King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Hubungan yang tidak pernah di restui



Masih di masa lalu


Masa SMA zaffa


Di masa liburan sekolah


Saat zaffa tengah sibuk memetik buah jeruk di perkebunan keluarga Cullen, tiba-tiba seorang bocah laki-laki kecil berlarian ke arah nya sambil membawakan setangkai bunga.


Bocah laki-laki itu menarik pelan baju zaffa.


Sejenak gadis itu menaikkan alisnya, dia menjongkok perlahan tubuhnya.


Bocah laki-laki itu meletakkan bunga ditangannya tepat di telinga kiri zaffa.


Zaffa masih menaikkan alisnya, bertanya dengan kode isyarat Tina wicara ke arah bocah laki-laki itu.


Bocah laki-laki itu memberi isyarat jika seorang laki-laki memberikan bunga itu untuk nya.


Zehra menggerakkan tangannya, bertanya dimana laki-laki memberikan bunga itu.


bocah itu dengan cepat menunjukkan ke arah seberang jalanan.


Seketika Zaffa menoleh ke arah jari telunjuk bocah laki-laki itu terarah, tampak seorang laki-laki tampan berdiri di sudut jalan tepat diseberang sana, dengan perasaan serba salah Zaffa menundukkan kepalanya, laki-laki itu jelas saja membuat zaffa sedikit malu.


Bocah laki-laki itu kembali memberikan isyarat tangan ke arah Zaffa, yang artinya


Aku cinta pada mu.


Dari kakak laki-laki itu.


Seketika Zaffa membeku, cukup bingung harus menjawab apa, dengan cepat gadis itu mengelus lembut wajah bocah laki-laki itu, lantas memberikan nya sekeranjang buah jeruk.


"Cieee siapa itu?"


seseorang menggodanya dari arah belakang, menabrak lembut lengannya sambil mencoba menatap laki-laki tampan di ujung jalan.


Laki-laki itu sudah membalik tubuhnya, tampak sibuk berbicara dengan beberapa ibu-ibu pekerja yang tengah merangkai bunga.


"Aku baru melihat nya"


Jawab zaffa dengan wajah sedikit memerah.


"Bukankah dia sering hilir mudik di kediaman Cullen? aku fikir dia berbisnis dengan Daddy mu"


"Benarkah?"


Zaffa bertanya sambil menaikkan alisnya.


"Seperti nya Begitu, bukankah dia begitu tampan? aku dengar banyak gadis-gadis di perusahaan Cullen menyukai nya"


"Dia memang tampan"


Mendengar obrolan orang-orang dibelakang nya Seketika membuat zaffa mengulum senyumannya, sejenak dia mencoba mengintip kembali ke arah laki-laki itu, dan lagi-lagi bola mata mereka saling bertemu.


Zaffa langsung membuang pandangan nya karena malu.


********


Semua keluarga besar tampak sibuk menghabiskan makan malam mereka,Anta menatap enggan makanan di piring nya karena perutnya sejak lagi terasa tidak enak, enardo tampak fokus menghabiskan makanannya dan Zaffa sejak tadi menampilkan ekspresi bahagia yang begitu kentara, Sengkang tuan Cullen terus menikmati makanannya tanpa sedikitpun mengeluarkan suaranya.


Saat sesi makan malam berakhir, seluruh pelayan mulai menyingkirkan semua yang ada di atas meja makan, membereskan nya dan membersihkan nya dengan cepat.


Anta melesat cepat meninggalkan meja makan disusul dengan Enardo, mommy anta tampak sibuk menyiapkan kopi untuk sang Suami nya Cullen, Zaffa berniat beranjak dari duduknya tapi tiba-tiba Cullen menghentikan niatnya.


"Aku dengar putra Abizar belakangan sering menemui mu"


Saat daddynya bicara soal keluarga Abizar seketika Zaffa menghentikan langkah kakinya, kembali memilih duduk ke atas kursi nya.


"Aku tidak suka ada hubungan cinta di antara keluarga Cullen dan Abizar, sejak dulu kita hanya berbisnis bersama mereka, tidak membuat kesepakatan dalam menjalin hubungan kekeluargaan"


Seketika Zaffa menelan salivanya saat daddynya berkata seperti itu.


"Daddy tidak suka kamu bermain-main dengan laki-laki yang bukan pilihan Daddy, apalagi jika orang itu berada di bawah naungan keluarga Cullen"


Zaffa tampak menggigit bibir bawahnya.


"Daddy sudah mengatur pernikahan mu dengan orang yang tepat, jadi jangan pernah sekalipun bermain-main di belakang Daddy"


Lagi-lagi zaffa hanya bisa menelan salivanya.


"Apa kamu paham, zaffa?"


"Yes Daddy"


Mommy zaffa sejenak menghentikan kegiatan tangan nya, dia memejamkan perlahan bola matanya.