King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Biarkan aku yang jatuh cinta pada mu



Secara perlahan jemari-jemari indah Zaffa mulai bergerak, tubuh perempuan itu tampak bergeser sedikit dari tempat nya semula, Zaffa berusaha membuka bola matanya secara perlahan, menyentuh keningnya dengan jari-jari tangan kanan nya dan mencoba berfikir apa yang telah terjadi padanya.


Sejenak Zaffa mengerutkan keningnya, dia fikir Dimana ini? Zaffa mencoba untuk mengingat-ingat apa yang terjadi tadi.


Ketika dia mencoba untuk mengulang dan mengingat kejadian yang sebelumnya, tiba-tiba satu suara yang sangat tidak asing serta mendominasi tiba-tiba terdengar didalam ruangan itu, Seketika Zaffa menoleh ke atas suara tersebut.


"Apa kamu baik-baik saja?"


Seketika Zaffa Merasa seperti kehilangan nafasnya seperti sebelumnya, ingatan nya kembali kenapa dia bisa berada ditempat ini padahal sebelumnya dia ada di Colloseum, yah dia benar-benar melihat sosok laki-laki yang mirip dengan Edgard dihadapan nya.


Lalu dia fikir apakah sosok didepan nya saat ini lagi-lagi halusinasi nya?.


Zaffa jelas merasa tercekat, dia tidak bisa bernafas dengan baik saat ini saat dia melihat wajah itu dihadapan nya, tubuhnya jelàs terlihat gemetaran, dia mencoba untuk turun dari kasur rumah sakit itu dan mencoba untuk pergi.


Yah dia fikir mungkin dia sudah gila saat ini.


Edgard yang melihat reaksi Zaffa terlihat begitu aneh langsung menangkap tangan perempuan itu.


Seketika Zaffa menutup kedua telinganya dengan kedua belah tangan nya, dia memejamkan bola matanya.


"Hentikan, aku mohon hentikan, ini hanya mimpi, ini halusinasi"


Ucap nya dengan nada gemetaran.


"Edgard ku sudah pergi, Edgard ku sudah pergi"


Seketika Edgard menelan Saliva nya, dia fikir sesulit inikah kehidupan yang dijalankan oleh Zaffa selama ini?.


Meskipun belum bisa mengingat nya secara penuh, Edgard menyakinkan diri nya jika perempuan dihadapan nya itu benar-benar orang penting di masa lalu nya, bahkan tidak ada satu hal pun yang bisa dia ragukan soal semua itu.


Seluruh informasi benar-benar membawa masa lalu nya ke arah perempuan ini, bagi Edgard saat ini dia membutuhkan perempuan itu untuk tahu lebih banyak soal masa lalu mereka seiring berjalannya waktu.


Edgard secepat kilat meraih tubuh itu, memeluk nya dengan erat sambil berkata.


"Ini aku Edgard, Zaffa"


Ucap Laki-laki itu sambil memejamkan bola matanya, mencoba merasakan sesuatu yang bisa jadi dia dapatkan saat ini.


Satu perasaan yang pada kenyataannya terasa benar-benar tidak asing untuk nya.


Dia mencium wangi rambut itu yang begitu familiar di balik hidung nya, juga sekilas balik sesuatu di antara mereka di masa lalu.


"Ed kamu memelukku begitu erat"


Rengek Zaffa pelan.


"Hmmmm ini terasa begitu nyaman"


"Ed..."


"Kenapa kamu begitu pelit memanggil ku dengan sebutan sayang hmm?"


Tanya Edgard sedikit mengeluh.


"Sebab aku takut jatuh cinta terlalu dalam pada mu"


Ucap Zaffa pelan.


Edgard langsung melepaskan pelukannya, dia menatap bola mata Zaffa kemudian dengan cepat menyentuh wajah Zaffa.


"Kenapa?"


"Laki-laki itu suka berbohong, ketika para gadis sudah tergila-gila pada mereka, merek akan dengan mudah mencampakkan nya"


Ucap Zaffa cepat.


"Aku bukan type seperti itu"


Protes Edgard.


"Ahhh ha? benarkah?"


Zaffa tampak mengejek, mencoba menggenggam telapak tangan Edgard agar turun dari kedua belah pipi nya.


"Ed."


Zaffa kembali merengek.


Alih-alih mau melepas kan genggaman tangannya, laki-laki itu berkata.


"Kalau begitu biarkan aku yang jatuh cinta begitu dalam pada mu"


Ucap Edgard sambil terus menatap dalam bola mata Zaffa.


"Ah..?"


Belum pula Zaffa bicara, Edgard secepat kilat mendekati wajahnya, sepersekian detik kemudian laki-laki menautkan bibir mereka dengan sempurna, menyapu lembut bibir indah itu tanpa memberikan Zaffa Waktu untuk bernafas atau berfikir sekalipun.


"Ini aku sayang, ini aku Edgard mu"


Bisik Edgard lembut di balik telinga Zaffa.