
Perempuan tersebut menatap selembar kertas yang ada di tangannya kini, itu adalah sebuah kertas kelahiran yang menandakan identitas asli seseorang.
Adeline Monac.
nama depan dengan namanya yang begitu dia bangun tidur jelas diberikan kepada dirinya, namun nama belakang dia sama sekali tidak mengenalnya.
dia pikir apakah itu identitas aslinya atau identitas orang lain?.
yang membuat dia jelas membulatkan bola matanya dan terkecil setengah mati adalah tanda cap kerajaan terpampang jelas di bagian bawah surat kelahirannya.
bayangkan bagaimana terkejutnya Adeline dia benar-benar tidak bisa menyambungkan sedikitpun benang putus yang terjadi saat ini.
ini jelas adalah teka-teki besar yang harus dia pecahkan sendiri di dalam ingatannya yang menghilang.
di halaman berikutnya yang ada di Balik kertas surat kelahiran terdapat sebuah kertas lain dengan warna yang berbeda, di sana tertulis dengan jelas barisan kata yang membuat Adeline diam untuk waktu yang cukup lama.
Jangan percaya siapapun bahkan Mr. D sekalipun, percayalah dia berencana untuk mengkhianati mu.
sejenak perempuan tersebut mengerutkan keningnya.
Mr. D?!.
Adeline pikir itu seperti bukan tulisan tangannya sebab dia pernah mencoba untuk menulis di sebuah buku setelah bangun dari tidur panjangnya.
yang dia tahu meskipun seseorang mengalami peringatan soal masa lalunya mereka tidak mungkin mengubah kebiasaan atau bahkan tulisan tangan mereka sendiri mereka hanya kehilangan jati diri tapi tidak bisa mengubah hal-hal yang sering menjadi apa yang sudah melekat didalam diri seseorang.
Jadi itu jelas bukan tulisan tangan nya dan dia tidak mengenali tulisan tangan tersebut sama sekali.
namun jika ditelisihi itu artinya di masa lalu Adelin tidak bekerja sendirian ada seseorang yang menyelidiki orang-orang di sekitarnya.
Pertanyaan nya adalah siapa?!.
Adeline jelas mengerutkan keningnya, memikirkan siapa yang paling memungkinkan berada di belakang dirinya selama ini.
Bibi pelayan?!.
Adalrich?!.
Ayah mertua?!.
Tuan wakil presiden?!.
Istri nyonya wakil presiden?!.
Tuan Halogen?!.
Nyonya Fervita?!.
Atau frada?!.
orang-orang yang ada di kepalanya saat ini adalah mereka yang paling mungkin untuk dicurigai ada di belakangnya.
Dia jelas tidak mungkin menempati Ilse Kock, ibu mertua, Dalmiro ataupun bahkan Leonard dalam daftar orang-orang yang bersekutu dengan dirinya.
jika pun 2 laki-laki yang di belakang memiliki persekutuan dengan yang di masa lalu, dia yakin mereka saling memanfaatkan antara satu dengan yang lainnya.
dia tidak mungkin bersekutu dengan laki-laki dengan alasan cinta, dan dia tidak mungkin menjadi bodoh masuk ke dalam jebakan menggoda seorang laki-laki demi seorang laki-laki kecuali dirinya di masa lalu memiliki satu tujuan yang tidak terduga.
Adeline mencoba untung terus meneliti isi kotak emas yang ada di tangannya tersebut, namun tiba-tiba dia mendengar seseorang mencoba untuk membuka pintu kamarnya.
Perempuan tersebut langsung membeku di tempat, dia menoleh ke arah pintu sembari menggenggam erat kotak box yang ada di tangan nya tersebut sembelih bola matanya menatap bagian hiasan dinding yang belum di benahi posisinya tersebut.
Kraakkkkkk.
Seseorang mencoba untuk menekan gagang pintu.
Bayangkan bagaimana jantung Adeline saat ini berpacu dengan keadaan.
Membenahi hiasan dinding, menyembunyikan box ditangan nya dan naik ke atas kasur.
Apakah dia memiliki kemampuan untuk melakukan segala sesuatu hanya dalam hitungan detik?!..
Tidak.
******
Disisi lain
Kamar tamu inap
mansion utama.
Nyonya Alima terlihat mengeratkan rahangnya, dia menatap kearah seorang laki-laki yang berdiri tepat dihadapannya.
"Kau tidak salah mendapat kan informasi?"
wanita tersebut bertanya pada laki-laki yang ada di hadapannya itu sembari menggeratkan rahangnya, bayangkan bagaimana perasaannya selama ini ketika dia mendengar satu kabar yang membuat dia benar-benar merasa marah luar biasa.
"Mereka bilang tuan Petra dan nyonya Aurora bertemu diam-diam di sebuah rumah bordir di kawasan ibu kota"
Bisa dibayangkan bagaimana perasaan wanita tersebut saat ini?!.
entah berapa puluh tahun pernikahan dia dan Petra berlangsung selama ini, suka tidak suka, cinta tidak cinta dia harus mendampingi laki-laki tersebut meskipun tidak pernah cinta di antara mereka.
meskipun tidak dipungkiri dia tidak pernah mencintai Petra selamat pernikahan mereka, dia berusaha untuk meyakinkan diri jika mereka ditakdirkan untuk saling mengisi dan telah di takdir kan untuk bersama.
