King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 66 A & A



Bola mata Adalrich terus menatap kebersamaan yang di Ciptakan oleh Adeline dan Chaddrick kecil, dua orang tersebut terlihat begitu asik mengobrol dengan sejuta ke akrab'an, sesekali terdengar suara tawa dari kedua nya, atau bahkan suara kekehan yang memenuhi ruangan tersebut.


Adeline memperlakukan Chaddrick dengan cara yang begitu hangat, menciptakan gelombang penuh cinta dari seorang ibu kepada anak nya.


Berapa tahun Chaddrick kecil menunggu  kesempatan ini? berapa tahun pula Adalrich menunggu mereka mengikis jarak dan melihat kedekatan kedua nya? Entahlah Adalrich sudah nyaris lupa saking lama nya.


Ekor matanya terus memperhatikan kedua orang tersebut sejak tadi, terbit suatu kebahagiaan di dalam hati Adalrich yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, apalagi saat dia melihat Chaddrick kecil terus tertawa terbahak-bahak sejak tadi karena digoda oleh ibunya.


Sesekali bisa dia lihat pelukan hangat yang diberikan Adeline kepada putra mereka, bahkan ciuman demi ciuman juga diluncurkan dari bibir Adeline di beberapa permukaan wajah Chaddrick kecil.


Meskipun sebenarnya dia cukup iri dengan keadaan, berharap Adeline juga memberikan nya pada dirinya, Adalrich pikir mana bisa dia mencemburui putranya sendiri.


"Ibu katakan pada ku langit diciptakan oleh siapa?"


Ketika Chaddrick bertanya hal-hal seperti itu kepada orang lain Adalrich sering menggelengkan kepalanya, bahkan hari ini juga sama, anak itu selalu ingin tahu tentang banyak hal, dia mulai aktif dengan jutaan pertanyaan didalam dirinya, ingin mengetahui banyak hal dan fakta yang di anggap oleh anak-anak seusia Chaddrick penting dan mereka mengharapkan jawaban paling masuk akal untuk dirinya.


"Tuhan yang menciptakan nya sayang"


Adeline menjawab pelan.


"Ohhh lalu siapa tuhan?"


Lagi rasa penasaran tinggi menghantui Chaddrick kecil.


"Dia tidak terlihat, tidak dilihat, menciptakan kita serta dunia dan seisinya"


Adeline terlihat mengulumkan senyuman nya atas pertanyaan yang dilontarkan oleh sang putra nya.


"Lalu kita juga di ciptakan Tuhan?"


"Tentu saja"


"tangan juga di ciptakan Tuhan?"


"he em Tuhan yang menciptakan nya"


"Bibir juga"


"Iya sayang"


"kalau begitu tempat tinggal kita siapa yang menciptakan?"


"Yang membuat nya manusia, tapi bahan-bahan nya di ciptakan oleh tuhan"


Chaddrick kecil terlihat berpikir, dia menggangguk-anggukkan kepala nya.


"Apa ibu suka tinggal ditempat tinggal kita?"


Kini Chaddrick kecil bertanya Sembari menatap dalam mata ibu nya, menelisik wajah cantik dihadapan nya tersebut untuk waktu yang cukup lama.


"Ibu tidak begitu suka kebisingan, dibandingkan di kota, ibu lebih suka tinggal ditempat seperti ini, tenang tanpa gangguan"


Jawab Adeline Pelan.


"Tidakkah ibu ingin tinggal di sini selama nya?"


Tanya bocah kecil itu lagi.


Mendengar pertanyaan dari putranya sejenak membuat Adeline terdiam, perempuan itu tidak menjawab untuk beberapa waktu kemudian sejenak dia melirik ke arah Adalrick.


Kedua bola mata elang tersebut langsung menatap balik kearah Adeline, dimana perempuan tersebut seolah-olah menyampaikan bahasa hati nya melalui matanya, mereka Saling menatap antara satu dengan yang lainnya untuk beberapa waktu.


Jawab adeline pelan.


Mendengar jawaban ibunya seketika membuat Chaddrick kecil mengerutkan keningnya.


"Apakah ibu akan mengajak ku?"


Kini bola matanya bocah laki-laki itu menatap bola mata ibunya untuk waktu yang cukup lama, seolah-olah dia bertanya-tanya apakah ibunya akan membawanya atau akan meninggalkan dirinya.


Dia menunggu jawaban dari perempuan tersebut, namun tidak juga kunjung mendapatkannya.


"Ibu?"


