King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Pelukan hangat



Setelah menghabiskan waktu dalam tangisan panjang serta rasa tidak percaya yang luar biasa, diliputi jutaan kebingungan di antara dua orang tersebut, akhirnya Zaffa dan Edgard memilih untuk saling membisu untuk beberapa waktu.


Kemudian mereka memutuskan untuk pulang setelah memastikan kesehatan Zaffa baik-baik saja.


Saat mereka melewati lorong rumah sakit untuk kembali ke hotel, secara perlahan Edgard meraih tangan Zaffa, menggenggam nya dengan erat tanpa menoleh ke arah perempuan itu.


Sejenak Zaffa menatap tangannya yang digenggam erat oleh Edgard, kemudian dia menatap wajah tampan laki-laki itu dari sisi kanan nya sambil terus mengikuti langkah Edgard.


Laki-laki itu tidak bicara apapun, Zaffa fikir sejak dulu laki-laki itu memang begitu, meskipun dia nyaris tidak memiliki ingatan soal mereka di masa lalu, tapi Edgard tetap lah laki-laki hangat yang bergerak sesuai kata hatinya.


"Apa kamu lapar? kita bisa mencari menu makanan untuk makan malam kita, setelah itu kembali ke hotel untuk beristirahat, besok baru menghabiskan waktu untuk berlibur dan mendapatkan moment baru kembali untuk kita"


Ucap Edgard menghentikan langkahnya nya sambil menoleh ke arah Zaffa.


"Akhhh"


Zaffa jelas terkejut karena Edgard tiba-tiba membalikkan tubuhnya, dia menabrak pelan tubuh Edgard secara refleks.


Seketika laki-laki itu mengulum senyuman nya saat melihat ekspresi Zaffa yang meringis sambil menyentuh hidung nya.


"Sakitkah?"


Tanya Edgard sambil menyentuh lembut hidung Zaffa.


"Eh?"


Zaffa tampak terkejut dengan sentuhan tiba-tiba dari tangan Edgard.


"Ini tidak apa-apa"


Ucap laki-laki itu pelan.


"Ahh... iya"


Jawab perempuan itu pelan lantas mengusap-usap tengkuknya sejenak karena malu.


Tapi meskipun begitu, tiap kali melihat punggung kokoh itu rasanya Zaffa ingin sekali memeluk nya, ingin berkata betapa dia merindukan laki-laki itu, bahkan ingin sekali rasanya terbenam jauh kedalam dada yang begitu dia rindukan itu.


Saat Zaffa sibuk dengan jutaan pemikiran nya tiba-tiba suara Edgard mengagetkan dirinya.


"Sayang"


"Ya?"


Seketika Zaffa membeku.


Dia panggil apa barusan?


Zaffa langsung meremang, wajahnya jelas memerah, terasa aliran panas mengalir dari ujung kaki hingga menyeruak ke wajah dan ke ujung telinga nya.


Dia fikir apa dia salah dengar barusan?


Edgard memanggil nya Sayang?


"Kamu tidak ingin memeluk ku sejenak?"


Tanya laki-laki itu sambil membentangkan kedua tangan nya.


"Ya?'


"Anggap saja untuk melepaskan ribuan kerinduan yang lama terpendam"


Ucap laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman nya, dia masih membentang Lebar kedua tangannya dan menunggu Zaffa masuk kedalam pelukan nya.


Zaffa masih Tampak diam, menatap wajah laki-laki dihadapan nya itu dalam keheningan.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Edgard memajukan langkah kaki nya, dengan gerakan lembut dia mendekap hangat tubuh Zaffa untuk waktu yang begitu lama.


Perempuan itu jelas membeku, dia kehilangan kata-kata nya secara tiba-tiba.