King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Bab 6 A & A



Masih di rumah sakit xxxxxxx


Beberapa detik sebelumnya Adeline ingin sekali menghajar Adalrich sekali lagi dengan cara yang berbeda, tamparan tadi seolah-olah tidak cukup untuk dia berikan pada laki-laki dihadapan nya tersebut, namun dia mencoba menetralisir emosinya.


Entahlah rasanya saat melihat wajah Adalrich seolah-olah dia memiliki dendam kesumat yang begitu besar terhadap laki-laki tersebut, jiwa nya seolah-olah berkata,


Hajar dia dan puaskan keinginan mu.


Dia merasa tidak senang dengan cara laki-laki tersebut, mengancam seorang dokter dan ingin membunuh nya.


Bisa dia lihat bagaimana cara laki-laki itu mencoba mencekik leher dokter muda berusia belum 30 tahunan itu ketika dirinya masuk kedalam ruangan tersebut.


Sejak awal ketika laki-laki bernama Adalrich itu menyeret langkah dokter tersebut keluar dari kamar yang dia tempati, membuat Adeline cukup gusar, dia akhirnya meminta wanita yang menjaga nya untuk membawa dia menyusul kedua orang tersebut.


menyeret Kursi roda, membiarkan tubuh nya yang masih kaku untuk duduk disana, dan membawanya mencari keberadaan dua orang tersebut.


Sangat sulit sekali untuk dia bangun dan duduk dengan tubuh yang masih kaku, tadi dia masih butuh waktu sekitar hampir ½ jam untuk bisa menggerakkan kaki dan tangannya, jadi dia tahu akan sangat sulit sekali untuk nya bisa membiasakan seluruh syaraf dan tulang nya untuk bisa digerakkan seperti semula mengingat ketika orang-orang Berkata betapa lama nya dia tertidur selama ini.


Tapi Adeline harus memaksakan dirinya agar bisa bergerak sekarang juga menyusul kedua orang tersebut, sebab feeling nya berkata ini tidak baik-baik saja, seolah-olah hati kecil nya juga berkata laki-laki itu akan melakukan hal yang buruk kepada dokter tersebut.


Dan seperti apa yang dia pikirkan, ketika mereka melewati satu ruangan di sisi kanan mereka, terdengar suara laki-laki tersebut yang menggelegar memekakkan telinga, Adeline meminta wanita dibelakang nya memutar masuk ke dalam ruangan tertutup tersebut.


Begitu pintu dibuka bayangkan bagaimana ekspresi Adeline ketika dia melihat pemandangan yang begitu luar biasa mengerikan, dimana laki-laki berwajah tidak ramah dan memiliki bola mata setajam elang tersebut tengah berusaha mencekik leher laki-laki berseragam putih dihadapan nya.


Adeline tidak memiliki kekuatan banyak untuk berdiri dari posisi duduknya yang berada di atas kursi roda, namun melihat dokter tersebut telah kesulitan bernapas dimana wajahnya sudah terlihat membiru dan bisa dipastikan tidak lama lagi akan mati karena tercekik pada akhirnya membuat Adeline mau tidak mau memaksa diri untuk bangun.


Dengan tertatih-tatih dia mencoba bangkit, mendekati Adalrich dan...


Plakkkkkkk.


Dan bagi Adeline, menyadarkan orang gila yang berada di level tertinggi dalam ambang ketidakwarasan nya hanya dengan cara menamparnya.


"Apa kau sudah gila?"


Sebaris pertanyaan meluncur di balik bibir perempuan tersebut.


Begitu sadar pipi nya di tampar oleh seseorang jelas saja membuat Adalrich seketika melepas kan cengkraman tangan nya dari Mark, dia pikir dia di dunia ini yang berani menyentuh sedikit saja tubuh nya?!.


Tidak ada.


Bahkan ibu nya sekalipun tidak memiliki daya kemampuan untuk melakukan nya.


Adalrich seketika membulatkan bola matanya, Laki-laki itu awalnya mengeram namun detik berikutnya saat dia sadar siapa yang menamparnya laki-laki itu langsung menyusutkan pandangan nya.


Adalrick sadar siapa yang melakukan hal tersebut barusan.


Adeline.


Perempuan itu berdiri tepat dihadapan nya, keluar dari akal normal nya, bergerak dengan seorang pelayan kepercayaan nya dengan sebuah kursi roda, kini bisa-bisanya berdiri sambil melotot marah menatap kearah dirinya dan detik sebelum nya menampar dirinya tanpa berpikir dua tiga kali.


