta"
Setelah berkata begitu, Enardo mencoba membantu Anta membuat minuman nya.
"Kenapa kamu masih disini?"
"Wah pengantin barunya disini rupanya"
Tiba-tiba suara seseorang mengejutkan mereka.
Anta buru-buru menoleh.
"Ah untie"
Anta menyapa cepat saat sadar seseorang tampak datang sambil memperhatikan gerak-gerik mereka.
"Apa kalian sudah menyiapkan program nya?"
Tanya seorang wanita yang tidak lain adalah sepupu Mommy Anta.
"Ya?"
Anta tampak bertanya sambil mengerutkan keningnya, dia membalikkan tubuh nya dengan cepat untuk menghadap wanita itu.
"Program?maksud nya untie?"
Anta bertanya bingung.
"Rencana memiliki anak? keluarga akan semakin utuh saat ada anak-anak di rumah mereka"
Ucap wanita itu lagi.
Anak-anak?
seketika Anta tercekat.
Hahaha anak-anak.
Seketika dia Menoleh ke arah Enardo, laki-laki itu tampak mengulum senyumnya.
Tidur bersama saja tidak pernah, bagaimana cara nya bisa punya anak?
Ucap Anta dalam hati.
"Kami sedang merencanakan nya, untie"
Tiba-tiba Enardo memeluk erat pinggang Anta dari samping, tangan nya mengelus lembut bahu Anta.
"lakukanlah dengan cekatan dan cepat"
Wanita itu bicara sambil mengedipkan bola matanya pada Anta.
"Kami tidak sabar untuk menimang seorang cucu"
Setelah berkata begitu wanita itu segera beranjak pergi dar hadapan mereka.
Anta jelas menaikkan ujung alisnya lantas dengan cepat menoleh ke arah Enardo.
"Itu jawaban macam apa?"
Tanya anta ke arah Enardo sambil memicingkan bola matanya.
Alih-alih menjawab laki-laki itu malah tersenyum lebar lantas menyentuh lembut kepala Anta, mengelusnya beberapa waktu kemudian membalikkan tubuhnya, beberapa waktu kemudian Enardo mulai menuangkan minuman Yang anta buat didalam sebuah teko ke dalam gelas-gelas yang ada di atas meja.
Anta hanya menatap gerakan Enardo yang tidak dia pahami ekspresi nya sejak tadi, dia fikir pasti ada yang salah di dalam diri laki-laki ini.