King Mafia And His Angel

King Mafia And His Angel
Ingin pulang ketempat asalnya



Zehra tampak berdiri di sudut pintu beranda kamar, mencoba menikmati angin malam sambil memejamkan sejenak bola matanya, fikiran nya jelas berkecamuk menjadi satu saat ini, soal ucapan Anta tentang kakak perempuan nya, soal keluarga Cullen yang jelas nama Cullen terus menghantam ingatannya dalam beberapa waktu ini dan sebuah berita mengejutkan Soal kehamilan diri nya dari Arash pagi ini. Semua membuat otaknya berfungsi dengan tidak baik.


Sejenak Zehra mencoba menarik pelan nafasnya, fikiran zehra benar-benar begitu kacau saat ini,dia butuh waktu untuk mencerna semuanya bahkan mungkin butuh seseorang untuk di ajak bicara, namun sayang nya zehra jelas tidak memiliki siapa-siapa disini.


Seketika Arash masuk ke dalam kamar, dia jelas mengerutkan keningnya sebab tidak mendapati zehra disana, bola mata Arash menyusuri seluruh ruangan hingga akhirnya dia melihat sosok sang istri berada di beranda kamar mereka, tengah berdiri di antara gelap nya malam serta dingin nya angin malam.


Arash langsung membulatkan bola mata nya, dengan gerakan cepat mendekati zehra.


"Sebentar lagi akan masuk musin salju, udara di luar jelas begitu dingin"


Ucap Arash tiba-tiba mengejutkan zehra.


Laki-laki itu menyandarkan tangan nya ke tiang besar di sisi kanan zehra.


"Dan ini jelas tidak baik untuk kesehatan mu dan juga anak kita"


Setelah berkata begitu, Arash dengan gerakan cepat mengangkat tubuh zehra, menggendong sang istri dengan gerakan lembut, seketika zehra terkejut, menatap wajah Arash untuk beberapa waktu sambil berusaha mengalungkan tangannya ke leher Arash.


"Paparan udara malam yang berlebihan bukan hal yang baik untuk kesehatan, kamu tahu? Hal ini akan memicu berbagai penyakit misalnya asma, infeksi paru-paru, dan penyakit berat lainnya. Risiko akan semakin besar jika kamu hamil dalam kondisi tidak sehat"


"Hal ini bukan tanpa alasan. Angin malam berbeda dengan udara pagi karena kadar karbondioksida nya jauh lebih besar dibanding oksigen. Jika terserap oleh pernapasan dalam kadar yang terlalu banyak maka berbagai masalah akan timbul. Terlebih lagi ibu hamil Biasanya mudah mengalami sesak napas akibat kelelahan"


Ucap Arash sambil berjalan membawa Zehra masuk, menutup perlahan pintu besar tersebut dengan kaki nya lantas berjalan menuju ke arah kasur mereka, Arash meletakkan tubuh zehra secara perlahan ke atas kasur.


Zehra tampak diam, membiarkan Arash meletakkan tubuhnya dengan gerakan begitu lembut.


"Apakah ada hal Sulit yang ingin kamu tanyakan atau ceritakan?"


Tanya Arash sambil menyentuh lembut wajah zehra.


"Menikah dengan ku apakah menjadi beban besar untuk mu?"


Sejenak Zehra menelisik bola mata Arash, dia masih diam tidak menjawab apapun pertanyaan Arash.


"Jangan mendiami ku, ini membuat ku serba salah dan merasa begitu bersalah"


Ucap Arash lagi sambil terus menatap dalam bola mata Zehra.


"Jika aku ingin pulang ketempat asal ku, apa kah kamu mengizinkan nya"


Tiba-tiba pertanyaan Zehra membuat Arash membulat kan kedua bola matanya.


"Bukan ke keluarga Cullen, tapi aku ingin pulang kembali ke Indonesia, bagi ku di sana adalah rumah ku yang sesungguhnya"


Ucap Zehra lagi kemudian.


"Disini seperti dunia asing untuk ku, bahkan aku tidak bisa mengenali kamu dengan baik, kita seperti orang asing yang bertemu lantas menjadi orang asing meskipun sudah bersama, ada banyak rahasia di antara kita juga tidak ada cinta di bola mata ini untuk ku, Arash"


Ucap Zehra lagi.


"Bukankah satu-satunya pilihan terbaik itu membiarkan aku pulang kerumah ku yang seharusnya?"


Seketika Arash menelan salivanya, mendengar kata pulang jelas Seketika menghancurkan perasaan nya.


"Agar kamu tidak terluka dan mereka tidak meminta ku kembali ke tempat asal ku"


Bola mata zehra mulai berkaca-kaca.


Arash menggeleng kan cepat kepalanya.