King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 63 A & A



Di sisi lain


Hamburg


Jerman.


"Sudah menemukan lokasi nya?"


Ilse Kock menatap gusar laki-laki yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu, dia baru saja menarik senjata yang ada di atas meja dan meletakkannya tepat di dalam kampung senjata yang ada di pinggang sisi kanannya.


pakaian lengkap kemiliteran yang biasa dia gunakan, saat ini telah berganti menjadi pakaian mendominasi berwarna hitam, perempuan itu terlihat tidak sedang baik-baik saja saat dia mendapatkan pesan dari seseorang.


Adalrich akan melakukan prosesi pernikahan di tempat yang belum diketahui keberadaannya.


bayangkan bagaimana perasaan perempuan tersebut saat ini, dia jelas mengeram kesal sembari menggenggam erat telapak tangannya. Jika Adalrich menikah dengan perempuan lain itu artinya rencana pernikahan dirinya dan laki-laki tersebut gagal total.


seluruh penduduk Eropa tahun jika dia akan menikah dengan putra mantan jenderal bintang 5 tersebut dan juga pernah menjadi jenderal paling ditakuti dan juga disegani saat ini.


berita itu telah sampai ke telinga seluruh orang sejam hampir dari 4 tahun yang lalu, lalu dia pikir bagaimana bisa Adalrich membatalkan pernikahan mereka tanpa berbicara dulu dengan dirinya atau ayahnya.


Ilse kock pikir satu-satunya cara adalah membatalkan pernikahan tersebut atau menghabisi perempuan yang dia yakini adalah Adeline, pemberontak dan mata-mata dari bagian musuh yang melumpuhkan dan membodohi Adalrich dengan cinta palsu nya.


"salah satu mata-mata berkata mereka bergerak menuju ke arah Mansion tidak ber di tengah hutan xxxxxxxx"


laki-laki yang ada di hadapan Ilse Kock menjawab dengan cepat sembari menundukkan kepalanya, dia berusaha menyampaikan informasi terakhir yang bisa mereka dapatkan hari ini.


mendengar jawaban laki-laki tersebut seperti gambar perempuan itu menggenggam erat telapak tangannya.


"siapkan mobil nya sekarang juga kemudian Mari melesat pergi ke sana"


itu adalah perintah mutlak yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun bahkan ayah Ilse Kock sekalipun.


"Kau akan mempermalukan diri mu sendiri saat pergi kesana"


Satu suara menyeruak masuk di antara mereka.


Alih-alih mau mendengarkan ucapan orang tersebut,Ilse Kock menatap tajam kearah sosok itu.


"kau pikir rasa maluku masih penting saat ini? dia telah membatalkan pernikahan kami,itu jauh lebih memalukan daripada aku mendatangi mereka dan menghancurkan semua pernikahan yang akan mereka lakukan hari ini'


Jawab perempuan itu cepat ke arah laki-laki yang ada di hadapannya.


Itu adalah Leonard, laki-laki tersebut bergerak mendekati Ilse Kock.


"kamu biasanya tidak bertindak gegabah dan juga terburu-buru, aku tahu cinta bisa membutakan seseorang tapi mati karena cinta itu jelas hal yang konyol, Ilse Kock"


Ucap Leonard cepat, dia cukup mengejek tindakan dari Ilse Kock.


"Aku juga jatuh cinta pada Adeline tapi menurunkan harga diriku di hadapan semua orang lain bahkan membahayakan nyawaku sendiri tidak akan menjadi pilihanku, ketimbang menggunakan otot aku lebih suka menggunakan otakku apalagi yang kita hadapi bukan sembarangan orang tapi seorang Adalrich yang bisa membuat kita kehilangan jantung kita kapanpun dia mau"


setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut memilih untuk duduk di sebuah kursi kayu mahoni yang ada dengan sisi kanan Ilse Kock.


Yah dia tidak mungkin baik-baik saja dan selamat dari tangan laki-laki tersebut, meskipun dia mencintainya Adalrich jelas tidak mencintaimu seperti besarnya cintai laki-laki tersebut kepada Adeline, tentunya Adalrich tidak akan segan menarik pelatuknya atau bahkan menghantam jantungnya untuk melenyapkan dirinya dari muka bumi ini.


