
Ketika hitungan mundur berjalan semua Anggota Arash secepat kilat menutup mulut mereka dengan topeng sebo.
Arash menekan sebuah tombol di jam yang ada pergelangan tangan nya.
Titttttt
Crashhhh
Flashhhhh
Dalam hitungan detik sebuah ledakan terjadi, kepulan asap memenuhi seluruh distrik itu tanpa ampun.
Para Cullen mafia tampak terkejut, meraih senjata masing-masing untuk bergerak.
Para perempuan lari menuju ke satu titik yang dari jauh Waktu telah di sepakati.
Lari dan jangan menoleh ke belakang, apa pun yang terjadi anggap kalian tidak pernah mendengar soal apapun di distrik 3 Cullen mafia.
Saat para perempuan berlari menuju ke satu titik arah, terdengar suara tembakan memecah keheningan malam, mereka tidak peduli apa yang terjadi disana, yang mereka tahu mereka harus tetap berlari sebab di depan sana 2 laki-laki telah menunggu mereka untuk langsung mengeluarkan mereka dari sana dan membawa mereka untuk segera menjauh secepat nya.
Sssrtttttt
Dorrrrrr
Sebuah tembakan melesat tanpa ampun menghantam punggung seorang perempuan, Seketika perempuan itu terjatuh dan tersungkur, para teman hanya bisa melihat sambil mengeluarkan air mata mereka, sambil kaki terus melangkah lari dengan bola mata terus memperhatikan sosok teman perempuan yang tumbang.
"Shi .t"
1 laki-laki mengumpat, secepat kilat menembak balik.
Ssrrttttt
Flashhhhh
Secepat kilat laki-laki itu menarik tubuh perempuan itu kedepan, memasukkan nya ke sebuah mobil Van dimana para perempuan lain telah masuk dan duduk didalam sana, seorang laki-laki berpakaian dokter secepat kilat meraih tubuh perempuan itu bersama orang-orang lainnya.
Didalam distrik beberapa orang mulai terbatuk-batuk dan tumbang, beberapa orang lainnya berusaha untuk bertahan dan menembak anggota Arash tanpa ampun.
Arash berlarian sekuat tenaga dari tempat nya menuju ke arah satu pemimpin distrik 3 madia Cullen, dia tahu ketika laki-laki itu lumpuh, maka dia bisa mengatur sisa lainnya dengan cepat.
"Kau kuat juga rupanya"
Ucap Arash lantas secepat kilat menerjang laki-laki tersebut.
Secepat kilat tangan laki-laki itu menahan tubuhnya dengan gerakan refleks dari terjangan Arash, Terjangan Arash menghantam lengannya dengan keras.
Seketika lki-laki itu mencoba balas memukul Arash dengan tangan kanan nya, tapi Arash secepat kilat mensalto tubuhnya kebelakang, kakinya menghantam dagu laki-laki tersebut tanpa ampun.
Darah segar tampak mengalir dari balik bibir dan gigi orang tersebut.
"Siapa kamu sebenarnya, cih"
laki-laki itu bicara sambil langsung berdecih dan membuang ludahnya ke sembarang tempat, laki-laki itu merasa ada yang tidak beres dengan tubuh nya, sejak terdengar bunyi ledakan dan asap kabut memenuhi distrik mereka, seketika pasukan nya tumbang tanpa sebab.
Bola mata nya jelas mulai mengabur, pandangan nya terasa mulai tidak terlihat jelas.
Laki-laki itu kembali mencoba menyerang Arash secepat kilat, menghantam tinjunya ke arah Arash, tapi Arash secepat kilat menghindar, memutar tubuhnya dan menghantam laki-laki itu dari belakang.
Seketika laki-laki itu nyaris tersungkur, tidak tahu kenapa dia merasa pandangan nya semakin kabur saja, beberapa kali laki-laki itu mencoba untuk menggeleng-gelengkan kepalanya agar sadar dari keadaan nya tapi tiba-tiba dalam hitungan detik laki-laki itu benar-benar tumbang tidak sadarkan diri.
Dan disekeliling pun tampak semua orang mulai tumbang tidak sadarkan diri.
"Bergerak cepat"
Arash bicara dengan suara yang lantang ke arah semua tim nya.