King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 53 A & A



Kembali ke masa lalu


Kamp penjara bawah tanah


Dalmiro?!.


Adeline mengerut kan keningnya saat perempuan tersebut berjalan menuju ke arah laki-laki tersebut.


begitu dua orang masuk kedalam kamp penjara mereka, seketika bola mata Adeline menatap dua laki-laki tersebut.


yang di depan dia bisa menebaknya jika laki-laki tersebut adalah jenderal Adalrich dari pakaian nya.


seperti desas-desus yang dia dengar prestasi laki-laki itu memang luar biasa, bahkan dia begitu dipuji oleh presiden terkini, menjadi orang yang selalu bisa diandalkan dalam banyak situasi.


tidak heran jika seorang Adalrich banyak medali juga penghargaan dari sisi kiri dan kanan nya di usia laki-laki tersebut yang jelas masih sangat muda, namun Adeline sama sekali tidak berpikir jika sosok di balik peraih medali berharga itu akan terlihat seperti Adalrich.


sosok laki-laki tersebut terlalu menawan dan juga tampan, sangat tidak cocok untuk menjadi seorang jenderal dengan julukan sang penghancur jantung, di mana tanpa dan juga rupa laki-laki tersebut jelas tercetak dengan sangat sempurna.


Adalrich lebih pantas menjadi maha karya agung pujaan banyak perempuan, dia lebih pantas menjadi suami dari seorang tuan Putri atau bahkan anak pejabat tinggi, bahkan Adalrich lebih cocok menjadi salah satu tokok panggung teater yang bisa terkenal karena ketampanannya di balik kamera kayu yang membidik foto nya jutaan kali.


Menjadi seorang jenderal dengan prestasi sebanyak itu jelas tidak muda, bisa Adeline tebak jika Adalrich telah memulai karir ke militeran nya sejak masih terlalu muda bahkan mungkin dalam golongan masih anak-anak dan remaja.


Laki-laki tersebut jelas telah belasan tahun bergelut dengan dunia kemiliteran hingga mampu meraih lencana dan medali penghargaan penting.


Dan Adeline harus mengakui jika Adalrich memang pantas menjadi seorang petinggi sebuah negara untuk kedepannya.


Dan seperti ucapan gadis yang ada di hadapannya tadi, laki-laki itu sebenarnya pantas untuk dia manfaatkan, tapi dia jelas tidak akan mau masuk ke kandang harimau karena menghadapi Adalrich tidak akan mungkin mudah.


bahkan membodohi seorang laki-laki yang menyukai perempuan dan namun tidak akan mau menyembah perempuan jelas tidak akan mudah.


Adalrich dengan Desas-desus senter nya, jika laki-laki tersebut suka mencari perempuan namun jika tidak bisa menyenangkan dirinya maka Laki-laki tersebut siap menghabisi nya.


Kini bola mata Adeline menatap karena satu laki-laki lain yang ada di belakang Adalrich, dia bisa menebang itu mungkin laki-laki yang dimaksud oleh perempuan yang ada di hadapannya tadi.


Dalmiro?!.


itu adalah batu loncatannya untuk keluar dari Leonard, dia tahu laki-laki yang berjalan di ujung sana dan mendekati semua perempuan saat ini akan memilih dirinya dengan cepat.


tidak tahu bagaimana caranya Leonard sang tunangan bisa bekerjasama dan mendapat kan kesepakatan bersama laki-laki tersebut, yang jelas dia harus mendapatkan Dalmiro Dengan cepat.


Adeline ingin laki-laki tersebut segera membawanya pergi dari tempat ini secepatnya, dan mereka harus mengatur rencana karena waktu pemilihan semakin dekat dan membuat diri juga semua orang-orang mereka semakin terdesak.


ketika dua laki-laki tersebut berjalan menatap satu persatu perempuan yang berbaris dari ujung kanan hingga ke ujung kiri, bisa dia lihat jenderal Adalrich terlihat menatap satu persatu perempuan yang ada di sana, Seolah-olah dia siap memilih siapapun yang ingin dia pilih saat ini.


bola mata tajam dari laki-laki tersebut memperhatikan semua perempuan yang ada di hadapannya, cukup lama seolah-olah kesulitan terdapat di balik bola mata laki-laki tersebut.


semua orang terlihat diam apalagi para tentara yang ada di sekitar mereka, seakan-akan mereka membiarkan laki-laki itu mencari apapun yang dia inginkan.


mereka tahu Adalrich tidak mungkin memilih sembarangan orang,sebab desas-desus berkata dia menyukai seorang gadis perawan.


