King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Dalam kesepakatan



Kembali ke masa lalu


Barak bawah tanah lokasi Aurora dan orang-orang mereka.


Gadis tersebut menatap ke arah laki-laki yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu, dimana bisa dilihat laki-laki tersebut menggeser sebuah Map untuk diri nya.


"Aku menerima kesepakatan nya" Laki-laki tersebut bicara sambil menatap dalam bola mata Aurora.


mendengar apa yang di ucapkan laki-laki tersebut membuat Aurora langsung mengembangkan senyuman nya, dia menarik map yang ada di hadapannya tersebut kemudian berkata terhadap laki-laki itu.


Jovovich laki-laki tersebut baru saja kehilangan istri nya, gosip berkata dia baru saja dikhianati oleh seseorang, istri nya dituduh berselingkuh di belakang nya, tapi Jovovich yakin jika sang istrinya tidak mungkin melakukan tersebut dan dia yakin seseorang sengaja ingin menjebaknya dan istrinya.


dia menjadi surga di Jerman yang paling dipercaya oleh para jenderal dan beberapa pejabat lainnya atas kejujurannya, oleh karena itu bisa jadi orang-orang khawatir dengan keberadaannya.


dia memiliki satu dendam yang dia simpan diam-diam, ingin tahu siapa yang menghianatinya dan ingin tahu siapa yang berada menjadi dalang kematian istrinya oleh karena itu ketika Aurora menawarkannya sebuah kerjasama laki-laki tersebut belum menjawabnya dan berkata akan memikirkannya dan hari ini dia cukup senang laki-laki itu bersedia melakukan apa yang menjadi kesepakatan mereka untuk mengambil keuntungan bersama.


"mungkin selanjutnya yang akan kita lewati cukup berat tapi aku berusaha untuk meyakinkan kamu kita kita akan mendapatkan keuntungan dalam keinginan masing-masing di perjanjian ini" gadis tersebut berucap dengan cepat.


"apa kau yakin aku akan memenangkan suara dalam pemilihan ini?" laki-laki itu tidak peduli apa yang dia katakan hanya peduli apa kamu mungkin dia akan bisa naik menjadi wakil presiden seperti yang diinginkan oleh gadis tersebut.


mendengarkan pertanyaan dari laki-laki tersebut membuat Aurora langsung menaikkan ujung bibir ya, gadis itu kemudian berkata.


"selamanya menjadi relasimu adalah orang yang tepat maka aku akan meyakinkanmu jika kamu pasti akan berhasil untuk naik menjadi wakil presiden berikutnya" ucap gadis itu dengan penuh percaya diri.


"jangan khawatir soal apapun karena naiknya dirimu akan diatur semua oleh kami" lanjut Aurora lagi kemudian.


"selama kita dinyatakan sebagai pasangan suami istri yang sah orang-orang pasti akan memilih dalam pemilihan suara berikutnya dan aku hanya perlu masuk menjadi istrimu untuk mendapatkan informasi dan juga membuat orang-orang cantik ke dalam istana." setelah berkata seperti itu jadi tersebut menggeser sesuatu ke arah Jovovich.


"tugasmu hanya menjadi suami yang romantis dan baik, pernikahan kita hanya sekedar pernikahan kontrak yang tidak akan pernah berubah sebelum misi kita selesai, Dan setelah semua selesai kau mendapatkan apa yang kau inginkan dan aku mendapatkan apa yang aku inginkan kita akan menghapus pernikahan tersebut dan kembali pada kehidupan kita masing-masing" setelah berkata seperti itu Aurora menyadarkan tubuhnya di atas kursi sofa, membiarkan laki-laki tersebut menerima apa yang dia beri tadi di mana kedua belakangannya tampak saling bertaut antara satu dengan yang lainnya.