Suara halus Chaddrick terdengar dibalik telinga adeline dimana kini Adalrich terlihat ikut diam, tidak bicara sedikit pun dan seolah-olah laki-laki tersebut tengah memikirkan sesuatu.


"PR?"


Chaddrick kecil masih terus bertanya.


Adeline masih tidak bergeming.


Yah PR, sedikit lagi akan selesai setelah itu dia akan mengakhiri semua nya.


*******


Disisi lain


Ilse kock terlihat gusar, satu pesan yang dia terima dari merpati dengan huruf-huruf kriptografi angka.


Kriptografi adalah proses mengubah pesan sedemikian rupa sehingga maknanya disembunyikan dari musuh atau lawan yang mungkin menangkapnya. Kriptografi adalah ilmu penulisan rahasia yang membawa banyak teknik untuk melindungi informasi yang hadir dalam format yang tidak dapat dibaca. Hanya penerima yang ditunjuk yang dapat mengkonversi format yang tidak dapat dibaca ini menjadi format yang dapat dibaca.


Dia sama sekali tidak bisa membaca pesan dari angka-angka tersebut saat ini, dia takut jika Adalrich bisa membaca pergerakan nya.


Sejak beberapa tahun silam sandi (kriptografer) menjadi satu-satunya penghalang untuk mereka bergerak dan mereka kesulitan membaca pesan musuh untuk bergerak didalam perang.


Dan percayalah mereka membutuhkan seorang pemecah sandi (kriptografer).


Para petugas pemecah sandi (kriptografer) merupakan salah satu aset terpenting Uni Soviet selama Perang Dunia (PD) II. Menurut para komandan terkenal Soviet, tidak akan ada pertempuran yang dapat dimenangkan tanpa mereka. Nazi pun melakukan segala upaya untuk memburu mereka.


"... siapa pun yang menangkap kriptografer atau menyita peralatan kriptografi Rusia akan dianugerahi Iron Cross (penghargaan tertinggi dalam kemiliteran dan paramiliter Nazi), cuti untuk pulang ke rumah, pekerjaan di Berlin, dan sebuah perkebunan di Krimea ketika perang usai," itu menjadi perintah mutlakyang dikeluarkan Adolf Hitler pada Agustus 1942. Namun, perintah itu tidak pernah terpenuhi.


Selama Perang Dunia (PD) II,  para kriptograger Jerman tak mampu mengurai satu pun pesan terenkripsi Soviet yang berhasil mereka sadap. Sistem enkripsi Soviet hanya rentan jika kriptografer musuh mendapat akses ke peralatan kriptografi atau kunci ke sandi. Namun, para kriptograger Soviet menunjukkan kepahlawanan yang luar biasa dan tetap tanpa kompromi, sebagian besar karena keberanian tanpa pamrih mereka.


Dan Ilse kock bahkan tidak kunjung juga bisa memecahkan tiap kata sandi yang ada hingga hari ini.


"Tidak adakah yang bisa membaca kode sandi ini? Kenapa semua orang begitu bodoh dan tidak menjadi pintar sama sekali?"


Ilse kock terlihat kesal, dia mengeram menatap kearah salah satu bawahan nya.


Beberapa tentara kiriman nya mati tidak tersisa, hanya pesan terselubung entah yang dikirimkan oleh siapa untuk dirinya, apakah itu sengaja dikirimkan untuk mengancamnya atau ada pesan penting di Balik sandi (kriptografer) tersebut.


"Maafkan kami, nona"


Bawahannya menjawab sambil menundukkan kepalanya, orang aku terlihat jelas dari balik wajahnya, lihat aku jangan-jangan perempuan di hadapannya akan marah besar karena tidak ada satu orang kompetenpun yang bisa memecahkan sandi tersebut saat ini.


Sang merpati pembawa pesan bahkan telah terbang entah ke mana, belum lagi beberapa tanda peringatan telah dikirimkan ke markas mereka seakan-akan musuh telah bergerak menuju ke arah mereka dan telah mengetahui kejahatan yang telah dilakukan oleh Nona mereka.


Sejak awal mereka telah tahu, berhadapan dan bermain-main dengan Adalrich tidak akan baik-baik saja apalagi itu menyangkut soal orang yang dicintainya, kecintaan Ilse Kock pada Adalrich membutakan mata hati perempuan tersebut hingga nekat berbuat culas.


Dan Ilse kock jelas paham, cepat atau lambat keadaan ini akan datang juga dan menghancurkan dirinya.