"Kau bisa memilih"


tiba-tiba suara Adalrich terdengar memecah keadaan, dia bicara sembari menoleh karena laki-laki yang ada di belakang.


"Aku menemukan pilihan ku"


Ucap laki-laki tersebut mantap, sebenarnya terlalu cepat, dan disitulah awal Adeline harus terperangkap.


Kecerobohan Dalmiro, menyeretnya dalam lubang neraka paling mengerikan.


***


"Aku menginginkan nya"


Ketika Adalrich berkata begitu, Dalmiro jelas mengeratkan rahangnya, itu adalah pilihan nya tapi dia jelas tidak bisa membantah ucapan dari atasannya tersebut, bola mata laki-laki itu melirik ke arah Adeline, seolah-olah meminta maaf karena kesalahannya hingga membuat Adeline terperangkap dalam keadaan.


dia tidak bisa menolak dan membantah ketika Adalrich dengan cepat langsung mendekati Adeline.


Begitu Adalrich tiba di hadapan Adeline, gadis iitumencoba menelan salivanya dengan berat.


Rumor mengenai bagaimana rupawannya Jenderal tertinggi Jerman tersebut nyatanya tidak terbantahkan. Jenderal Adalrich memang terlihat begitu memukau dan mencolok di waktu yang bersamaan.


Sungguh begitu sesuai dengan berita mulut ke mulut yang terdengar hingga ke kamp perkumpulan mereka.


Mata Adeline bergerak cepat pada Panzer Destruction Badge yang terpasang pada lengan kanan sang Jenderal, lambang tersebut mengartikan jika pria satu ini telah menghancurkan sebuah tank musuh seorangdiri.


Jangan lupakan lencana Close Combat Clasp yang terpasang di atas saku kirinya, membuat Adeline tahu jika Adalrich merupakan seorang veteran dalam pertempuran satu lawan satu.


Seketika dia gelisah, rencana awal Leonard menarik nya ke Dalmiro seperti nya akan gagal total, Kenapa di antara sekian banyaknyaperempuan, justru ia yang menarik perhatian mata gelap tersebut.


Jangan katakan bila semua rencana susah payah semua orang akan hancur tak bernyawa.


Jangan juga katakan bila kemerdekaan yang mereka harapkan akan hancur bersaman dengan terbelenggu juga dirinya.


Begitu Adalrich tiba di hadapan nya, laki-laki tersebut mencengkeram wajahnya untuk beberapa waktu, seolah-olah bola mata laki-laki itu sengaja untuk memperhatikan wajahnya sejenak, kemudian tiba-tiba laki-laki itu menarik dagu Adeline, menelisik wajah Adeline cukup lama.


kemudian Jemari laki-laki itu terlepas begitu saja dari dagu Adeline, sedikit membuat Adeline terkejut lalu menatap Adalrich secaraterang-terangan.


Kedua mata mereka saling menukar pandang dalam diam selama beberapa detik lamanya


sebelum Adalrich membalikkan tubuh Sembari bergumam rendah


"Bawa gadis ini ke mansion ku dan perlakukan dia dengan baik."


Apa?.


Dua bola mata Adeline membelalak tidak mempercayai apa yang baru ia dengar. Instingnya bergerak liar menampar untuk tetap waspada.


Cekatan, Adeline menyadari tidak ada guna berlama-lama tenggelam dalam kejutan semata. Kepala nya dikerahkan mengantisipasi segala hal beriring spekulasi menuding.


Dia curiga bila alasan prakarsa Adalrich sebelum ini berkaitan dengan label dirinya sendiri


Kerumunan pasukan militer dalam ruanganusang ikut merasa was-was denganperkataan maupun perilakuA Adalrich yang ambigu, terlebih kalimat terakhir yang pria itu titahkan terdengar cukup aneh karena dari apa yang semua orang tahu, laki-laki tersebut tidak pernah membawa seorang gadis pilihan ke dalam Mansion nya selama bertahun-tahun ini sebelum nya.