Alih-alih marah realita nya api kemarahan laki-laki tersebut menghilang dan meredup, dia menatap hangat kearah wajah perempuan dihadapan nya.


Seolah-olah laki-laki tersebut memiliki 2 kepribadian ganda, dia menjadi begitu seram dan mengerikan kepada orang lain, kemudian berubah begitu hangat ketika menatap Adeline.


"Kau sudah bangun kembali? bukankah...?"


Adalrich masih ingin berkata bukankah tubuh mu belum bisa di gerakkan dengan bebas? masih kaku dan sulit untuk pergi dan bangun kemana-mana tapi belum sempat Adalrich menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba saja Adeline memegang kepalanya dan mulai kehilangan kesadaran nya, di detik berikutnya.


Buggggg.


"Adeline...."


Sang istri nya jatuh kedalam pelukan nya dan tidak sadarkan diri.


******


Mansion Utama Adalrich


Kamar tidur utama


Adalrich terlihat gelisah bergerak kesana-kemari didepan pintu kamar utama miliknya untuk waktu yang cukup lama, mencoba untuk menetralisir perasaan nya ketika dokter Sanders memeriksa Adeline, istrinya.


Lagi perempuan tersebut pingsan tidak sadarkan diri, bayangkan bagaimana perasaan Adalrich saat ini.


Hampir 5 tahun bukan waktu sebentar untuk dia menunggu Adeline membuka bola matanya, jika sang istri kembali tertidur lelap tidur bisa dia bayangkan bagaimana hidup nya saat ini.


Dia telah melewati banyak musim selama hampir 5 tahun ini, pergantian musim demi musim yang jelas tidak pernah berhenti, semi, salju, hangat dan gugur.


Entahlah dia sudah tidak ingin lagi menghitung berapa musim yang telah dia lewati saat selama masa penantian.


Membuat dia hampir menyerah dalam keadaan, membohongi dunia jika dia baik-baik saja, padahal dia melewati masa sulit di dua tahun pertama.


Realita nya dia terombang-ambing tanpa arah, hampir gila bahkan tidak bisa melakukan apa-apa, tidak mengeluarkan suaranya bahkan mengabaikan semua orang.


Dia tidak lagi peduli dengan siapapun yang ada disekitar nya, begitu membenci ibu nya bahkan dia tidak pernah ingin melihat tumbuh kembang putra mereka.


Mengabaikan bayi yang tidak berdosa, bahkan enggan melihat wajahnya nya, bagi nya melihat bayi itu akan mengingatkan kesengsaraan untuk dirinya.


pengobatan medis bahkan di terapkan untuk Adalrich, karena banyak orang berpikir di tahun ke tiga dia mulai benar-benar gila.


Sebagian orang khawatir jika dia benar-benar gila dan tidak memimpin pasukan kembali, tapi sebagian jelas senang dimana banyak para petinggi negara dan orang-orang yang berada di bawah kepemimpinan nya berharap dia gila dan mati hingga tidak lagi harus takut diri nya memimpin menjadi jenderal besar Utama yang ditakuti oleh semua orang.


Mereka menunggu kehancuran nya dan copot nya jabatan Adalrich sejak lama.


Tapi laki-laki itu kembali bergerak ketika melewati tahun ketiga, saat dia mengurung diri dikamar rawat Adeline, ketika dia menangis didalam diam dan berkata betapa dia merindukan Adeline dan berharap perempuan itu memaafkan dirinya.


1 gerakan jari sang istri dan air mata yang tiba-tiba tumpah di balik pelipisnya mengejutkan Adalrich, dia menyakinkan diri perempuan itu pasti ingin bangun dan akan bangun pada waktu nya.


Tapi kini saat harapan itu ada, ketika Adeline terjaga Adalrich pikir bagaimana bisa sang istri nya tiba-tiba melupakan dirinya dan tidak mengenali dirinya sama sekali.


Bola mata Adalrich seketika membulat saat dia melihat dokter Sanders kini telah selesai memeriksa istri nya, laki-laki itu bergerak tergesa-gesa masuk kedalam dengan tidak sabaran.


"Bagaimana?"


tanya laki-laki itu dengan cepat.


Dokter Sanders kemudian menggelengkan kepalanya.


"Aku pikir ini tidak baik-baik saja"


Laki-laki itu menjawab kemudian dia menundukkan kepalanya.


******


Apa kau tahu?


Cinta adalah suatu penyakit dan orang yang dihinggapinya tidak pernah ingin disembuhkan.


Jalaluddin Rumi