"aku jamin kau tidak akan dirugikan dalam perjanjian ini, kau akan menemukan siapa yang terlibat skandal dalam pembunuhan istrimu dan yang membuat nama buruk kalian, kemudian aku jamin kau akan mendapatkan keuntungan yang lumayan banyak dalam perjanjian kita, menjadi seorang wakil presiden tidak akan merugikanmu sama sekali" lanjut gadis tersebut lagi kemudian.


laki-laki di hadapannya terlihat diam untuk beberapa waktu, dia menatap apa yang ada di atas meja di mana dia duduk saat ini, kemudian dibeberapa detik kemudian bola matanya menatap lurus ke arah Aurora.


kemudian Aurora langsung menyambut uluran tangan laki-laki tersebut secara perlahan.


******


Masih di masa lalu.


Diana Zein terlihat terlihat menaikkan ujung bibirnya untuk beberapa waktu, wanita tersebut menatap ke arah Aurora kemudian dia berkata.


"aku paling menyukai sebuah keuntungan yang paling masuk akal di dalam sebuah perjanjian, dan apa yang kau tawarkan cukup membuatku berpikir ini sangat luar biasa" wanita tersebut berucap dengan cepat sembari dia meraih apa yang diberikan Aurora kepada dirinya.


"tentu saja aku menawarkan sebuah keuntungan yang paling masuk akal, menteri pertahanan merupakan jabatan yang paling cocok untuk nyonya, dan aku akan memberikan beberapa keuntungan lainnya yang tidak akan membuat nyonya merasa dirugikan, beberapa lahan dan properti, juga kekuasaan dan emas, kekuasan dalam periode penuh dan membuat nyonya bisa meruntuhkan Alima" Ujar Aurora dengan penuh penekanan, menyebutkan keuntungan apa saja yang akan didapatkan oleh wanita yang ada di hadapan tersebut.


dia tahu wanita itu tidak mungkin tidak tergiur dengan apa yang dia tawarkan, apalagi untuk meruntuhkan kejayaan Alina yang terkenal begitu picik dan juga licik juga sering mengkhianati orang-orang di sekitarnya.


mendengar ucapan Aurora jelas saja membuat Diana Zein kembali mengembangkan senyumannya dengan penuh kebahagiaan kemudian wanita itu berkata.


"dan meruntuhkan Alima benar-benar menjadi harapan paling terbesar ku saat ini" ucap wanita tersebut kemudian.


"Anda akan mendapatkannya tapi sebelum dia runtuh pada keangkuhan kekuasaan dan juga kesombongannya, Mari biarkan dia naik di atas dan biarkan dia mengeluarkan satu persatu antek-anteknya, setelah dia mengeluarkan orang-orang yang ada di sekitarnya maka kita bisa melenyapkannya bersama orang-orang yang ada di dalam permainan ini" dan setelah berkata seperti itu Aurora menatap tajam bola wanita yang ada di hadapannya tersebut, dia menunggu apa yang akan diucapkan oleh wanita itu berikut nya.


"Mari bekerja sama dan saling membuat keuntungan antara satu dengan yang lainnya, Aurora Monac" Ucap Diana Zein sambil dia mengulurkan telapak tangannya secara perlahan.


Dan Aurora jelas saja langsung mengembangkan senyumannya, surat penuh kemenangan di balik wajah cantiknya terlihat dengan jelas, tawaran kesepakatan yang terus diberikan pada orang-orang yang ada di sekitarnya diterima dengan cara yang luar biasa, dia hanya ingin meruntuhkan kekuasaan Alima, menghancurkan Ilse Kock, dan mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya dari orang tuanya saat ini.


kedua orang tersebut pada akhirnya saling menjabat tangan antara satu dengan yang lainnya, menyatakan sebuah kesepakatan untuk bekerja sama dan menyerang musuh yang sama demi untuk meraih keuntungan masing-masing di dalam diri mereka.


ketika mereka telah mendapatkan keuntungan maka mereka akan mengakhiri kesepakatan mereka dan saling melupakan antara satu dengan yang lainnya.


"tentu saja nyonya Diana Zein" jawab Aurora dengan cepat.