King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Tidak akan melepaskan nya sekali lagi



Saat semua keluarga berkumpul di meja makan, Sejenak Anta menyentuh Tengkuk nya saat bola mata nya tiba-tiba bertemu dengan bola mata Enardo, rasa malu luar biasa menyeruak didalam dirinya.


Jelas saja Kejadian pagi tadi menyisakan perasaan malu di dalam dirinya, alih-alih mengelak dia malah menikmati, dan tiba-tiba Enardo bangun, membuka bola matanya sambil mengembang kan senyuman aneh nya kearah dirinya.


Anta dengan jutaan perasaan malu langsung tenggelam didalam bantalnya, tidak berani menatap wajah laki-laki itu hingga Enardo melesat masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Demi menghindari Enardo, dia bahkan harus kabur dari sana, pura-pura menggunakan kamar mandi lain karena lama menunggu Enardo didalam kamar mandi miliknya.


Akhhhhh....Ini sangat memalukan.


Pekik Anta dalam hati.


"Kamu akan pergi kekantor, Son?"


Mommy Anta bertanya pada Enardo, sempat melirik Anta yang terlihat menatap malu-malu ke arah Enardo.


"Yes mom, tapi aku usahakan untuk pulang secepatnya"


Jawab Enardo cepat, kemudian secara perlahan Enardo menarik telur yang ada di dalam sandwich yang ada di hadapannya, lalu Enardo memberikan sepotong sandwich itu ke piring Anta.


"Kurangi telurnya , Anta tidak suka itu bik"


Ucap Enardo pelan lantas menyentuh lembut kepala Anta.


Sejenak Anta membeku saat lagi itu menyentuh lembut kepala, tersenyum hangat untuk beberapa waktu.


"Ah maaf tuan"


Sang pelayan menjawab cepat sambil mengulum senyuman, merasa agak malu karena yang biasa nya menyiapkan roti sandwich enardo bukan dirinya, kalaupun dia membuat nya nona mereka tidak pernah bilang jika tidak begitu suka isian telur.


"Mereka terlihat begitu manis"


Tiba-tiba Untie Anta bicara cepat ke arah Mommy Anta, tampak mengulum senyuman saat melihat.


"Aku akan udahan pulang sebelum pukul 4 sore"


Ucap sambil menoleh ke arah Anta.


Gadis itu tampak mengangguk pelan.


"Ada yang ingin dititipkan? misalnya sesuatu yang kamu sukai?"


Enardo masih berusaha mencairkan suasana di antara mereka, terus mengajak Anta bicara sambil terus menatap ke arah Anta.


"Hmmm aku fikir tidak ada"


Jawan Anta pelan.


Beberapa keluarga di meja makan tampak menikmati kedekatan Enardo pada Anta, mereka fikir cukup banyak kemajuan pesat yang terlihat di dalam hubungan mereka.


"Aku pergi dulu hmm"


Enardo bicara cepat, berdiri dari duduknya lantas berjalan ke arah Anta.


Sejenak Anta membeku saat tiba-tiba Enardo mencium lembut pipi kirinya.


What??? tungg...gu dulu.


Jelas saja Anta langsung membulat kan bola matanya, dia fikir ada apa dengan Enardo pagi ini?


"Hati-hati dijalan Son"


"Hmm"


Enardo bergerak cepat meninggalkan mereka semua.


*******


Kembali kemasa kemarin.


Enardo tampak menarik kasar dasi nya, menatap Tristan, edwar dan Eliot secara bergantian.


"Aku fikir ekspresi nya cukup tidak baik"


Ucap Edward pearl junior sambil menuangkan minuman kedalam gelas Enardo.


Eliot bicara Sambil mengangkat gelas winski nya.


Edward pearl junior tampak Terkekeh.


"Aku fikir hubungan ini tidak akan berhasil"


Keluh Enardo, kemudian laki-laki itu meraih gelas anggur nya, perlahan mencoba menyesap minumannya.


"Aku fikir sebaik nya melepaskan Anta dan pergi secepat nya dari kehidupan nya"


Ucap Enardo lagi.


"Dia tidak menginginkan ku"


Eliot menggeleng-geleng kan kepalanya, dia terkekeh lantas menghabiskan minuman nya dalam sekali tegukan.


"Kau salah besar, kamu hanya tidak paham apa keinginan gadis itu"


ucap Eliot penuh keyakinan.


"Mau aku berikan masukan?"


Tanya eliot kemudian.


"Lupakanlah"


Enardo bicara sambil meraih rokok dan pamatik nya.


"Ckckckck kau tahu? ada yang banyak berhasil mendengar kan saran ku, contohnya..."


Eliot melirik sejenak ke arah Tristan.


"Aku fikir hubungan mereka cukup harmonis hingga hari ini"


Sejenak Enardo menoleh ke arah Tristan, laki-laki itu hanya mengulum senyuman.


"Dia pantas di beri penghargaan"


Ucap Tristan sambil menghisap rokok miliknya.


Eliot menaikkan ujung alisnya, menatap Enardo untuk beberapa waktu, lalu tiba-tiba dia menaikkan jari telunjuknya.


"Mulai dan mempertahankan obrolan yang menarik, meskipun tahu sulit sesekali ajak dia mengobrol dan cairkan suasana hati nya"


Eliot menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Jangan terlalu takut dan berpikir berlebihan, itu hanya sugesti soal berfikir hubungan ini tidak akan berhasil.takut dan berfikir berlebihan justru hanya akan menghalangimu untuk mendapatkan hati perempuan yang kamu cintai"


Eliot menaikkan 3 jarinya.


"Berikan banyak perhatian, sejati nya perempuan memang begitu, saat kamu menjauh dia akan ikut menjauhi mu, tapi saat kamu memberikan dia banyak perhatian dia akan mulai jatuh cinta pada Mu"


Eliot menaikkan 4 jarinya.


"Tunjukkan bahasa tubuh yang baik"


"Selain kata dan kalimat yang terucap, bahasa tubuh juga memegang peranan penting saat ingin mendekati perempuan. Kebanyakan laki-laki kehilangan kesempatan untuk memenangkan hati perempuan karena menunjukkan bahasa tubuh yang gugup, sering mengalah, tidak percaya diri, dan tidak dapat memutuskan sesuatu. Sebab sejatinya bahasa tubuh yang kamu berikan membuat dirinya yakin jika menginginkan nya dan begitu memperhatikan dirinya"


Kemudian Eliot menaikkan ke lima jarinya.


"Jangan selalu menuruti dan mengikutinya"


"Saat dia bilang berhenti, jangan, pergi, tinggalkan aku, itu semua bohong, realita nya dia ingin kamu memahami apa yang sebenarnya dia inginkan"


Seketika Enardo terdiam, mencoba berfikir seperti nya seluruh ucapan Eliot cukup banyak benarnya.


"Dia masih menimbang dan memikirkan nya"


Edward Pearl junior tampak terkekeh lantas menepuk-nepuk punggung Enardo.


"Jangan sampai kesempatan kali ini pergi, jika tidak kau akan menyesali nya dalam seumur hidupmu, bukan kah ini sebuah keberuntungan? kamu jatuh cinta pada nya dalam waktu yang lama, lalu tiba-tiba memiliki nya, apa kamu mau melepaskan nya begitu saja."


Ucap Edward Pearl junior sambil mengedipkan sebelah matanya.