Di masa lalu, dia jelas tahu Petra begitu mencintai adik perempuan nya, sedangkan dia mencintai prajurit yang berada di bawah kepemimpinan Petra, tapi Realita nya dia harus menikahi Petra karena dia harus mendapatkan gelar kebangsawanan nya dan menyingkirkan adik perempuan nya bagaimana pun caranya.
Sebenarnya dia memiliki rencana lain di masa itu, tapi rupanya karena kesalahan nya dalam membuat rencana dia malah melenyapkan nyawa adik perempuan nya dan membuat Petra Begitu marah dan mengirim kekasihnya ke Medan perang.
Dan Petra menerima pernikahan bersama nya dengan penuh dendam,. meskipun tidak dipungkiri dia bahkan menyimpan dendam yang sama dimana terdapat kenangan mengerikan yang di lakukan Petra pada dirinya dan kehamilan nya.
Mereka saling membenci dan tidak saling menyentuh Antara satu dan lainnya dalam puluhan tahun pernikahan mereka.
Tapi bukankah seorang wanita terkadang lebih dulu mengalah dan kembali jatuh cinta? dia mencoba untuk melakukan nya namun lihatlah apa yang dilakukan suami nya saat ini dibelakang nya?!.
Karena itu dia begitu membenci Aurora pada pertemuan mereka di gedung besar kenegaraan semalam dalam perayaan Pesta pertunangan putra tuan Halogen dan nyonya Fervita.
Dia benci pada sosok istri wakil presiden yang belakang dikabarkan mampu menarik perhatian suami nya.
"Pelacur itu"
Nyonya Alima mengeram kesal.
Dia tahu, desas-desus berkata perempuan itu di masa lalu ditemukan oleh tuan Georgia di rumah bordil dimana kabar nya Aurora merupakan wanita malam disana.
meskipun berita tersebut sebenarnya masih simpang siur, tapi beberapa orang meyakini perempuan tersebut pernah bekerja di sana menjadi seorang pelayan dari para laki-laki hidung belang.
dan dia pikir betapa rendahnya selera Petra, laki-laki itu lebih tertarik pada pelacur daripada dirinya.
"aku harus bicara dengannya"
saat nyonya Alima berkata begitu, sang pelayan kepercayaan nya yang berdiri di samping nya secepat kilat berkata.
"Jika anda melakukan hal tersebut itu artinya anda hanya akan merendahkan diri Anda sendiri, nyonya"
wanita tersebut mencoba memperingati nyonya nya, dia tahu tuan Petra tidak pernah mencintai nyonya, jika nyonya Alima nya melakukan hal seperti itu untuk menemui Nyonya Aurora atau membuang kemarahan nya pada tuan Petra, bayangkan bagaimana hal tersebut akan mempermalukan dirinya sendiri.
"Tapi tidak kah kau lihat apa yang mereka berdua lakukan saat ini?"
"nyonya itu hanya hiburan sementara, nyonya Aurora tidak mungkin bersungguh-sungguh ingin menjalin hubungan dengan Tuhan Petra mengingat bagaimana jabatan suaminya saat ini, tapi bukankah seharusnya nyonya bersyukur bukan? untuk menjatuhkan tuan wakil presiden nyonya bisa menjadikan kedekatan mereka sebagai skandal untuk menghancurkan karir mereka?"
Wanita tersebut bicara sembari menaikkan ujung bibirnya.
"Cukup mem blur foto tuan, atau memanipulasi siapa pasangan nya, anda bisa menjatuhkan istri wakil presiden dengan cara terbaik Anda"
lanjut nya lagi kemudian.
mendengar ucapan sang pelayannya seketika membuat wanita tersebut langsung menaikkan ujung alisnya.
"akan ada banyak sekali keuntungan yang didapat jika mereka benar-benar memiliki hubungan secara diam-diam"
lanjut sang pelayan itu lagi kemudian.
nyonya Alima jelas langsung mengembangkan senyumannya, pada akhirnya wanita itu membiarkan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut agar segera pergi dari sana.
"aku ingin kau mendapatkan foto di kala mereka berdua atau bahkan tengah bermesraan"
ucap nyonya Alima cepat.
"Baik nyonya"
setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut langsung beranjak pergi dari sana.
Nyonya Alima ikut berduri dari duduknya, dia pikir dia harus kembali ke kediaman mereka namun sebelumnya dia ingin melihat Chaddrick kecil di kamar Adalrich.
"Aku akan melihat Chaddrick kecil, setelah itu mari kembali ke kediaman utama"
wanita tersebut bicara lantas bergerak keluar dari ruangan tersebut, dia bergerak menuju ke lantai atas.
dia pikir semuanya pasti sudah tidur, karena itu wanita itu ingin mendatangi Chaddrick kecil sejenak lantas memberikannya ciuman selamat malam sebelum dia kembali pulang.
"Aku pikir dia tidur dengan nyonya Anastasya"
pelayan ny menjawab dengan cepat sembari dia berjalan mengikuti langkah nyonya nya.
Alih-alih menjawab ucapan pelayannya wanita tersebut hanya diam saja, dia pikir dimanapun itu bukan urusan, yang menjadi urusannya adalah dia ingin menemui cucunya dan memberikan ucapan selamat malam.
hingga akhirnya sang pelayan nya tesebut membawanya ke sebuah kamar dimana kamar tersebut merupakan kamar utama Adalrich dan Adeline.
"Buka pintu nya"
Perintah nyonya Alima cepat.
"Baik nyonya"
Pelayannya tersebut menjawab Sembari menundukkan kepalanya, wanita itu secara perlahan mulai menggenggam handle pintu dan mulai berusaha membuka pintu kamar tersebut.