"Mari menikmati permainan lebih dulu, kamu menginginkan Adalrich dan aku menginginkan Adeline, kita bisa membuat sebuah kesepakatan untuk menghancurkan hubungan mereka"


ucap Leonard sembari menatap dalam bola mata Ilse Kock.


perempuan tersebut tanpa tidak bergeming dia mencoba menetralisir perasaannya sembari menatap Bali bola mata laki-laki yang tengah menatap tersebut untuk beberapa waktu.


"kita akan saling menarik keuntungan tapi tidak untuk menghancurkan diri sendiri, Mari membuat rencana yang indah untuk semua ini"


lanjut Leonard lagi.


******


kembali ke hutan xxxxxxxx


mansion tidak berpenghuni


Adeline menghentikan gerakan nya ketika dia melihat Adalrich telah berdiri di ujung sana Sembari menatap dalam wajah nya, sedangkan Chaddrick kecil terlihat mengembang kan senyuman nya kemudian secara perlahan melepaskan genggamannya dari tangan Adeline.


bocah kecil itu bergerak menjauhi ibunya secara perlahan, dia mendekati Adele yang telah berpakaian rapi dengan pakaian kebanggaan nya yang terkesan mewah dan mendominasi berwarna hitam.


laki-laki tersebut menunggu Adeline dengan perasaan berdebar-debar ketika Chaddrick kecil sudah bergerak lebih dulu mendekati dirinya, jangan ditanya bagaimana perasaan hatinya saat ini yang jelas dia takut perempuan yang ada di hadapannya itu ia berdiri di ujung sana memberikan tubuhnya dan tidak siap dengan semua yang akan terjadi kedepannya.


adalin sendiri menata ke arah laki-laki yang ada di ujung sana dengan tatapan yang cukup sulit untuk diartikan, perempuan tersebut seolah-olah meragukan langkah kakinya sendiri, dia tidak bergerak sama sekali sejak tadi.


namun suara Chaddrick kecil seketika memecah pendengarannya bocah kecil tersebut melambaikan tangannya dan menunggu Adelia datang dan mendekati dirinya.


pada akhirnya dengan langkah kaki yang cukup ragu-ragu perempuan tersebut berusaha melangkahkan kakinya secara perlahan, menapakkan satu persatu jalan kakinya melewati lantai dingin yang terbentang luas di hadapannya dan bergerak mendekati dua sosok laki-laki dengan karismatik berbeda tersebut.


detak jantung perempuan itu begitu sulit untuk dikendalikan, bentar lagi apa tapi rasanya ya semua terjadi terlalu cepat dan dia tidak tahu apakah dia siap atau tidak untung menyusuri masa depan bersama laki-laki yang ada di ujung sana.


langkah kaki Adeline terasa begitu lama dan berat, diantara pemikirannya yang masih berpacaran menjadi satu dia terus melangkah berjalan ke arah depan di mana pada akhirnya seketika dia sadar langkahnya semakin mendekati laki-laki tersebut.


dan kini dia sadar dia telah berdiri tepat di hadapan Adalrick, di mana laki-laki tersebut saat ini secara perlahan mengulurkan telapak tangannya dan menunggu Adeline membalas uluran tangannya.


bisa didengar suara musik dan juga dentingan lonceng di atas mansion tersebut mengeluarkan suara indahnya dan menyatakan ini adalah waktu untuk mereka bergerak menuju arah depan.


Adeline cukup paham apa yang akan terjadi, meskipun di awalnya dia terkejut dia tahu ke mana mereka akan melangkah setelah ini.


tiba-tiba laki-laki tersebut berlutut di hadapannya dan diketik berikutnya satu hal tidak terduga terjadi di mana Adalrich mengeluarkan sesuatu dari jari manisnya.


"Adeline Amalia Monac, maukah kau menikah denganku sekali lagi seperti dulu?"


seketika bola mata perempuan itu membulat dengan sempurna, selain karena dia terkejut Adalrich membuat lamaran tiba-tiba, satu hal lainnya yang membuat dia benar-benar terkejut setengah mati adalah laki-laki itu dengan lantang menyebut nama aslinya.


Adeline Monac?!.


perempuan itu seketika menggenggam erat telapak tangannya.